Warga Girimaya Tolak Game Ketangkasan

  • Whatsapp
Tolak Star Zone – Pertemuan warga RT 06 dengan pihak terkait di Kantor Lurah Batu Intan, Rabu (17/7/2018) malam. Dalam pertemuan itu warga menyatakan menolak adanya arena permainan ketangkasan pihak Star Zone di daerah mereka. (foto: istimewa)

Ketua RT Ngaku Gamezone Berbau Judi
Polisi Diminta Hentikan Semua

PANGKALPINANG – Warga RT 06/02 Kelurahan Bantu Intan, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang menolak pengajuan izin usaha game atau permainan ketangkasan di lingkungan mereka.

Hal ini terungkap dalam pertemuan yang digelar Plt Lurah Batu Intan Reni Indrawati bersama Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra, Dinas Pariwisata, RT, RW, LPM, Kepala Sekolah SD 12, Bahbinkamtibmas, Babinsa dan warga setempat, manajemen Star Zone pada Rabu (17/7/2019) malam di Kantor Lurah Batu Intan.

Saat pertemuan, Ketua RT 06, Isnawi menyatakan menolak kehadiran game atau permainan ketangkasan dikarenakan adanya unsur permainan judi di dalamnya.
Dirinya tidak setuju lantaran banyak warga yang merasa resah terhadap usaha pemain ketangkasan yang ada di lingkungannya, berdampak buruk karena berbau judi. Seperti Trizone dan Goldenzone yang kini masih beroperasi.

“Tetap kami tolak ini aspirasi rakyat, kami belajar dari keberadaan game zone lainnya seperti Trizone, yang berdampak buruk bagi warga kami. Setiap hari ada saja ibu-ibu yang melapor kepada saya bahwa suami maupun anaknya menghabiskan waktu di gamezone sampai terjadi pertengkaran keluarga,” sebutnya.

Hal sama disampaikan Kepala Sekolah SD 12 Pangkalpinang yang menolak lantaran lokasi game ketangkasan itu berjarak dekat dari lingkungan sekolah.

“Saya sebagai tenaga pendidik menolak keras, meskipun tadi dibicarakan oleh managemen bahwa mereka akan membuka permainan dari jam 14.00 sore, siapa yang berani menjamin anak didik kami tidak bermain disana?,” ujarnya.

Terpisah, Manajemen Star Zone yang diwakili Agus menghormati apa yang telah menjadi kesepakatan oleh warga RT 06, Kelurahan Batu Intan.

“Kami hormati apa yang disuarakan oleh warga dan kami pastikan tidak membuka permainan karena tidak memperoleh izin dari warga,” singkat Agus.

Sedangkan Lurah Batu Intan Reni Indrawati mengatakan pihaknya bersama kapolsek sebagai pelayan masyarakat hanya memfasalitasi mediasi antara warga dan pihak Star Zone.

“Kami mendapat banyak keberatan atas izin usaha Star Zone dan kami lakukan pertemuan bersama masyarakat agar kita bisa dengarkan alasan keberatan dari masyarakat, jadi bukan menghambat perizinan,” terang Reni.

Sementara itu, Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra menyebutkan bahwa pihaknya yang bertanggung jawab terhadap kamtibmas, mengharapkan agar aspirasi warga disampaikan secara santun.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bila ada yang tidak setuju sampaikan dan jangan takut intimidasi dari pihak-pihak tertentu. Kalau ada yang mengancam ibu-ibu silahkan hubungi nomor call center Sahabat Intan yang sudah kami sebarkan di tempat-tempat umum,” ujar Adi Putra.

Dilain pihak, aktivis salah saru ormas kepemudaan mendesak aparat kepolisian juga menghentikan kegiatan game ketangkasan lain yang terus beroperasi sejak lama di Kota Pangkalpinang.

Sebab, jika menurut Ketua RT dan warga bahwa permainan ketangkasan berdampak buruk dan berbau judi, maka game ketangkasan seperti Trizone dan Goldenzone serta tempat game lainnya yang ada di Pangkalpinang sarat perjudian.

“Sudah sejak lama game-game zone yang lainnya dibiarkan beroperasi. Ada Trizone yang kata ketua RT itu, ada Golden Zone kenapa dibiarkan tetap beroperasi? Jadi kita minta Bapak Kapolda Babel menginstruksikan kepada jajarannya di Kota Pangkalpinang untuk menutup semua tempat-tempat diduga berbau judi itu semua,” tegasnya.

Aktivis ormas yang meminta namanya tidak ditulis ini menyatakan, jika dalam waktu dekat tidak ada respon dari pihak kepolisian untuk menutup seluruh arena permainan ketangkasan, mereka berencana menyurati Kapolda Babel hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadukan persoalan ini. (das/red/1)

Related posts