Wakil Bupati Bangka Selatan Diperiksa Polisi Terkait Laporan Penipuan

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid ketika berada di halaman Mapolda Babel, memenuhi panggilan untuk diperiksa penyidik terkait laporan penipuan dan penggelapan uang Rp700 juta. Ia dilaporkan pengusaha asal Toboali. (Foto: Budi Susanto)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mendatangi Mapolda Bangka Belitung, Kamis (16/4/2020) pagi. Kedatangan Ketua PAC PDIP Kecamatan Toboali, Kabupaten bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimmum) atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp700 juta.

Riza Herdavid yang dilaporkan seorang pengusaha asal Toboali pada 20 Maret 2020 lalu, tiba di Polda Babel sekitar pukul 09.40 Wib bersama Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi yang juga dipanggil terkait kasus laporan sidak tambak udang.

Di pintu masuk kantor Ditreskrimmum Polda Babel, Riza membenarkan bahwa dirinya memenuhi panggilan polisi terkait dengan laporan dari pengusaha Jimmy Saputra. Namun ia mengatakan belum mengetahui seperti apa laporan tersebut, apakah berbentuk laporan informasi atau sudah pengaduan.

Untuk keterangan selanjutnya kata Riza, ia meminta agar media mengomfirmasi kepada Penasehat Hukumnya, Iwan Prahara yang juga kader PDIP Babel.

Baca Lainnya

“Nanti sama Iwan Prahara aja ya keterangannya,” kata dia singkat.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Budi Hermawan mengatakan pemanggilan terhadap Riza Herdavid saat ini baru sebatas sebagai saksi untuk penyelidikan atas laporan Jimmy Saputra.

“Memang benar hari ini ada pemeriksaan terhadap Wakil Bupati, Riza Herdavid dalam rangka penyelidikan sebagai saksi dari laporan Jimmy Saputra,” ujarnya.

Menurut Budi, saat ini pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan untuk membuktikan ada tidaknya unsur pidana dalam laporan itu. Terkait ada tidaknya upaya mediasi dari pelapor dan terlapor, dirinya belum mengetahui

“Kita hanya melakukan penyelidikan dulu untuk mengetahui apakah laporan yang dilaporkan ini masuk nggak unsur pidananya,” tegasnya.

Dia menjabarkan, panggilan ini adalah panggilan pertama kepada Riza Herdavid. Sebelum ini pihaknya sudah memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan, saksi yang dipanggil termasuk pihak pelapor.

“Terkait adanya surat tanah yang dijamin atas nama orang lain dari Riza ke Jimmy, kita belum memeriksa apa bentuknya. Nanti kita akan panggil nama-nama yang ada di surat tanah tersebut dan akan kita telusuri sejauh mana persoalannya,” tukas Dirreskrimum.

Sementara Iwan Prahara yang mengaku telah menjadi Penasehat Hukum Riza Herdavid mengatakan, belum bisa memberi keterangan terkait hasil pemeriksaan karena belum selesai.

Namun Iwan menegaskan sebagai kader PDIP, dirinya akan mendamping Riza Herdavid dalam menghadapi persoalan hukum tersebut.

“Saya akan mendampinginya sesuai instruksi partai,” tukasnya.

Menariknya, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Rudianto Tjen ikut menyoroti kasus ini. Ia mengatakan PDIP akan melakukan langkah terkait persoalan ini.

Saat dihubungi sejumlah wartawan, Rudianto menegaskan sebagai kader, PDIP akan mempelajari persoalan itu.

“Tentu saja sebagai kader partai kita akan pelajari kebenarannya, atau hanya fitnah menjelang pilkada. Kita akan pelajari juga motif-motif apa sampai ada yang melaporkan seperti itu, akan kita pelajari semua,” ujarnya.

Selain itu, sebagai kader, PDIP sudah mempersiapkan langkah hukum. “Tentu saja sudah menjadi kader, tim hukum kita akan mendampinginya dan ternyata kalau fitnah, kita harapkan ada jalan keluarnya,” kata Rudianto Tjen.

Dia menegaskan partai merasa prihatin atas kasus ini. Untuk itu dirinya meminta aparat dapat bersikap profesional.

“Tentu saja kita prihatin karena ada kader partai dilaporkan. Saya sangat berharap polisi bisa bekerja profesional, memeriksa kedua belah pihak agar bisa diselesaikan, biarlah nanti kebenaran bisa dibuka, apa benar ada masalah perdata atau cuma fitnah menjelang pilkada. Kalau terjadi fitnah itu sangat kejam, atau ada persaingan yang tidak sehat di internal. Kalau persaingan, sangat disayangkan, kepentingan pribadi dikaitkan dan merusak partai dengan tujuan tertentu,” tukasnya. (bum/1)

Related posts