Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

Wartawan Diajak Memartabatkan Bahasa Indonesia

PANGKALPINANG- Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar kegiatan pembinaan bahasa untuk media massa selama empat hari sejak 28-31 Oktober 2019 di Swiss-bel Hotel. Pelatihan diikuti puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik se-Babel serta pers mahasiswa.

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam pelatihan ini yakni Ery Sandra Amelia (Kompas TV), Sutejo (STKIP PGRIĀ  Ponorogo), Yani Paryono (Kepala Kantor Bahasa Babel) dan Ibnu Wahyudi (Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia).

Kepala Kantor Bahasa Babel, Yani Paryono mengatakan salah satu tujuan digelarnya kegiatan pembinaan bahasa untuk media massa salah satunya untuk mengajak wartawan di Babel memartabatkan bahasa Indonesia sebagai simbol negara.

"Kami (Kantor Bahasa-red) ingin pada kesempatan ini menitipkan pesan dari kepala badan pengembangan bahasa dan perbukuan, agar semua jurnalis, wartawan yang mengelola media massa, tupoksinya memartabatkan bahasa Indonesia di ruang publik," kata Yani, Kamis (31/10/2019).

Menurut dia, bahasa Indonesia, setara dengan simbol negara lainnya, yang harus dihormati dan berdaulat serta bermartabat di negeri sendiri. Pada kesempatan itu, dia sempat mengkritisi penggunaan bahasa asing di sejumlah ruang publik di Kota Pangkalpinang.

"Di ruang publik di Kota Pangkalpinang ini, sudah banyak didominasi bahasa asing, mencirikan masyarakat tidak berbudaya. Kami berharap karena wartawan rajanya bahasa, dapat membantu dalam memartabatkan bahasa Indonesia ini dan saya ingin jurnalis di Babel menjadi percontohan bagi jurnalis di luar Babel," tambah Yani.

Selain wartawan, dia juga mengajak agar masyarakat selalu menggunakan bahasa Indonesia, dengan kewajiban melestarikan bahasa daerah sebagai karakter bangsa dan adat istiadat, serta wajib menguasai bahasa asing untuk transfer ilmu pengetahuan dari luar ke dalam.

"Kalau mau menggelar seminar gunakan bahasa Indonesia, jika ada pemakalah asing tentunya kita harus siapkan penerjemah," imbuhnya.

Di Prancis, kata Yani, masyarakatnya sangat mencintai bahasa Perancis, bahkan setiap wisatawan wajib menguasai bahasa Perancis. Demikian juga negara lain, yang menjunjung tinggi bahasa daerahnya.

Kantor Bahasa Babel, lanjutnya, sudah melakukan penandatangan kerja sama atau MoU dengan Gubernur Babel, untuk memartabatkan bahasa Indonesia di ruang publik.

"Ini akan saya kawal betul dan kami berterimakasih dukungan pemerintah, media juga diharapkan mendukung, apalagi presiden sudah mengeluarkan Perpres tentang penggunaan bahasa Indonesia, ayo kita cintai bahasa Indonesia," pungkasnya.(nov)

Diatas Footer
Light Dark