Warga Babel Diminta Waspadai Transmisi Lokal Penyebaran Virus Corona

  • Whatsapp
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG- Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus diingatkan untuk tetap waspada dan mengikuti tata cara menjaga kesehatan dan perilaku sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pasalnya, kasus yang terjadi di Provinsi Babel bukan lagi kasus kiriman dari orang-orang dari daerah lain yang masuk ke Babel, tetapi sudah dikatagorikan transmisi lokal atau penularan setempat yang terjadi dari penderita ke orang lain dalam satu wilayah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan sebuah kasus bisa dikatakan transmisi lokal jika penularannya dari kasus positif orang kedua kepada orang ketiga dan seterusnya.

Sementara, ketika ada seseorang yang menjadi pembawa setelah datang dari luar kota/daerah dan menularkan pada orang di dekatnya di daerah tujuan, itu berarti orang pertama menularkan ke orang kedua.

Baca Lainnya

“Transmisi lokal ini bukan dilihat berdasarkan lokasi penularan, akan tetapi jika hasil tracing membuktikan bahwa kasus positif yang tertular tersebut telah menularkan kepada orang lain. Jadi transmisi lokal itu terjadi jika penularannya dalam relasi sosial luas, misalnya dari luar kota atau daerah ke keluarga, lalu anggota keluarga menularkan ke rekan kerja, pegawai, atau tetangganya. Kalau dia masih keluarga inti, dalam artian tinggal dalam satu rumah, maka belum disebut transmisi lokal,” jelas Budi, Selasa (26/5/2020).

Pria yang akrab disapa ABP ini meminta, masyarakat untuk waspada meskipun saat ini mulai diberlakukan kondisi new normal, atau kondisi yang dianggap seperti sebelumnya, dengan hal-hal yang sebelumnya tidak lumrah menjadi lumrah diberlakukan.

“Masyarakat diminta untuk mematuhi protokol Covid-19 secara disiplin, yakni dengan tetap menerapkan physical distancing, menghindari kontak langsung, meminimalisasi kegiatan di luar rumah, termasuk berada atau berkumpul di tempat keramaian, tetap memakai masker, dan rutin mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir,” ingatnya.

Ia menambahkan, melihat terus bertambahnya jumlah pasien positif di Babel dalam beberapa hari terakhir, perlu waspadai bersama-sama dan harus segera dilakukan langkah-langkah taktis sebagai prevensi dan antisipasi, terutama terhadap kemungkinan peningkatan pasien positif akibat terjadinya transmisi lokal dalam penularan Covid-19 di Babel.

Contoh kasus transmisi lokal, seperti yang terjadi di Kabupaten Belitung, yang sudah ditetapkan sebagai daerah dengan transmisi lokal Covid-19,  sehingga sangat memungkinkan beberapa pasien positif Covid-19 yang ditemukan di Kabupaten Belitung maupun Kabupaten Belitung Timur bersumber dari penularan lokal.

“Penularan tidak hanya dari kasus impor, sehingga kenapa kita semua harus patuh dan disiplin menjalankan semua protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Salah satu pasien positif Covid-19 yang sekarang dirawat yaitu pasien 931 sangat mungkin terjadi karena adanya transmisi lokal virus Covid-19 yang telah  menyebar di wilayah Kabupaten Belitung maupun Kabupaten Belitung Timur, karena riwayat perjalanan pasien 931 yang pernah  melakukan pekerjaan pemantauan di daerah Pasar Manggar Belitung Timur dan aktifitas yang bersangkutan yang pernah beberapa kali pergi ke Pasar Tanjungpandan,” beber Bupati Belitung, Sahani Saleh.

Ia meminta seluruh masyarakat yang merasa pernah kontak erat, pernah berada dalam satu ruangan, pernah berada dalam satu mode transportasi terhadap ketiga pasien Covid-19 tersebut harap segera melaporkan dan memeriksakan diri di posko Covid-19 dinas kesehatan terdekat, atau pusat deteksi Covid-19 RSUD dr. H. Marsidi Judono Kabupaten Belitung untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai protap yang berlaku untuk  mencegah penyabaran kasus lebih luas. (nov)

Related posts