Yeni Artha Aulia Atasi Deg-degan dengan Doa

  • Whatsapp
Anggota Paskibra Yeni Artha Aulia bersama kedua orangtuanya (foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Menjadi seorang pembawa baki bendera memang posisi yang paling diimpikan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) khususnya perempuan. Posisi bergengsi ini selain menjadi sorotan jutaan pasang mata, juga menjadi kebanggaan tersendiri.

Bagi Yeni Artha Aulia adalah pembawa baki bendera pusaka pada peringatan HUT ke-74 RI di Pemprov Babel. Hal itu menurut Yeni merupakan suatu kebanggaan baginya yang tak akan terlupakan.

Ia yang awalnya tak menyangka akan dipilih membawakan baki pada saat upacara kenaikan bendera pada 17 Agustus 2019 kemarin, terlihat mantap melangkahkan kakinya membawa baki dan menaiki dan menuruni tangga saat menjemput bendera di hadapan inspektur upacara.

“Pas masuk ke halaman upacara itu yang berasa deg-degan, tapi dibawa santai dan bismillah banyak doa aja,” kata Yeni usai prosesi pengibaran bendera, Sabtu (18/8/2019).

Yani yang tak henti menebar senyum selama bertugas adalah dara kelahiran Air Nangka 19 Juli 2004, yang kini duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Pesak. Dia terpilih mewakili Kabupaten Belitung Timur, yang dikirim menjadi Paskibra tingkat provinsi. Selama hampir satu bulan dikarantina, ia terpilih menjadi pembawa baki.

Putri pasangan Dwi Nanda Putra dan Lili Yanti ini, memang tak asing lagi dengan paskibraka dan membawa baki, ia juga pernah membawa baki pada upacara peringatan HUT RI tahun 2018, tingkat kecamatan. “Dulu dia juga pernah bawa baki, walaupun tingkat kecamatan, ternyata bakatnya terus diasah dan Alhamdulillah di tingkat provinsi berhasil membawa baki juga,” kata ayahnya, Nanda.

Senyum dan kebahagiaan kedua orangtuanya terpancar jelas, ketika ketiganya berkumpul usai pengibaran bendera. “Saya yang gemeteran tadi mbak, waktu lihat Yeni bawa baki pas prosesi upacara, baru lega setelah berhasil dan sukses,” tambah ayahnya.(nov/10)

Related posts