Waspadai Teror Virus Corona Melalui Penerapan PHBS

  • Whatsapp

Oleh: Ratih Lidya, S.Pd

Muat Lebih

Guru Mata Pelajaran Biologi SMA Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Akhir-akhir ini, dunia dikejutkan oleh adanya pemberitaan baik di media massa cetak maupun media elektronik tentang adanya penyakit baru yang disebabkan oleh virus corona. Hal tersebut menimbulkan rasa takut tersendiri bagi masyarakat awam. Apalagi adanya pemberitaan bahwa wisatawan asing yang berasal dari China, tidak diizinkan untuk pergi ke berbagai negara di dunia. Begitupun dengan negara Indonesia yang melarang warga negaranya untuk pergi merayakan Hari Raya Imlek di Negeri China. Sebaliknya mereka yang sudah pergi ke China kemudian kembali lagi ke negara asalnya harus melalui pemeriksaan yang ketat pada saat berada di bandara. Kenapa bisa demikian? Virus corona ini, pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 hingga 24 Januari 2020. Kemudian dikabarkan sudah menyebar ke beberapa negara antara lain Singapura, Vietnam, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Nepal, Thailand, Hongkong, Makau, Amerika Serikat, Australia, Kamboja, Malaysia, Kanada, Sri Lanka, Perancis, Vietnam dan jerman.

Jadi, total negara yang telah terdeteksi memiliki virus corona menjadi 16 negara. Virus corona adalah virus dari famili Coronaviridae yang dapat menyebabkan penyakit pada burung dan mammalia (termasuk manusia). Virus corona memiliki nama baru yaitu Novel Coronavirus (2019-nCoV). Struktur tubuh virus (virion) ini terdiri dari membran, selubung lipid bilayer, glikoprotein, genom RNA positif dan protein nukleokapsid. Virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severse acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Gejala corona virus antara lain pilek, batuk, sakit tenggorokkan, pusing, sulit bernafas dan demam yang sudah terjadi selama beberapa hari. Pada orang yang sistem imun lemah bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan bawah.

Saat ini, obat antibiotik maupun antivirus tidak ada gunanya untuk virus corona, sehingga pemulihan sangat bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh penderita. Bahkan otoritas China mengumumkan adanya peningkatan jumlah kematian yang diakibatkan oleh virus corona, dari sebelumnya berjumlah 82 orang meningkat menjadi 106 orang. Selain itu, lebih dari 4.515 orang lainnya telah positif terinfeksi virus tersebut.

Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), salah satu cara untuk mencegah virus corona adalah dengan menerapkan PHBS di sekolah. PHBS merupakan perilaku hidup bersih dan sehat. SMA Negeri 1 Kelapa salah satu sekolah rujukan sebagai sekolah sehat yang menerapkan PHBS. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang ada di SMA Negeri 1 Kelapa antara lain: Pertama, Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun. SMA Negeri 1 Kelapa sudah menyediakan peralatan kebersihan yang memadai seperti sumber air bersih dan sabun cuci tangan. Sehingga siswa siswi SMA Negeri 1 Kelapa dapat menjaga kebersihan tangan mereka. Menurut Daeng Mohammmad Faqih, Ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan bahwa masyarakat harus melakukan pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan karena penularan virus ini bisa ke jaringan mukosa di badan pada saat kita mengucek mata atau hidung menggunakan tangan.

Kedua, Mengkonsumsi makanan sehat. Ketiga, menggunakan jamban bersih dan sehat. Keempat, Olahraga yang teratur dan terukur. Kelima,  Memberantas jentik jamur. Keenam, Tidak merokok di lingkungan sekolah. Hal ini sangat diterapkan di lingkungan SMA Negeri 1 Kelapa baik pendidik maupun tenaga kependidikan tidak diperbolehkan merokok di Lingkungan sekolah. Ketujuh, Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan. Kedelapan, Membuang sampah pada tempatnya. Bahkan di SMA negeri 1 Kelapa disediakan motor pengangkut sampah sehingga setiap kelas bisa membuang sampah mereka secara teratur. (***)

Pos terkait