Warga Kemuja Dulang Rupiah dari Bibit Durian

  • Whatsapp
“Mat Tiluk” atau Jamhuri (50) petani bibit durian Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat, Bangka inilah yang berhasil meraih untung Rp5-6 juta/bulan. Tampak Mat Tiluk tanpa mengenakan pakaian baju menunjukkan durian jenis Super Tembaga dilkokasi pembibitannya. Selain itu, ada juga durian jenis Tomashi atau Namlung dan durian jenis Putri Dewa.(foto: ran).

Durian Super Tembaga Paling Dicari
Untung Rp5-6 Juta Per Bulan

MENDO BARAT – Jamhuri atau ngetop dengan sebutan nama Mat Tiluk warga Desa Kemuja Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka saat ini mendulang rupiah dari hasil pembibitan durian lokal khas Bangka yang ditekuninya sejak 2010 hingga sekarang. Bagaimana tidak, setiap bulan dirinya mendapatkan untung Rp5 juta hingga Rp6 juta rupiah.

Ada tiga varietas durian lokal Bangka yang dilakukan okulasi atau menempel (grafting-red) oleh Mat Tiluk. Ketiganya adalah durian jenis Tomashi atau terkenal dengan sebutan Namlung, kedua jenis durian Super Tembaga, dan ketiga jenis durian Putri Dewa.

“Kebiasan menempel durian ini, memang sudah lama saya rintis sekitar tahun 2004. Pada tahun 2010, baru saya memperbanyak bibit durian ini dengan skala besar hingga saat ne. Dari tiga jenis durian khas Bangka ini, jenis durian Super Tembaga yang paling diminati orang karena memang sangat super dibandingkan durian jenis Tomashi dan Putri Dewa,” ujar Mat Tiluk saat dibincangi Rakyat Pos dilokasi pembibitan di Desa Kemuja, Minggu (23/04/2017).

Dikatakannya, ketiga jenis durian tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Seperti, durian jenis Tomashi alias Namlung atau ngetop dengan sebutan durian kotoran babi itu memiliki ciri-ciri berdaun halus, ukuran buah kecil, warna kuning abu-abu, tanpa biji kendati ada biji ukurannya sangat kecil.

Kemudian, jenis durian super tembaga ciri-cirinya berdaun agak lebar, ukuran buah besar sekitar 5 kilogram, warna telur kepiting, biji berukuran kecil, rasanya lemak manis. Terakhir durian jenis Putri Dewa ciri-cirinya, berdaun agak kecil, ukuran buah antara 6-8 kilogram per biji, ukuran isi sangat besar dan rasanya lemak manis.

“Ketiga jenis durian ini memang punya ciri khas masing-masing, padahal masih dalam satu keluarga, tapi ada perbedaan baik dari ukuran daun, ukuran buah, ukuran biji, warna biji dan rasa juga beda. Persediaan ketiga bibit durian ini sangat terbatas. Saat ini, stok bibit saya masih ada sekitar 6.500 bibit, yakni durian Namlung 1000 tanaman, durian Super Tembaga 5000 tanaman dan durian Putri Dewa 500 tanaman. Seluruh bibit durian sudah berusia tiga bulan,” ungkapnya.

Ia menerangkan, masa panen ketiga jenis durian itu antara 4-5 tahun sudah berbuah tergantung perawatan. Namun bila tanaman durian terawat, masa produksi bisa kurang dari 5 tahun.

Peminat durian sangat tinggi, terutama durian jenis Super Tembaga, mulai diminati dari kalangan pejabat, politisi hingga pengusaha besar di Bangka Belitung memesannya.

“Kalau masa berbuahnya tergantung pemeliharaannya. Jika dak dirawat, bisa sampai usia 10 tahun baru berbuah, memang durian ne harus rajin dirawat bukan cuma rajin menanam bai,” tuturnya.

Dipenghujung wawancara, Mat Tiluk menyampaikan harga per tanaman durian Rp50.000 rupiah dengan ukuran ketinggian 40 CM. Bagi yang mencari atau memesan bibit durian khas Bangka baik durian Tomashi atau Namlung, durian Super Tembaga, dan durian Putri Dewa, silakan menghubungi pihaknya di lokasi pembibitan durian Desa Kemuja atau melalui saudara Tamimi HP.0813 7349 0610.

“Kebutuhan bibit bisa dipesan sejak sekarang hingga September 2017. Cuma saya ingatkan, kalau nek pesen sejak sekarang lah, karena kalau ukuran bibit sudah di atas 40 cm, maka banyak yang pesan, dan kami punya stok bibit sangat terbatas. Yang lom kebagi, ya mohon maaf harus nunggu dulu sampai waktu yang dak ditentukan atau semile kami menempel atau okulasi. Kalau ikak beli diluar, ko yakin harge di atas Rp100 ribu, karena durian ne jadi rebutan banyak orang. Dan durian ko ne sangat terjamin dan sudah terbukti di kebun saya sendiri,” tambahnya. (ran/3).

Related posts