Warga Jangkang Digegerkan Bunga Bangkai

No comment 116 views

Bunga Bangkai yang tumbuh disamping kediaman Doyok (37), warga Dusun Jangkang inilah yang sempat bikin Warga Jangkang Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur geger, lantaran aroma tak sedapnya.(foto: yan).

Seukuran Jantung Pisang, Tinggi 25 cm

BELITUNG TIMUR – Warga Jangkang Kecamatan Dendang Kabupaten Belitung Timur (Beltim) digegerkan dengan munculnya “Bunga Bangkai”. Sudah sekitar tiga hari ini, sekuntum bunga beraroma tak sedap mekar di samping kediaman Doyok (37), warga Dusun Jangkang tersebut.

Karena busuknya itulah kemudian Doyok menyebutnya sebagai bunga Bangkai.

Berwarna agak keunguan dan kecokelat, bunga tersebut juga menarik perhatian warga di sekitar rumahnya. “Sekarang sedang mekar. Cuma sekuntum saja, seukuran jantung pisang, tingginya adalah sekitar 25 sampai 40 cm,”kata Doyok kepada Pos Belitung, Sabtu (11/11/2017).

Doyok mengatakan, bunga tersebut adalah bunga yang sempat ia tanam beberapa tahun yang lalu. Ia mendapat bibit bunga Bangkai saat temannya dari Palembang datang berkunjung ke rumahnya.

Bibit itulah yang ia tanam di samping rumahnya. Setelah beberapa waktu, bunga pun mengembang dan mati.

Doyok kaget ternyata, meskipun telah pernah tumbuh dan mati, bunga ini masih bisa tumbuh di tempat yang sama sekitar setahun kemudian seperti saat ini.

“Tanaman itukan mati setelah mekar. Walaupun seperti hilang setelahnya, ternyata dia bisa tumbuh lagi. Inilah dua kali berbunga. Yang pertama itu sudah sekitar setahun yang lalu. Dulu saya tanam di samping rumah. Saya juga gak menyangka bahwa bunga Bangkai ini tidak bisa hilang,” ujar Doyok

Karena bukan khas Belitong, praktis tanaman berbau menyengat dan tak sedap itu menarik perhatian warga di sekitar rumah Doyok. Apalagi rumahnya dekat lapangan voli, sehingga gampang diketahui warga.

“Ramai yang lihat. Rumah saya itu dekat lapangan voli, jadi ada saja yang datang kalau sore-sore,” kata buruh harian lepas ini.

Terpisah, pemilik Handaru Nursery Manggar Donny menuturkan, bunga yang tumbuh di samping kediaman Doyok tersebut masih satu famili dengan bunga Bangkai endemik Bengkulu, Rafflesia Arnoldi. Hanya saja ia berbeda spesies. Bunga Bangkai yang tumbuh di dekat kediaman Doyok adalah Suweg Amoprphophallus Pawoniifolius.

“Kenapa disebut bunga Bangkai, karena saat mekar, dia menimbulkan bau busuk. Jadi tanaman dari famili tersebut, oleh masyarakat awam disebut bunga Bangkai,” ujar Donny yang penghobi dan sekaligus penjual tanaman.

Donny mengatakan, meskipun beraroma tak sedap, bunga ‘bangkai’ Suweg yang tumbuh di dekat kediaman Doyok, warga Desa Jangkang, Kecamatan Dendang, Beltim, memiliki kelebihan. Umbiinya bisa dikonsumsi dengan cara dikukus.

Kemudian adapula yang memanfaatkannya sebagai obat tradisional.
“Makannya (umbi) campur parutan kelapa. Bunga itu juga bisa diawetkan dan dipajang. Suweg biasa tumbuh di hutan. Selain bisa dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat alternatif, di daerah Jawa bunga ini bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional terutama sebgai obat luka dan bisul,” ucap Donny, Sabtu (11/11/2017).

Donny mengatakan, sebaran tanaman Suweg cenderung sporadis. Tanaman ini, kata Donny, juga pernah mekar di daerah Aik Pelempak, Tanjungpandan dan sempat dikunjungi oleh Wabup Belitung Erwandi A. Rani beberapa waktu lalu.

“Tanaman Suweg bisa ditanam, tapi untuk melihat bunganya butuh siklus dan kondisi yang benar-benar tepat,” tukasnya.(yan/3).

No Response

Leave a reply "Warga Jangkang Digegerkan Bunga Bangkai"