“You Kan Orang Kesehatan”

  • Whatsapp
Bupati Bangka Barat, Parhan Ali didampingi Sekdanya melihat data pegawai yang hadir dalam sidak hari pertama kerja di Pemkab Bangka Barat, kemarin. Parhan marah dan kecewa banyak pegawai Dinsos yang tidak berada di kantor. (Foto: Hendra Irawan)

Bupati Babar Sidak, Dinsos Sepi
Kantor Penuh Sampah & Puntung Rokok

Bupati Bangka Barat H Parhan Ali bersama Sekda H Yunan Helmi didampingi sebagian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangka Barat melakukan Inspeksi mendadak (sidak) di hari pertama masuk kerja usai libur lebaran Senin (3/7/2017).
Sasaran pertama yang disidak adalah RSUD Sejiran Setason. Parhan langsung masuk ke gedung manajemen dan langsung disambut Kasubag Umum, Ramkuti. Dia sempat berbingcang dengan pegawai di gedung manajemen.
“Maaf Pak, Pak Plt Direktur ke Pangkalpinang untuk urusan dinas,” ujar Ramkuti.
Sebelum masuk ke semua ruangan, Parhan memeriksa absensi pegawai. Dia meneliti satu persatu absensi ratusan pegawai. Namun tidak ditemukan absensi yang kosong. Setelah itu dia melihat ruangan Poli Umum, Gigi, Penyakit Dalam dan Anak. Di ruang tunggu Parhan menyalami hampir semua pasien. Semua ruangan ada dokter yang menangani pasien.
“Ini orangnya bener ada semua ya, jangan dititip ngabsennya,” semprotnya.
Usai di RSUD Parhan ke Kantor Camat Muntok. Bupati langsung disambut Sekcam Mediar. Selang beberapa menit Camat Sukandi baru tiba.
“Maaf Pak, saya baru pulang ngelayat tetangga meninggal,” ujar Sukandi.
Di kantor Camat Parhan hanya beberapa menit. Usai meninjau ruangan Camat, Sekcam dan ruang pertemuan dia langsung menuju Puskesmas Muntok.
Di Puskesmas Parhan melihat pelayanan sudah berjalan normal, pasien sudah memenuhi ruang tunggu sembari menunggu panggilan. Parhan juga menyalami satu persatu pasien.
Sekitar pukul 11.30 Parhan menuju Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang merupakan dinas baru dibentuk. Lokasi dinas ini berada di belakang kantornya. Namun wajahnya sedikit memerah melihat ruang tunggu dipenuhi sampah dan puntung rokok.
“Waduh kotor sekali, wah kurang menjaga kebersihan,” ujarnya.
Parhan dan Sekda diterima Sekdin Mulyono. Namun ternyata raut wajah bupati tambah masam karena kantor terlihat sepi. Di kantor yang biasa diisi puluhan pegawai hanya tersisa 10 orang.
“Ini mana orangnya, baru jam berapa ini, kok sudah pada pulang, Kepala Dinas nya mana?” tanya Parhan.
Menanggapi hal itu, Mulyono mengatakan kalau pegawainya banyak ke acara open house salah satu stafnya yang baru melahirkan di Belo Laut.
“Kebetulan staf menjenguk staf yang usai melahirkan,” elaknya.
Selain mengenai staf yang sudah pulang sebelum jam istirahat, Parhan juga menyorot mengenai kebersihan kantor Dinsos.
“You kan orang kesehatan (mantan Kepala Puskesmas Muntok), harusnya tau cara menjaga kesehatan. Di pasar saya mengajak warga bersih-bersih, tapi di dinas sendiri masih kotor,” singgung Parhan marah.
Usia di Dinsos, Parhan ke Dukcapil, dia juga menyoalkan mengenai absensi. Dia tidak mau absensi pegawai namanya sudah diprint.
“Ini tidak boleh begini (diprint), kalau begini yang datang duluan tidak bisa dimonitor dan rawan main titip,” kata Parhan kepada Kepala Disdukcapil Suparman M Jani dengan nada tinggi. (wan/1)

Related posts