by

Warga Dusun Tuing Minta Jalan Diaspal

Tujuh Kilo Masih Tanah Kuning

SUNGAILIAT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Riniati Sajuni mengharapkan agar Pemkab Bangka dapat mengaspal jalan di Dusun Tuing Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip sepanjang tujuh kilometer yang masih berupa tanah kuning.

Usulan pengaspalan jalan itu, diakui Riniati atau akrab disapa Cik Ani ini diperolehnya dari warga saat melakukan reses di Dusun Tuing beberapa waktu lalu. Apalagi saat ini Dusun Tuing menjadi kawasan wisata sehingga memerlukan akses jalan yang memadai.

“Sebelum reses saya sudah melihat kok jalan tetap kuning sedangkan itu akan menjadi kawasan wisata. Sebelum reses juga saya masuk lihat kontraktor sudah mulai membenahi pantai itu katanya untuk dibuat kawasan wisata berarti daerah itu penting. Tapi lucunya jalan itu sekitar tujuh kilometer tidak diaspal. Jalan itu dari Mapur masuk sampai disana ada warung-warung dari sana mulai sampai sebelum Tuing tidak ada aspal,” ungkap Riniati, di DPRD Bangka, Senin (19/2/2018).

Warga Dusun Tuing, kata Riniati mengeluhkan kondisi jalan tersebut saat dirinya saat mengelar reses beberapa waktu lalu berharap jalan bisa diaspal. Dikatakan politisi Partai Hanura ini, warga pernah mengusulkan dalam pemerintah daerah, namun jawabannya jalan tersebut masuk kawasan hutan lindung. “Kalau hutan lindung mengapa disana dibuat SDN lebih baik tak usah bikin. Itu suara warga, waktu reses,” kata anggota dewan Dapil Belinyu ini.

Riniati menyayangkan dengan Desa Pejem Kecamatan Belinyu yang jalannya sudah mulus hingga ke dusunnya. Sedangkan jalan Dusun Tuing tidak sehingga masyarakat bertanya-tanya mengapa jalan di dusun mereka tidak diaspal.

“Bu, tolong kata mereka. Jadi harus saya perjuangkan demi pembangunan yang merata demi keadilan sosial. Ada kecemburuan sosiallah. Mereka jugakan tahu malahan di Pesaren lihat masuk ke Villa Pak Junaidi itu aspal sebenarnya nggak sangat penting? yang urgen ini. Saya mohon pemda memperhatikan,” ujarnya.

Warga Dusun Tuing juga mengeluh tidak ada sinyal handphone di daerah mereka karena tidak ada tower. Sementara itu, puskesmas juga belum ada. “Ada sekitar 100 lebih kepala keluarga lebih saya rasa sudah memenuhi syarat untuk dibenah. Mereka minta saya mengebrak,” pungkasnya. (snt/10)

Comment

BERITA TERBARU