Wakil Gubernur Imbau Masyarakat Rajin Menanam Pohon

  • Whatsapp
Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah saat ngopi bareng di kawasan wisata Mangrove, Kurau, Bangka Tengah, Sabtu (28/7/2018) petang.(foto: ist).

Saat Ngopi Bareng di Kawasan Mangrove Kurau

KURAU – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah mengimbau masyarakat agar rajin menanam pohon. Pasalnya keberadaan pohon berperan penting menjaga kualitas dan kuantitas air. Semua ini membutuhkan peran serta aktif masyarakat.

“Jika ingin mempertahankan kualitas air, maka harus rajin menanam pohon. Dengan begitu diharapkan dapat mempertahankan potensi air,” kata Wagub Abdul Fatah saat ngopi bareng di kawasan wisata Mangrove, Kurau, Bangka Tengah, Sabtu (28/7/2018) petang.

Selain rajin menanam, Wagub Abdul Fatah mengharapkan masyarakat juga berperan dalam menjaga kawasan DAS di Kurau. Ini merupakan bagian dan salah satu upaya mempertahankan kawasan air di Bangka Belitung, khususnya Bangka Tengah.

“Jika dikelola dengan baik, keberadaan DAS ini dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat. Hutan mangrove yang dikelola ini menjadi bukti adanya peralihan pekerjaan dari menambang,” kata Wagub Abdul Fatah.

Menyinggung mengenai perkebunan sawit, Wagub Abdul Fattah menjelaskan, satu tandan sawit membutuhkan lima kubik air. Jika setiap batang terdapat empat tandan, maka tanaman ini membutuhkan setidaknya 20 kubik air sampai panen.

Untuk itu, kata Wagub Abdul Fatah, sebenarnya tidak ada istilah kata pengusaha sawit merugi. Karena air untuk kebutuhan tanaman sawit didapatkan secara gratis. Oleh sebab itu, hendaknya pengusaha perkebunan bisa menggandeng warga dalam bertanam sawit.

“Air harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, jaga keberadaan air dengan cara mulai menanam pohon. Upaya ini dapat mempertahankan potensi air,” ungkap Wagub Abdul Fatah.

Fadilah Ketua Forum DAS Babel menjelaskan, jumlah air secara kuantitas tetap, namun secara kualitas berkurang. Untuk Bangka Belitung telah dilakukan pengkajian dan secara umum belum mengalami krisis air secara kualitas hingga 20 tahun ke depan.

Namun untuk wilayah Kota Pangkalpinang, jelasnya, kondisi kualitas air sudah akan mulai berkurang. Hal ini dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk. Walau bisa mendapatkan air, namun untuk mendapatkan air siap minum susah.

“Secara kualitas, penyediaan air di Bangka Belitung belum bisa langsung minum. Tetapi penyediaannya hanya untuk mandi. Perlu ada peningkatan kualitas air di daerah dan untuk merawat air harus melakukan penanaman pohon,” imbuh Wagub.(rell/3).

Related posts