by

Wartawan Diharap Tidak Eksploitasi Tulisan Berunsur SARA

-Belitong-85 views
Polres Belitung saat mengajak seluruh insan pers yang berada di wilayah Kabupaten Belitung untuk melakukan Deklarasi Jurnalis mendukung kelancaran dan netralitas Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 di wilayah hukum Polres Belitung, Senin (12/02/18).(foto: dny)

TANJUNGPANDAN – Polres Belitung mengajak seluruh insan pers yang berada di wilayah Kabupaten Belitung untuk melakukan Deklarasi Jurnalis dalam rangka mendukung kelancaran dan netralitas Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 di wilayah hukum Polres Belitung, Senin (12/02/18).

Hal ini dilakukan serentak dengan penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati 12 Februari, yang akan dilakukan nanti malam, dalam hal ini Kapolres Belitung, AKBP Yudis Wibisana bersepakat dengan Dandim 0414/Belitung, Eko Saptono serta puluhan Jurnalis mendeklarasikan untuk mengamankan pilkada 2018.

“Hal ini untuk pertama kalinya dilakukan, dan hal ini sudah dilakukan di Polda Babel dan Polres Belitung meneruskannya. Diharapkan dengan ini semua pilkada di Kabupaten Belitung khususnya bisa berjalan lancar,” Kata Kapolres Belitung, AKBP Yudis Wibisana dalam sambutannya, diruang Tribrata Polres Belitung, Senin (12/02/18).

Untuk itu, yang pertama kali diingatkan olehnya ialah mengenai unsur sara. Sebab, menurut Yudis, hal ini sangat sensitif sekali untuk memicu perpecahan persatuan. Dan dirinya menyampaikan bahwa Indonesia sejak zaman Soekarno hingga zaman now ini, dibangun dengan keanekaragaman agama, suku, dan budaya.

“Diharapkan rekan-rekan (Watawan-red) tidak mengekploitasi tulisan yang berunsur sara ke media, yang akan ditafsirkan menjadi permasalahan yang bisa mengganggu ketertiban pilkada serentak 2018. Tulisan yang belum bisa di terjemahkan oleh orang awam akan memicu masalah,” tukasnya.

Yudis mengatakan, TNI/Polri sudah melakukan deklarasi untuk netral dalam pilkada. Bahkan dirinya saat ini, telah melarang anggotanya untuk berbicara politik, serta selfie dengan calon kepala daerah dan mengunggah sesuatu yang berkonten politik kemedia sosial.

“Sudah saya larang semua anggota saya, karena takutnya nanti polisi dianggap tidak netral, meskipun calon-calon tersebut masih ada hubungan dengan anggota, jadi kita tidak menginginkan hal semacam itu terjadi,” ujarnya.

Disamping itu, Dandim 0414/Belitung yang juga ikut dalam Deklarasi bersama jurnalis menyampaikan secara tegas bahwa dirinya serta anggotanya akan bersikap netral dan akan menjaga serta mensukseskan pilkada 2018 ini.

“Ini merupakan gagasan dan terobosan yang baik, inovatif, tanpa adanya dukungan dari rekan-rekan jurnalis dikwatirkan akan kelancaran pilkada. Intinya, saya dan pak Kapolres disini hanya mengawal, disini kami netral dan insan pers dalam hal ini bisa menjaga dalam memberitakan dan bisa memberikan dampak positif dalam menyampaikan pemberitaan,” Kata Dandim 0414/Belitung Eko Saptono.

Dirinya mengajak seluruh jurnalis di Kabupaten Belitung untuk mensukseskan pilkada di tahun 2018 ini.

“Mari kita bersama-sama untuk mensukseskan pilkada serentak 2018 khususnya di Belitung ini aman,” ajak Dandim.

Tidak hanya itu, perwakilan dari para wartawan yang ada di Kabupaten Belitung pun dalam sambutannya menyampaikan bahwa insan pers yang ada selalu bersikap netral.

Menurut pria yang sudah dianggap senior dalam kubu jurnalis ini, dari tahun-tahun terdahulu, dirinya bersama rekan lainnya terus mengawal setiap adanya pilkada.

“Insan pers di Kabuaten Belitung sangat netralitas dan di Belitung memang sudah dikenal aman. Bahkan kita sepakat dengan teman-teman jika memberitakan sesuatu akan terus berimbang,” pungkas Denny Gusman.(dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU