Yamoa, Kasat Pol PP Diperiksa 4 Jam

  • Whatsapp
TUNJUKAN LAPORAN – Manajer Global Executive Club, Fahrizal Noviansyah menunjukan laporan polisi kepada sejumlah wartawan usai melaporkan Kasat Pol PP Pemprov Babel, Yamoa Harefa tadi malam di Mapolda Babel. Yamoa dilaporkan dengan dugaan melakukan penipuan, penggelapan dan atau pemerasan terkait bill tempat hiburan malam sebesar Rp21,7 juta. (Foto: Bambang Irawan)

Terkait Laporan Dugaan Penipuan Rp21 Juta

PANGKALPINANG– Perseteruan antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kasat Pol PP Pemprov Babel), Yamoa’a Harefa dengan manajemen Executive Club Pangkalpinang, masih terus berlanjut.

Yamo’a yang telah diadukan pihak Global dengan laporan dugaan penipuan, penggelapan dan pemerasan terkait bill tagihan minuman keras di tempat hiburan malam, mulai diperiksa perdana oleh penyidik Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel, Senin (12/8/2019) kemarin. Yamoa’a diperiksa sebagai pihak terlapor.

Pantauan Rakyat Pos, Yamoa’a yang pernah menjabat Sekretaris Korpri Setda Pemprov Babel itu mendatangi ruang pemeriksaan penyidik Subdit Jatanras usai Salat Zuhur. Kedatangan Yamoa’a dengan berseragam Sat Pol PP lengkap, diantar oleh pegawainya menggunakan kendaraan dinas. Lalu mantan Camat Merawang itu langsung memasuki ruang penyidik guna menjalani pemeriksaan perdana.

Hal ini dibenarkan oleh Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel, AKBP Wahyudi saat ditemui sejumlah wartawan disela-sela pemeriksaan itu. “Ini baru pemeriksaan awal, bukan sebagai tersangka dan bukan pula sebagai saksi. Hanya dikonfirmasi saja, makanya kita undang dia (Yamoa),” ungkap Wahyudi.

Menurutnya, dugaan penipuan, penggelapan dan pemerasan yang dilakukan Yamoa tersebut, kini prosesnya baru sebatas pelaporan saja. “Kan, kami belum gelar perkara. Namanya orang ngelapor, ya tetap kami terima,” ujarnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai semua, kata Wahyudi, barulah penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dan meningkatkan perkara ke tahap penyidikan. “Semuanya kita periksa dulu, dari pelapor, terlapor dan saksi-saksi. Inikan kita belum tahu apakah ini akan jadi perkara atau tidak, kan baru pelaporan,” tandasnya.

Sementara itu, Yamoa’a didampingi seorang pengacara terlihat baru keluar dari ruang penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Babel sekitar pukul 17.30 WIB. Yamoa’a yang telah diperiksa sekitar empat jam langsung menuju ke mobil dinas Toyota Hilux warna putih dengan nomor polisi BN 8048 Z yang terparkir di SPKT Polda Babel, tanpa mau berkomentar tentang pemeriksanaannya. “Saya dipanggil ke DPRD lagi,” ucapnya singkat.

Dalam berita sebelumnya, Kasat Pol PP Pemprov Babel ini dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel, Selasa (23/7/2019) malam, karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan atau pemerasan uang sebesar Rp21.725.000. Dia dilaporkan oleh pihak Global Executive Club Pangkalpinang, lantaran dianggap tidak berniat baik dalam menyelesaikan pembayaran bill minuman di tempat hiburan malam tersebut.

“Kita sudah melakukan berbagai cara melakukan penagihan, baik menghubungi lewat telepon, WA maupun datang langsung ke kantornya. Tetapi, ada saja alasannya,” ungkap Manajer Global Executive Club, Fahrizal Noviansyah kepada sejumlah wartawan usai melaporkan hal tersebut di Mapolda Babel.

Menurutnya, tagihan yang harus dibayar oleh Yamoa merupakan bill setelah beberapa kali berkunjung ke tempat hiburan tersebut bersama beberapa orang. “Pada bulan April 2019, kemudian tagihan pada bulan Juni satu kali dan terakhir pada tanggal 13 Juli 2019. Mengingat hanya sebagai pengelola, saya kemudian melaporkan kepada Owner Global Excecutive Club, dan disuruh lapor,” katanya.

Diakui Rizal sapaan akrab Fahrizal Noviansyah, terkait masalah tersebut, ada ancaman Yamoa terhadap pihaknya ketika dilakukan penagihan. Dengan mengatakan akan mengerahkan anggota Sat Pol PP untuk merazia tempat hiburan malam itu. Dan ternyata ancaman itu memang dilakukan, yakni Yamoa menginstruksikan anggota Pol PP Pemprov Babel untuk melakukan razia pada Jumat malam (19/7/2019). “Saya memilki tanggungjawab dan laporan, maka jalan terbaik saya laporkan ke polisi. Biarlah diselesaikan penegak hukum,” tandas Rizal.

Sedangkan Pa Siaga SPKT II Polda Babel, Ipda Aryanto membenarkan bahwa adanya laporan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan atau pemerasan yang dilakukan oleh Kasat Pol PP Provinsi Bangka Belitung, Yamoa’a Harefa terhadap managemen Global Executive Club.

“Pelapor melaporkan kejadian terduga terlapor bersama rombongan membeli minuman. Setelah itu, terlapor bersama rombongan diduga tidak membayar dan terjadinya penunggakan pembayaran,” terang Aryanto saat ditemui di SPKT Polda Babel.

Ia mengungkapkan, mengenai hal tersebut, terduga terlapor tak hanya sekali menunggak pembayaran tapi sudah mencapai 4 hingga 5 kali. Lalu dilakukan penagihan, namun pihak pelapor dipermainkan dan dijanji-janjikan tapi tidak juga tagihan itu dibayar.

“Kasir Global Executive Club meminta pembayaran kepada terlapor dikarenakan penunggakan telah mencapai Rp21.725.000. Terakhir kali, kasir meminta tagihan kepada terlapor, namun terlapor menyuruh anggota dan anggota tersebut hanya bilang kepada kasir untuk pembayarannya besok,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Ipda Aryanto, menurut pelapor sama sekali tidak ada kejelasan yang pasti dari Kasat Pol PP untuk membayar tunggakan tersebut kepada pihak managemen Global. “Terlapor meminta nomor rekening atasan, yang dimana untuk pembayaran tersebut hingga sekarang ini juga tidak ada kejelasan,” ujar Aryanto.

Sementara itu, Kasat Pol PP Pemprov Babel, Yamoa’a Harefa saat dikonfirmasi para wartawan tetap berkelit bahwa hutang tersebut telah dibayarkan kepada pihak managemen Global. “Yang penting, hutang Pemuda Pancasila sudah kita bayar. Aku sama ketua. Dan hutang ini masalah mengurus tamu Pemuda Pancasila,” elak Yamoa ketika dihubungi terpisah, ketika itu.

Ia tetap ngotot telah membayar semua hutang kepada managemen tempat hiburan malam tersebut. “Mereka nagih hari ini, ada WA dan SMS. Kita bayar hari ini kok dan kita nggak ada menipu, itu bukti hari ini mereka tagih lewat WA jumlahnya,” elak dia.

Lagi-lagi, Yamoa bersikeras bahwa pihaknya telah membayar tunggakan tersebut. “Hari ini, Pemuda Pancasila bayar sebesar Rp21.725.000 sesuai yang mereka tagih. Kita bayar cash, bahkan kita mau transfer siang tadi dan Ok kata mereka, tetapi sore tadi mereka minta cash dan kita bayar cash,” tukas Yamoa.

Namun, informasi yang diperoleh wartawan, pembayaran yang hendak dilakukan oleh pihak terlapor baru malam hari setelah mengetahui manajemen Global melapor ke Polda Babel. Akan tetapi pembayaran uang tagihan itu ditolak pihak manajemen Global, karena laporan sudah disampaikan ke polisi dan bon penagihan telah disita polisi. Akhirnya, uang itu diamankan oleh pihak kepolisian dan dijadikan barang bukti. (bis/1)

Related posts