Wakil Ketua DPRD Minta Ornamen China Dibongkar

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Amri Cahyadi menilai ada upaya masif yang dilakukan oleh Negara China untuk melakukan aneksasi (pencaplokan) kultural di wilayah Babel.
Hal itu disampaikan dia, mengingat banyaknya ornamen-ornamen China yang dibangun di wilayah Babel dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
“Sepertinya sudah ada upaya masif untuk melakukan pencaplokan secara kultural, dimana dengan banyaknya pembangunan ornamen-ornamen China di Kepulauan Bangka Belitung yang berupa puluhan gapura, gerbang, tempat pemujaan patung, dan simbol-simbol China,” kata Amri di ruang kerjanya, Kamis (9/1/2020).
Menurut dia, pembangunan ornamen-ornamen itu hanya sebuah kamuflase untuk meningkatkan pariwisata di Babel. Padahal versi dia, hal itu merupakan salah satu upaya Negara China untuk menganeksasi wilayah Babel secara kultural.
“Ini kan ornamen-ornamen yang seolah-olah dibangun di sini dalam bentuk bantuan atau sumbangan dari China untuk meningkatkan pariwisata. Seolah-olah begitu. Tetapi ini sebetulnya upaya pencaplokan secara kultural, sehingga mereka (China-red) bisa klaim bahwa Indonesia sudah banyak dimasuki oleh China,” ujarnya.
Adanya upaya pencaplokan di wilayah Babel ini, diungkapkan dia, sama kondisinya dengan Kepulauan Riau tepatnya di Laut Natuna yang saat ini diklaim sepihak oleh Negara China, sehingga kejadian ini menimbulkan keprihatinan dalam dirinya.
“Saya prihatin atas upaya pencaplokan secara fisik yang dilakukan oleh China terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Natuna,” ucapnya.
Karenanya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Babel ini mengimbau dan meminta keras agar pemerintah daerah dapat menginventarisir dan membongkar ornamen-ornamen tersebut yang diduga merupakan bantuan atau sumbangan dari Negara China.
“Mengajak pemerintah kita, dimulai dari pemerintah provinsi bersepakat untuk melakukan pembongkaran terhadap ornamen-ornamen yang dibangun di wilayah kita, kecuali rumah-rumah ibadah. Beda kalau rumah ibadah, rumah ibadah kan memang ada aturannya,” tukas Amri.
“Oleh karena itu, mari kita sadar, dan sekali lagi saya mengimbau kepada pemerintah daerah kita khususnya pemerintah pusat untuk mencermati ini, jangan sampai kita tetap bisu, diam dengan upaya-upaya yang secara masif untuk melakukan penjajahan di daerah kita ini,” pungkas mantan Calon Wakil Bupati Bangka ini. (ron/1)

Related posts