WR Emosi Habisi Neneknya

  • Whatsapp

KOBA – Dalam waktu lima hari Polisi berhasil mengungkap tersangka pembunuhan Nek Nor (68) warga Desa Celuak Kecamatan Simpang Katis Kabupaten Bangka Tengah pada kejadian Minggu (28/07/2019).

Tersangkanya merupakan orang terdekat korban yang tak lain cucunya sendiri beridentitas WR (18). Dari keterangan penyidik, tersangka emosi dengan korban karena sering dimarahi sehingga berniat untuk menganiaya sampai korban meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bateng AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang didampingi Kabag Ops AKP. Adi Purwanto, Kasat Reskrim AKP. Robby Ansyari dan Kapolsek Simpang Katis AKP. Raden Hasir dalam press release di Mapolres Bangka Tengah, Kamis (01/07/2019).

Dikatakan Kapolres, tersangka melakukan penganiayaan dengan cara memukul wajah, mata, pelipis korban lebih dari 1 kali hingga korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. Setelah dianiaya, pelaku lalu mengikat kedua tangan korban dengan mengunakan tali.

“Setelah menganiaya korban, pelaku mengacak-acak rumah, seperti baju dalam lemari di keluarkan, perabotan rumah tangga, dengan tujuan membuat orang percaya kalau perbuatan tersebut dilakukan oleh orang lain yang melakukan pencurian.
Petugas juga mengamankan satu stel baju tersangka, jilbab dan baju korban, sehelai seprai yang digunakan untuk mengelap darah di lantai, dan sebilah pisau,” ungkapnya.
“Nama WR muncul dalam proses penyelidikan yakni saat olah TKP dan keterangan saksi-saksi. Pada saat olah TKP ditemukan sidik jari di sekitar TKP yang identik dengan sidik jari pelaku. Berdasarkan bukti yang didapatkan itu akhirnya Polisi menetapkan WR sebagai tersangka pelaku penganiayaan yang menewaskan Nek Nur,” ujarnya.

WR di tangkap Tim Gabungan Opsnal Polres Bangka Tengah dan Polsek Simpang Katis di samping rumah Ruslan (paman pelaku) di Desa Celuak, Selasa (30/07/2019) pukul 22.00 WIB malam.
“Motifnya karena tersangka kesal sering dimarahi korban yang merupakan neneknya sendiri. Tersangka dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara,” tuturnya.

Ia menambahkan saat olah TKP ada beberapa barang berharga milik korban yang ditemukan yakni dompet berisi uang tunai sebesar Rp37 juta tersimpan dibawah tikar dan sejumlah perhiasan emas yang tersimpan di dalam teko air.
“Selain pakaian, kita juga menemukan sejumlah uang dan perhiasan,” pungkasnya. (ran).

Related posts