Warga & Pol PP Geruduk Tambang Ilegal

  • Whatsapp
Tim gabungan kembali merazia tambang ilegal di Desa Beluluk, Pangkalan Baru, kemarin. Razia dilakukan karena warga yang resah tambang berada di tengah pemukiman. Selain itu, menyebabkan banjir. (Foto: Ist/Dwi Sadmoko)

Limbah Tambang Bikin Air Sumur Keruh

SUNGAILIAT – Puluhan warga Lingkungan Hakok, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka dibantu jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka, Senin (29/4/2019) beramai-ramai menggeruduk aktivitas tambang ilegal di Kolong Bijur, Kelurahan Sinar Jaya. Warga geram, akibat penambangan pasir timah tak berizin itu, air sumur warga sekitar menjadi keruh dan tidak dapat dikonsumsi.

Kepala Lingkungan (Kaling) Hakok, Johan mengatakan, pihaknya sudah berapa kali menegur para pekerja tambang tersebut, namun tidak dihiraukan.

“Sudah berapa kali kami minta stop, soalnya dampak dari aktivitas itu banyak air sumur warga yang keruh dan tidak bisa dikonsumsi lagi,” ungkapnya.

Ia menyesalkan, sebelumnya hanya lima unit ponton tambang saja yang bekerja. Namun beberapa hari terakhir justru bertambah menjadi delapan unit, sehingga hal tersebut membuat warga menjadi tambah resah.

“Baru beberapa hari lima unit sekarang sudah delapan unit, padahal ini daerah resapan air dan merupakan titik rawan banjir,” terangnya.

Johan mengaku tetap akan terus menolak kegiatan tambang tersebut, karena pihaknya berencana akan menjadikan lokasi itu tempat agrowisata.

“Rencananya kawasan ini memang akan kami jadikan kawasan wisata jadi bisa jadi daya tarik,” imbuhnya.

Dilain pihak, Kap Sin mengaku adalah pemilik lahan yang terdapat penambangan ilegal tersebut. Dia mengatakan, memiliki surat kepemilikan lahan itu secara legal.

“Lahan ini punya kami pribadi, suratnya lengkap. Kemarin sudah kami pangil orang BPN buat patoknya dan ukur ulang,” katanya.
Meski begitu, karena permintaan masyarakat dan Pol PP ia bersedia untuk mengangkut alat-alat tambangnya sendiri dan menghentikan kegiatan tambang tersebut.

Kabid Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman menjelaskan, pihaknya sempat hendak melakukan tindakan bersama warga dengan mengangkat alat tambang dari lokasi.

“Tindakan ini kita lakukan karena adanya laporan dari masyarakat. Namun saat hendak kita angkat ternyata ada yang mengaku bahwa tambang itu miliknya, jadi kita suruh bongkar sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat menolak adanya aktivitas tambang karena lokasi tersebut merupakan daerah resapan air dan akan menyebabkan banjir jika musim hujan.

“Daerah ini merupakan resapan air, berapa kali terjadi banjir di sekitar lokasi, makanya warga menolak,” tambahnya.

Lagi, Tambang Beluluk Dirazia
Terpisah, tim gabungan yang melibatkan unsur Polsek Pangkalan Baru, Sat Pol PP Kecamatan Pangkalan Baru dan Pemerintah Desa Beluluk, kembali merazia penambangan ilegal jenis ponton rajuk di Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Razia dilakukan setelah Timgab mendapat laporan warga sekitar yang resah karena tambang ilegal berada di tengah pemukiman.

Dalam pantauan, tambang itu bukan hanya mengancam pemukiman warga Desa Beluluk, tapi juga menyebabkan banjir di wilayah Kelurahan Dul, Bangka Tengah.

“Keberadaan TI ponton di Desa Beluluk menyebabkan banjir di kediaman penduduk tepatnya di Kelurahan Dul, RT 09 RW 04. Kami minta kepada tim gabungan untuk segera menghentikan aktivitas TI,” kata Ibu Ida, warga setempat.

Sementara Kades Beluluk Toni mengatakan, lahan yang digarap penambang bukan merupakan lahan desa seperti diklaim para penambang.

“Bukan lahan desa. Desa tidak pernah mengeluarkan izin terhadap aktivitas penambangan liar ini,” ujarnya.

Menurut Toni, pihak desa sudah bosan memperingati penambang agar tidak melakukan aktivitas penambangan di daerah resapan air itu.

“Ini merupakan daerah aliran air, dilarang menambang, bahkan lokasi ini sudah pernah dirazia Polres Pangkalpinang dan tim gabungan sebanyak 3 kali,” terangnya.

Dalam razia tersebut polisi mengamankan satu unit mesin tambang. Tim gabungan juga membongkar ponton serta membawa peralatan tambang untuk diamankan di Polsek Pangkalan Baru. (mg419/das/1)

Related posts