by

Warga Keluhkan Gas Melon Langka

Thony: Stok Memang Dikurangi Pertamina

SUNGAILIAT – Sejumlah warga Sungailiat, Kabupaten Bangka mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram. Selain langka, harga eceran gas melon mencapai Rp22.000 per tabung.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperindag) Kabupaten Bangka langsung melakukan pemantauan pasokan elpiji bersubsidi di dua agen gas yang ada di seputaran wilayah Sungailiat.

Saat dikonfirmasi Selasa (7/8/2018) di kantornya, Kepala Disnakerperindag Kabupaten Bangka, Thony Marza membantah jika gas elpiji 3 kilogram langka, melainkan stok memang dikurangi oleh pihak Pertamina ke para agen gas elpiji.

Dikuranginya stok gas melon tersebut dikatakan Thony, dilakukan untuk menstabilkan pasokan gas elpiji bersubsidi karena sebelumnya stok gas pada akhir Juli 2018 lalu lebih banyak. Pengurangan pasokan tersebut, kata dia, diakui pihak agen.

“Kami pantau dua agen kalau di Sungailiat dari CV Silvia memang mereka mengakui ada penurunan stok dari agen mereka yang ada di Belinyu. Selama ini dua mobil truk sejak tanggal 1 Agustus kemarin satu mobil. Dari CV Eka Jaya Nugraha mereka melaporkan memang benar awal bulan ini ada pengurangan sedikit,” jelas Thony.

Penyebab kurangnya pasokan gas bersubsidi ini, diakuinya, sudah terjadi sejak akhir Juli lalu. Sehingga diawal Agustus 2018 untuk menyeimbangkan stok, pasokan gas dikurangi sementara oleh Pertamina.

“Pihak agen yakin kuota gas yang mereka dapatkan setiap bulan tidak ada pengurangan. Mungkin kekurangan stok gas sekarang ini ditambahkan di tengah dan di akhir bulan, itu keyakinan dari para agen. Mungkin kata mereka sekitar pertengahan bulan ini sudah normal,” ujarnya.

Masih kata Thony, untuk tiap-tiap pangkalan tidak dikurangi dan terakumulasi. Sedangkan untuk seluruhnya kebutuhan gas untuk masyarakat di Kabupaten Bangka sekitar 405 truk sebulan.

“Dari akhir bulan kemarin gas dinilai berlebih sehingga kebijakan pihak Pertamina untuk menstabilkan pasokan gas mungkin dikurangi dulu,” jelasnya.

Saat ditanya apakah ada indikasi penimbunan, pangkalan maupun para pengecer gas bersubsidi Thony membantah.”Dag ade (tidak ada) penimbunan, untuk ape nek (mau) nimbun sekarang nih,” tegasnya.

Thony juga berharap kepada para agen gas elpiji bersubsidi melaporkan kepada Pertamina karena masyarakat sudah mulai resah kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.(snt/10)

Comment

BERITA TERBARU