Yuslih Berharap RDTR Segera Ditetapkan

  • Whatsapp

MANGGAR – Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza, Jumat (28/2/2020) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta. Pembahasan itu termasuk RDTR kawasan Perkotaan Gantung.

Acara yang di gagas Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional tersebut, dibuka secara resmi oleh Dirjen Tata Ruang, Abdul Kamarzuki.

Dalam sambutannya, Abdul Kamarzuki menjelaskan, harapan Presiden Joko Widodo dalam percepatan RDTR pada daerah terbangun di Indonesia.

Baca Lainnya

Lebih lanjut Kamarzuki mengatakan, dengan adanya RDTR ini maka investasi di sebuah daerah bisa digenjot dan ada kepastian bagi investor. Pasalnya, RDTR merupakan rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota.

“Mohon maaf saya minta kepala daerah hadir hari ini karena apa yang akan kita susun sepakat hari ini terkait dihadirkan pada rakor lintas sektoral ini, supaya masing-masing memahami, ujungnya akan jadi Perda. Sehingga, pelaksanaan RDTR punya landasan hukum, untuk mengawal pelaksanaan pembangunan di daerah. Banyak kepala daerah yang tidak paham kalau daerahnya akan jadi RDTR, makanya kami minta hadir langsung supaya tidak terjadi kesalahan di masa mendatang,”ucapnya.

Abdul Kamarzuki menegaskan agar daerah yang menjadi 57 kabupaten/kota prioritas, dapat berkomitmen untuk menuntaskan Perda RDTR sesuai arahan Presiden Jokowi. Standar RDTR harus dilakukan dengan detail, komprehensif dan tranparan karena apa yang telah dilakukan akan dipantau oleh Lembaga-lembaga penting terkait salah satunya adalah KPK.

“Kegiatan ini dipantau langsung dari Kantor Staf Presiden, Kementerian Dalam Negeri kemudian Kemenko Perekonomian dan juga KPK, Saya ingin meminta komitmen pemerintah daerah termasuk Kepala daerah dan DPRD untuk terus mengawal Perda RDTR.” Ujar beliau.

Ssmentara itu, Bupati Belitung Timur itu dalam pemaparannya menjelaskan, terkait RDTR Kawasan Perkotaan Gantung. Ada 4 Agenda pembahasan yang akan disampaikan yaitu Kondisi Wilayah Kabupaten Belitung Timur di Sektor Unggulan Pertanian, Sektor Unggulan Pariwisata, Kendala dan Solusi dari ketiga sektor tersebut.

“Di sektor pertanian dari kebutuhan beras sebesar 14.145 Ton/tahun baru bisa terpenuhi ±6000 ton dengan defisit 8.145 ton, adapun luas sawah tercetak adalah 2.831 Ha dan 1.812 Ha berada di Kecamatan Gantung,
dari luas tersebut bila dioptimalkan maka akan menghasilkan ±12.000 ton pertahun atau bisa memenuhi 80% kebutuhan beras Kabupaten Belitung Timur,” jelas Yuslih.

Selanjutnya, untuk sektor unggulan pariwisata Kabupaten Belitung Timur telah sesuai dengan Perda no 4 tahun 2016 tentang Rencana induk Pembengunan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur tahun 2016-2025 yang telah satunya menetapkan Manggar dan Gantung sebagai kawasan strategis Pariwisata

“Penetapan Kawasan Gantung sebagai Kawasan Strategis Pariwisata dikarenakan banyaknya potensi atraksi wisata, baik alam, budaya maupun sejarah sehingga tema utama pengembangan pariwisata didaerah tersebut adalah pengembangan pariwisata Budaya Edukatif juga dengan boomingnya Novel dan film Laskar Pelangi sebagai sebuah karya putra daerah Belitung Timur yaitu Andrea Hirata meningkatkan minat kunjungan wisatawan untuk datang ke daerah ini,” urai Yuslih.

Yuslih berharap RDTR dapat segera ditetapkan dan dapat digunakan menjadi instrumen pengendalian dalam pemanfaatan ruang di Kawasan Perkotaan Gantung, dan sinkron dengan kebijakan sektoral dan pusat. Sehingga percepatan pengesahan Ranperda menjadi PERDA akan menjadi dasar hukum nantinya dalam pengembangan pembangunan kawasan .

“Tujuan pelaksanaan kegiatan hari ini adalah komitmen bersama antara pemerintah pusat dalam hal ini kementrian ATR/BPN, Bupati beserta DPRD untuk mempercepat raperda RDTR wilayah perkotaan gantung sehingga tata ruang Gantung lebih jelas sesuai apa yang kita ajukan dan dengan adanya RDTR ini lebih bisa kita atur pemanfaatan dan pembangunan tata ruang dan investasi pun berjalan,” ulas Yuslih.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Belitung Timur, Hendra Jaya menambahkan, tujuan dari penyusunan RDTR Perkotaan Gantung, adalah mewujudkan Kecamatan Gantung sebagai kota terpadu mandiri dan desa wisata sejuta pelangi sesuai perda nomor 13 tahun 2014 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Belitung Timur tahun 2014-2034

“RDTR Gantung ini bisa memberikan manfaat dan tujuan seperti Pedoman dalam pembangunan di kecamatan gantung trus mempermudah proses perizinan dan investasi dan tertatanya ruang kota dengan pola dan struktur wilayah dan sumber daya alam dan potensi daerah, menarik investasi serta menjaga kawasan konservasi dan cagar budaya,” terang Hendra.

Wakil Ketua I DPRD Belitung Timur, Rohalba mengatakan, DPRD menyambut positif adanya rencana Percepatan Penyusunan dan Penetapan Raperda terkait Tata Ruang Percepatan Penyusunan dan Penetapan Raperda terkait Tata Ruang Daerah dan siap mendorong hingga RDTR segera terealisasi.

“Kita berharap itu akan berlanjut mulai dari perencanaan, drafnya sampai ke RTRW nya untuk tahun 2020 ini karena RDTR ini juga untuk kebaikan daerah untuk menjadi yang lebih baik,” ujar Rohalba. (yan/kmf/3)

Related posts