Warga Binaan Lapas Perempuan Dibekali Keterampilan

  • Whatsapp
Kalapas Perempuan Pangkalpinang, Nebi Viarleni

PANGKALPINANG– Warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pangkalpinang tidak saja di berikan pembekalan agama melalui siraman rohani, tetapi juga dibekali berbagai keterampilan dan keahlian.

Kalapas Perempuan Pangkalpinang, Nebi Viarleni mengatakan untuk siraman rohani, rutin diberikan dengan melibatkan berbagai tokoh agama, tidak saja hanya untuk warga binaan yang agama Islam, tetapi semua agama.

Read More

“Kami banyak bekerjasama pembinaan mental, dengan kemenag dan yayasan di bidang keagamaan, semua agama kita masuk, secara rutin pelaksanaan berjalan dengan baik,” sebut Nebi, Kamis (27/2/2020).

Sedangan untuk pelatihan, pihaknya, kata Nebi, memberikan keterampilan seperti membatik, tata boga, kerajinan tangan, salon dan lainnya.

“Kalau untuk asimilasi memang tidak ada karena sangat riskan, tetapi kami melatih warga binaan dengan keterampilan, dan membuka jalan dengan Bank Indonesia untuk membuat galeri di luar lapas agar warga binaan ini bisa memasarkan hasil produknya,” katanya.

Bahkan, menurutnya, beberapa produk hasil buatan warga binaan sudah dijual di situs blibli.com. Selain itu, warga binaan juga membuka usaha jasa laundry untuk umum.

Di lapas dengan penghuni 81 orang ini, Nebi menambahkan, kebanyakan karena kasus narkotika. Lapas, lanjutnya, juga akan melaksanakan 15 poin resolusi pemasyarakatan, termasuk program bebas biaya dan pelayanan.

Tak saja di lapas perempuan, hampir di setiap lapas yang ada di Babel, juga dilakukan pembinaan dan pelatihan, agar para warga binaan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Warga binaan di Babel berjalan kondusif, semua program yang kami laksanakan sudah berjalan dengan baik,” kata Kabid Pelayanan dan Keamanan Divisi PAS Kanwil Kumham Babel, Yuliantino.

Meskipun, diakuinya, untuk kapasitas lapas sudah berlebih, namun pihaknya mengatasi dengan mendistribusikan ke lapas lainnya di wilayah Babel.

“Dari dua ribu lebih penghuni, paling banyak itu kasus narkoba dan apabila ada warga binaan yang berisiko tinggi, ataupun pidana seumur hidup akan dipindahkan ke Nusa Kambangan,” ujarnya.

Untuk warga binaan narkoba, dia menambahkan, dilakukan upaya pemulihan dengan konseling, dibantu BNNP untuk memulihkan harkat dan martabat agar bisa menyadari apa yang sudah mereka lakukan. (nov/10)

Related posts