Yakin dengan Janji Allah SWT

  • Whatsapp

Oleh: Sofiyan Rudianto

Begitu cepat waktu berlalu, tanpa terasa kita telah memasuki hari ke – 23 bulan suci Ramadan 1439 H. Artinya, sebentar lagi kita akan kembali berpisah dengan bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua yang berpuasa berhasil mendapat predikat taqwa dan dipertemukan kembali pada bulan suci Ramadan tahun yang akan datang.
Begitu banyak pelajaran yang dapat kita ambil dalam pelaksanaan ibadah puasa di Ramadan tahun ini. Diantaranya adalah mengajarkan kita untuk percaya kepada janji Allah SWT. Sebagai gambaran betapa orang-orang yang berpuasa begitu yakin dengan janji Allah, mereka rela menahan lapar dan dahaga meski ditengah cuaca yang terik. Bahkan dalam waktu yang cukup lama hingga 18 jam lebih, karena meyakini janji Allah SWT yang akan diberikan kepada orang berpuasa. Diantara janji Allah bagi orang-orang berpuasa adalah diampuni dosa-dosanya, masuk surga melalui pintu khusus “ar-Royyaan”, serta mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah.
Janji Allah SWT tersebut disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW melalui beberapa hadits, diantaranya hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a, ia berkata yang artinya: “Rasulullah SAW bersabda: Siapa berpuasa Ramadan karena iman dan semata mengharap ridho Allah SWT, pasti akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari).
Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW juga menyampaikan janji Allah SWT sebagaimana diriwayatkan Abi Umamah r.a, yang artinya: “Aku pernah berkata: Ya Rasulallah beritahukanlah kepadaku suatu amal yang akan memasukan aku ke surga. Rasulullah SAW bersabda: Shaumlah, karena shaum itu tidak ada bandingannya. Atau Rasulullah bersabda: tidak ada yang semisal dengannya.” (HR. Ahmad). Dalam hadits lainnya Rasulullah SAW juga telah menyampaikan janji Allah SWT, bahwa ada satu pintu di surga yang dikhususkan untuk orang yang berpuasa, yaitu pintu Ar Royyan. Diriwayatkan dari Sahal, r.a, yang artinya: “Dari Nabi SAW, beliau SAW bersabda: Sungguh di Surga ada satu pintu yang bernama ar-Royyan. Orang-orang yang shaum akan masuk surga dari pintu itu di hari kiamat. Tidak ada seorang-pun selain mereka yang masuk Surga melalui pintu itu. Nanti akan dikatakan: di mana orang-orang yang berpuasa? Kemudian mereka berdiri. Tidak ada seorang pun yang masuk ke Surga selain mereka. Jika mereka telah masuk ke Surga, maka ditutuplah pintu itu, sehingga tidak ada seorang-pun yang masuk melalui pintu itu.” (HR. Bukhari).
Sebagai seorang muslim tentu kita harus dan wajib meyakini janji Allah SWT. Selain berkaitan dengan puasa, banyak sekali janji Allah SWT dalam perkara lain, diantaranya adalah janji kepada kaum muslimin yang beriman dan beramal shalih (menjalankan syari’at). Allah berjanji akan memberikan kekuasaan kepada mereka di muka bumi. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 55, yang artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
Terkait dengan ayat ini Al-Hafizh Abu Fida, Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya: “Ini adalah janji dari Allah kepada rasul-Nya SAW bahwa Allah SWT akan menjadikan umatnya sebagai para khulafa di muka bumi, yakni para pemimpin dan penguasa manusia. Dengan umat Rasul-Nya-lah negeri-negeri akan beres dan bangsa-bangsa akan tunduk.”

Faidah Menyakini Janji Allah SWT
Diantara faidah meyakini janji Allah SWT adalah bahwa muslimin yang meyakininya, maka ia akan bersungguh-sungguh dalam beramal. Karena janji Allah tidak diberikan kepada orang yang pasif, melainkan kepada orang yang aktif. Siroh Rasulullah SAW menjadi bukti nyata. Meski telah dijanjikan kemenangan dan pertolongan, Rasulullah SAW tetap bersungguh-sungguh menyambut datangnya pertolongan Allah SWT. Janji Allah SWT tidak membuat Rasulullah SAW hanya berpangku tangan tanpa melakukan apa-apa dan hanya sekedar menunggu datangnya janji tersebut.
Karenanya, ketika kita meyakini janji Allah SWT bahwa balasan bagi orang yang berpuasa adalah surga, maka janji ini seharusnya membuat kita semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah berpuasa, dan melaksanakan berbagai amal wajib maupun sunnah lainnya di bulan Ramadan ini.
Demikian pula, ketika kita meyakini janji Allah SWT bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh, bahwa Allah akan memberikan kedudukan kepada mereka, maka janji ini seharusnya menjadi kita untuk bersungguh-sungguh dalam iman dan amal shaleh yakni dengan bersungguh-sungguh terikat dengan syariat Allah secara pribadi maupun berjuang agar syariat Allah dapat diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan kita termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Oleh karena itu, dalam menyongsong datangnya janji Allah SWT, maka kewajiban kita adalah berupaya terus-menerus untuk mematutkan diri layak mendapatkan janji Allah. Yaitu dengan bersungguh-sungguh memjaga dan memperkuat iman serta teriikat pada syariat Allah dalam seluruh sendi kehidupan kita. (***)

Baca Lainnya

Related posts