Wow! APBD Babel Defisit Rp310 Miliar

  • Whatsapp

Pemprov Putar Otak Tutupi Defisit

Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) sepertinya harus pandai mencari tambahan pendanaan di tahun anggaran 2017. Pasalnya, selain tanggungjawab dan kewenangan yang bertambah, APBD 2017 pun akan mengalami defisit sebesar Rp310.544.385.627,95.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Babel, Yan Megawandi mengakui bakal defisitnya APBD Babel ini, usai rapat bersama instansi terkait mengenai defisit dan pembiayaan, Kamis kemarin (12/1/2017). Ia menyebutkan, salah satu penyebab defisit ialah karena Pemprov harus meningkatkan pembiayaan untuk mendanai berbagai kegiatan di tahun 2017.
Namun begitu Yan menilai, banyak potensi yang bisa digali untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), termasuk adalah potensi aset yang dimiliki Pemprov jika dikelola dengan baik maka akan mendatangkan rupiah.
“Ada potensi yang masih bisa kita gali di perangkat daerah, termasuk aset di perangkat daerah. Kita akan mengajak dinas terkait termasuk DKP, Dishub dan Dinas Pertambangan dan instansi lainnya,” kata Sekda, usai rapat tertutup.
Untuk menutupi defisit ini, selain mengenjot pendapatan, pemprov juga akan meminta pemerintah pusat mengimbangi dengan pendanaan yang cukup.
“Tambahan DAU (Dana Alokasi Umum) sedang kita coba minta ke pemerintah pusat dan bersama teman di provinsi lain, bukan hanya di kita saja tapi di provinsi lain juga demikian,” tandasnya.
Yan menyebutkan, untuk DAU yang diterima Babel pada tahun ini memang mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu. Tetapi untuk melaksanakan urusan baru di provinsi, dana ini menurut Yan masih kurang.
“Tapi apapun itu tetap kita laksanakan, sehingga tambahan dana ini kita coba kejar di 2017 untuk mengaktifkan dan mengoptimalkan keuangan dan aset kita, dan hal-hal lain yang dapat membiayai keuangan kita,” ujarnya.
Rencana penambahan DAU ini, tambahnya, sudah pernah diusulkan pihaknya kepada anggota DPD RI di tahun 2016 lalu. Juga sudah disampaikan ke Kemendagri dan Kemenkeu, tetapi pada realisasinya DAU yang diterima masih belum mencukupi.
Ia merinci, untuk dana transfer dan dana desa yang diterima Babel, tahun ini sebesar Rp6,5 triliun terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) Rp4,2 triliun, DAK fisik sebesar Rp647 miliar, DAK non fiisk Rp655 miliar, dana bagi hasil pajak (DBH) Rp207 miliar, dana bagi hasil sumber daya alam Rp387 miliar, insentif daerah Rp137 miliar, dan dana desa Rp261 miliar.
Mantan Kepala Bappeda ini mengaku akan menginstruksikan agar asisten setda dapat memanggil dinas terkait untuk mendata aset dan potensi lain yang bisa dijadikan rupiah guna menambah pembiayaan.
“Kami kebut ini dari sekarang, agar tidak ketinggalan. Misalnya, aset kita akan maksimalkan fungsinya dari yang semula tidak digunakan menjadi digunakan, yang sebelumnya menyewa gedung, tak perlu disewa, terkecuali pihak umum yang ingin sewa barulah disewakan, dananya masuk PAD. Kemudian alat berat di PU atau bibit benih yang bisa disewa dan dijual, berbagai potensi ini bisa dimaksimalkan,” bebernya. (nov/1)

Related posts