Walikota Marah Pangkalpinang Absen di Stand SAIK 2019

  • Whatsapp
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil

Jabatan di Diskominfo dan Humas akan Dievaluasi
Kabag Humas dan Kadiskominfo Saling Lempar

PANGKALPINANG – Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil mengaku kesal dan kecewa dengan kinerja bawahannya. Ini lantaran absennya Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam perhelatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 yang digelar di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang beberapa hari lalu.

Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kominfo Babel) pada 23-25 Oktober 2019 dengan diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai daerah se-Indonesia ini, harusnya diikuti pula oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Molen sapaan Maulan Aklil mengatakan, tidak adanya perwakilan atau stand Pemerintah Kota Pangkalpinang membuat masyarakat ibukota provinsi Babel bertanya-tanya. Padahal kegiatan itu diselenggarakan di pusat Kota Pangkalpinang.

Karena alasan itulah walikota berang. Kemarahannya pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait kegiatan itu, membuat Molen yang harus meminta maaf kepada masyarakat Pangkalpinang.

“Mewakili Pemerintah Kota Pangkalpinang, sampaikan permintaan maaf. Ini jadi introspeksi kami terhadap dinas terkait. Karena ini merupakan ketidakseriusan atau ketidakmauan dari dinas terkait karena memberi nama Pangkalpinang menjadi jelek,” katanya dengan nada marah saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/10/2019).

Dia menilai dua OPD terkait yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Bagian Humas dan Protokol Setda Pangkalpinang harus memberikan penjelasan yang logis terhadap ‘Bolosnya’ Pemkot pada kegiatan itu. Permasalahannya bukan pada siapa yang salah atau salah, namun tanggungjawab sebagai penyelenggara pemerintah.

“Ini bukan salah siapa, tapi secara Pangkalpinangnya ini memang tanggung jawab saya sebagai kepala daerah. Tapi secara internal agar nanti bisa mengintospeksi diri sebagai dinas, untuk tidak melakukan hal seperti kejadian ini,” tegasnya.

Molen mengaku akan mengambil langkah tegas terhadap hal ini. Ia menyebutkan, sebagai orang nomor satu di Pangkalpinang merasa malu.

“Jelas saya akan panggil karena marah, kecewa dan malu, apalagi ini kegiatan nasional. Ini membuat nama Pangkalpinang menjadi tercoreng sebagai tuan rumah, biasanyakan Pangkalpinang selalu ikut serta kegiatan apapun,” tandasnya.

“Secara internal ini akan saya panggil dan evaluasi dan akan kita berikan sanksi yang tegas. Ini janji saya,” imbuhnya.

Saling Lempar

Terpisah, Bagian Humas dan Protokol Setda Pangkalpinang ketika dikonfirmasi berdalih tidak tergabung dalam kepanitiaan SAIK 2019. Sebab kegiatan itu adalah agenda Diskominfo Provinsi Babel yang bersinergi dengan Diskominfo Kota Pangkalpinang.

“Kegiatan tersebut adalah domainnya Kominfo, sebaiknya konfirmasi langsung ke Kominfo,” ucap Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Pangkalpinang, Hasan Rumata kepada sejumlah wartawan saat dihubungi.

Katanya, tanpa komentar pun mungkin semua orang sudah tahu sentral kegiatan ini adalah Kominfo. Demikian juga secara kapasitas, keikutsertaan dalam SAIK bukan dari Pemkot Pangkalpinang.

“Ibaratkan kapal, hanya mengisi dari kapal itu biar penuh dan sesuai keinginan. Intinya yang menjadi kepala acara ini ialah Kominfo bukan Humas Pemkot,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Diskominfo Kota Pangkalpinang, Agus Suryadi Yamani ketika dihubungi via telepon dan ditemui sejumlah awak media di Kantor Walikota Pangkalpinang, justru melempar permasalahan itu ke Kabag Humas Pemkot.

Ia menyarankan media menanyakan hal tersebut ke Kabag Humas, karena menurutnya acara itu adalah acara yang menampilkan produk kehumasan. “Produk yang ditampilkan adalah produk kehumasan, jadi konfirmasi ke Kabag Humas, nanti kalau saya yang jawab salah pula,” ucapnya.

Meski begitu, Agus mengakui memang acara SAIK itu dari Kominfo Pusat. Akan tetapi terkait menjadi peserta mengisi stand, itu atas dasar kesanggupan Humas Pemkot. Diskominfo Pangkalpinang hanya sebagai koordinator, dan Kominfo Pusat meminta produk humas Pemkot.

“Sudah berkali-kali rapat pemantapan SAIK ini. Pihak Humas Pemkot sudah menyanggupi, hingga menjelaskan produk apa saja yang akan ditampilkan pada stand itu nanti. Mereka (Humas) bilang oke, bahkan dijelaskan mereka nanti bakal diisi dengan produk-produk dari Kota Pangkalpinang, hingga menayangkan apa saja agenda atau perjalanan Walikota Pangkalpinang selama ini. Namun, saat pemasangan stand, pihak Humas tidak bisa ikut serta,” paparnya. (bum/1)

Related posts