Wapres Puji Babel Tangani Stunting

  • Whatsapp
Wapres Ma’ruf Amin didampingi Waketum MUI, Menteri Kesehatan dan Gubernur Babel saat wawancara usai dialog nasional di Balitong Resort, Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020). Wapres memuji keberhasil Provinsi Babel dalam menangani stunting. (Foto: Istimewa)

PANGKALPINANG – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma’ruf Amin mengingikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi provinsi terbaik dan contoh bagi provinsi lain dalam menangani stunting. Hal ini dikarenakan Babel berhasil menurunkan angka stunting dibawah angka rata-rata nasional.

“Saya senang, laporan dari Gubernur Babel mengenai capaian stunting lebih rendah dari nasional. Ini luar biasa, nasional saja 27,6 persen sedangkan Babel sudah 23,37 persen,” kata Wapres dalam Dialog Strategi Penghimpun Tokoh dan Penggiat Desa dalam Percepatan Pencegahan Stunding di Desa di Provinsi Bangka Belitung (Babel), di Balitong Resort, Pantai Pasir Padi Kota Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020).

Read More

Ia menargetkan, angka stunting bisa turun hingga 14 persen, tetapi harus dilakukan berbagai upaya yang terintegrasi dengan semua stakeholder.

“Apa yang dilakukan Provinsi Babel menurunkan angka stunting dibawah nasional ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Dengan turunnya angka stunting ini, lanjut Wapres dapat membangun SDM yang unggul, manusia sehat, cerdas, terampil dan produktif sehingga punya daya saing. Karena stunting bisa menghambat pertumbuhan anak dan generasi penerus.

Amin berharap, angka stunting di Babel bisa terus turun, atau stagnan, jangan sampai angka stuntingnya naik lagi.

Wapres mengaku tertarik dengan program Sicentil (Siap Cegah Stunting) yang digagas oleh Pemprov Babel dalam menangani stunting.

“Selain stunting turun, angka kemiskinan di Babel juga dibawah rata-rata nasional. Jangan sampai capaian sudah bagus itu naik lagi. Apresiasi hasil dari Babel ini karena dibawah rata rata nasional,” tegasnya.

Sementara Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, Pemprov Babel akan memperkuat strategi menyehatkan masyarakat khususnya cegah stunting dengan berbagai upaya yang dilakukan. Termasuk intervensi anggaran untuk tambahan makanan bergizi bagi anak stunting.

“Angka dibawah rata rata nasional 23,3 persen, angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya,” kata Erzaldi.

Dalam penurunan stunting ini, pihaknya pun menggerakkan seluruh OPD dan instansi vertikal, termasuk Kementerian Agama untuk melibatkan penyuluh desa agar dapat mencegah pernikahan dini. Karena pernikahan yang terlalu muda, bisa memicu lahirnya anak stunting.

“Angka-angka indkator lainnya juga ikut turun seperti ibu hamil mendapatkan tambahan darah, makanan dan tambahan, hanya saja untuk satu angka yang capaian dibawah nasional remaja putri dapat tablet penambahan darah 47 persen kita baru 43,2 persen,” terangnya.

Dari segi anggaran, lanjut mantan Bupati Bangka Tengah ini, tak tanggung-tanggung, Pemprov Babel mengucurkan dana yang sangat besar, dari insentif daerah Rp40 miliar, ditambah lagi APBD sehingga totalnya Rp67 miliar. (nov/6)

Related posts