Wanita Telanjang Ditemukan Membusuk

  • Whatsapp

Bersimbah Darah Diduga Korban Pembunuhan

Pangkalpinang – Sejumlah warga Jalan Pasir Padi, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung, Minggu pagi (2/6/2017)heboh. Bagaimana tidak, seorang perempuan pendatang asal Bandung, Provinsi Jawa Barat bernama Dina (25), ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar sebuah rumah kontrakan di jalan itu.
Wanita ini juga didapati sudah membusuk dan dihinggapi belatung di dalam kontrakan temannya bernomor 21 yang juga pendatang warga Serang, Provinsi Banten. Temannya itu saat ini tengah pulang mudik lebaran.
Dina, perempuan berkulit hitam berambut pirang ini ditemukan dalam posisi telungkup dan bersimbah darah, hanya mengenakan celana dalam warna hitam saja. Tubuh telanjangnya yang sudah membengkak, dibaluti selimut biru bermotif bunga dengan alas tidur selimut berwarna pink ketika ditemukan.
Menurut keterangan Erwin tetangga korban, dirinya sudah beberapa hari belakangan ini mencium bau tidak sedap dari dalam rumah kontrakan yang berbaris panjang tersebut. Setelah diminta pemilik kontrakan untuk mencari tau asal bau itu, Erwin terkejut saat melihat jendela rumah yang ditempati korban terdapat bagian kaki wanita yang sudah membengkak, dipenuhi belatung dan lalat di dalam rumah.
“Mencium bau tak sedap, lalu saya mengintip melalui jendela samping kontrakan dan melihat koraban sudah tergeletak di lantai kamar. Melihat hal tersebut saya lagsung menghubungi pemilik kontrakan dan Polres Pangkalpinang,” jelas Erwin.
Didapat keterangan, wanita yang ditemukan tewas ini baru sekitar satu bulan lebih tinggal di kontrakan itu bersama temannya yang sedang mudik. Warga sekitar mengaku sering melihat wanita ini pulang larut malam bahkan subuh karena diduga bekerja di lokalisasi.
Tim dari Inavis Polda Babel, beserta Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pangkalpinang dan Polsek Bukit Intan kemudian datang ke lokasi, melakukan Olah TKP. Tampak polisi mengambil sejumlah barang pribadi milik korban untuk kepentingan penyidikan.
Kapolres Pangkalpinang, AKBP Noveriko Alfref Siregar didampingi Kasat Reskrim AKP Saleh ikut hadir di lokasi dan memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
“Indikasi awalnya ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Untuk lebih lanjutnya penyebab kematian korban akan dilakukan otopsi,” terang Kapolres.
Sampai berita ini diturunkan, jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Depati Hamzah untuk proses otopsi karena diduga kuat tewas akibat penganiayaan atau pembunuhan. Polisi kini tengah berupaya mencari pelaku pembunuhan ini dan sudah mengantongi identitas korban dan identitas lainnya. (das/1)

Related posts