Wakil Bupati Bangka Tengah Buka Seminar KAHMI

  • Whatsapp

KOBA- Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh membuka seminar bertajuk “Memperkokoh NKRI dalam Lintas Lokal” yang dilaksanakan Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kabupaten Bangka Tengah di Gedung Diklat BKD Bangka Tengah, Senin (27/3/2017). Seminar diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Karang Taruna, dan Kahmi Bangka Belitung (Babel).

Narasumber pada seminar ini, selain Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, ada Akademisi STAIN Babel Iskandar, Kapolres Bangka Tengah AKBP Frengky Yusandhi dan Ketua KAHMI Babel, Sarbini. Hadir dalam acara tersebutAnggota DPRD Bateng, KNPI, Danramil, Danposmat TNI AL Koba, perwakilan Kejari Bateng, dan jajaran Kahmi Babel.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh dalam sambutannya mengatakan mengajak berbagai pihak untuk membangun mental spritual. Membangun mental spritual, kata Ibnu, sangat penting karena dampaknya sangat besar terhadap keutuhan dan ketahanan NKRI.

Ibnu menambahkan dalam mental spritual itu terdapat perilaku yang berbudi pekerti atau bersikap baik sehingga mampu menciptakan rasa kebersamaan, persatuan dan komitmen bela negara dalam bingkai NKRI.

“Sebagai aparatur negara bisa mencerminkan sikap yang baik dalam bekerja, sebagai komponen masyarakat juga mampu menunjukkan perbuatan demikian, demikian juga dengan aparat hukum. Memperkokoh NKRI harus kembali kepada UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Karena negara ini dibangun dari semua unsur masyarakat dari berbagai etnis, suku dan agama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KAHMI Bateng, Muhammad Tamimi menambahkan seminar ini digelar untuk sebuah pencerahan dan membangun komitmen bersama memperkokoh NKRI. Menurut dia, masyarakat Bangka Tengah terdiri dari masyarakat yang majemuk yaitu terdiri berbagai agama, ras dan suku.

“Kami mengundang sejumlah organisasi masyarakat, termasuk tokoh lintas agama untuk berbicara dan mengeluarkan pemikiran konstruktif tentang NKRI. Masyarakat dari berbagai etnis sudah hidup berdampingan dengan damai sejak lama, tidak ada konflik antar etnis dan agama. Maka atas dasar itu kami menggelar seminar ini,” katanya. (ran/10)

Related posts