Warga Belo Usir Penambang TI

  • Whatsapp

Tarik Paksa Ponton dengan Perahu
Masyarakat Masih Landa Musibah Banjir

MUNTOK – Masyarakat Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat dibuat hilang konsentrasi mengurus bencana banjir dan jembatan putus. Hal itu dikarenakan masuknya 10 unit Tambang Inkonvensional (TI) rajuk di laut setempat sejak Minggu (29/1/2017).
Warga yang sebelumnya sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur terpaksa ditinggalkan dan langsung berkumpul menuju pantai. Mereka berkumpul guna mengusir ponton TI rajuk yang ingin menambang pasir timah. Masyarakat Belo Laut sendiri sudah konsisten menolak semua jenis tambang laut.
Sunan salah satu warga mengatakan kalau laut merupakan tempat masyarakat mencari nafkah. Untuk itu dirinya minta agar penambang menarik semua ponton keluar laut Belo Laut.
“Kami minta stop semua aktifitas penambangan jangan buat kami marah karena sekarang kami sedang dilanda musibah banjir,” ujarnya.
Sementara mantan Ketua BPD Belo Kamis enggan berbicara dan dia hanya memberi informasi saja kepada awak media kalau warga sudah berkumpul di pantai guna mengusir ponton TI rajuk.
“Jangan ku lah yang laen bae,” tandasnya sembari menaiki sepeda motornya, Minggu (29/1/2017).
Aksi pengusiran oleh warga terus berlanjut hingga Senin (30/1/2017) karena pekerja TI rajuk terus ngotot bekerja. Warga langsung ke laut dan menarik ponton TI rajuk menggunakan perahu nelayan namun hanya berhasil menarik 2 unit sisanya menjauh dari laut Belo.
“Dua ditarik nelayan dan 8 menjauh,” ujar Suhaidir saat menghubungi harian ini.
Camat Muntok Sukandi yang turun ke lapangan mengharapkan penambang menghentikan aktifitasnya karena terjadi gejolak. Dia berharap penambang menghormati keputusan masyarakat yang menolak apa lagi ini orang sedang sibuk ngurus musibah banjir.
“Kita minta dihentikanlah jangan membuat suasana tidak kondusif,” ujarnya.

Related posts