Yusmiati Mulkan Imbau OPD Tanam Jagung

  • Whatsapp

Manfaatkan Lahan Kosong

SUNGAILIAT- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka, Yusmiati Mulkan bersama Kepala Dinas Pertanian Bangka Kemas Arfani melakukan panen jagung di halaman Kantor Dinas Pertanian Bangka, Jumat (6/9/2019).

Yusmiati mengaku bangga dan senang bisa memetik jagung dengan tangannya sendiri. “Alhamdulillah saya sangat senang, rasa jagungnya enak, terus isi jagungnya itu full padat sampai atas,” ungkap Yusmiati kepada wartawan disela-sela panen.

Dia bahkan memberikan apresiasi kepada dinas pertanian yang sudah memberikan contoh dalam memanfaatkan lahan kosong agar dapat diisi dengan tanaman lain.

“Saya apresiasi sekali kepada kepala dinas pertanian kita atas keberhasilannya dalam menanam jagung ini, selain itu kegiatan ini juga mendidik para anak-anak PSG (pendidikan sistem ganda) untuk mengelola lahan kosong yang ada di samping kantor pertanian ini,” terangnya.

Yusmiati juga bahkan mengimbau agar seluruh OPD di lingkungan Pemkab Bangka untuk ikut serta dalam pemanfaatan lahan kosong yang ada di setiap kantor. “Nanti kita imbaukan ke dinas-dinas untuk menanam jagung, ya kurang lebih seratus hingga dua ratus batang per dinas,” imbaunya.

Selain dinas-dinas, Yusmiati juga akan mensosialisasikan hal tersebut kepada seluruh anggota PKK di Kabupaten Bangka. “Untuk sementara ini baru kita sosialisasikan dari mulut ke mulut, kita utamakan yang PKK dulu, nanti akan kita hubungi ketua PKK dimasing-masing Kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bangka, Kemas Arfani juga mengajak masyarakat agar bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong. Menurutnya, pekarangan yang kosong dapat ditanami dengan tanaman yang bisa dimakan ataupun tanaman obat sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.

Dia mencontohkan beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk lahan perkarangan rumah seperti jagung, cabai, terong serta sayur-sayuran sehingga bisa dinikmati langsung dalam waktu dekat.

“Tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas serta tidak perlu menunggu lama untuk panen. Jadi selain bisa memaksimalkan lahan disekitar rumah, kita juga bisa ngirit bahan makanan tidak perlu beli di pasar lagi,” terangnya.

Dalam mengembangkan dan memanfaatkan lahan tersebut, pihaknya sendiri memiliki penyuluh yang siap membantu. “Kita siapkan pendamping setiap lokasi dan kita sudah ada penyuluh, seperti di rutan dan rumah sakit jiwa kemarin kita sudah bekerjasama dalam hal ini,” ungkap Kemas.(mla/10)

Related posts