Wagub: Restrukturisasi OPD untuk Dukung Visi Misi Kepala Daerah

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) akan melakukan restrukturisasi terhadap struktur organisasi perangkat daerah (OPD). Restrukturisasi OPD menurut Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah, perlu dilakukan untuk mendukung pencapaian visi misi dari kepala daerah.

Dia menegaskan akan ada penyesuaian organisasi, maka akan ada ASN yang sebelumnya menjabat lalu nanti tidak lagi menjabat. Apa yang dilakukan selama ini, menurut dia, diantaranya terus melakukan bongkar pasang pejabat, serta terus mencari pola yang terbaik untuk menghadapi perubahan maupun melihat kondisi yang ada.

“Restrukturisasi bukan untuk efisiensi dana, tetapi ingin melakukan efisiensi yang lebih kepada arah fungsi kerja yang lebih kaya dalam tugas dan terlebih kepada fungsinya. Ini dilakukan sehingga kinerja OPD searah dengan RPJMD,” tegas Fatah kepada wartawan, di ruang rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Rabu (26/06/2019).

Menurut dia, restrukturisasi organisasi akan berdampak terhadap pengurangan posisi jabatan di lingkungan Pemprov Babel. Namun, masalah keorganisasian tersebut, kata Fatah, jangan dibiarkan terlalu lama karena tujuannya untuk pembangunan SDM daerah.

Sampai saat ini, Pemprov Babel, lanjut dia, terus melakukan inventaris kinerja organisasi. Fatah menambahkan, hal tersebut mesti disesuaikan dengan peraturan. Sebab, ada pekerjaan yang semestinya bisa dikerjakan oleh satu OPD, namun tupoksi itu ada di dua perangkat daerah.

“Ini mesti dicarikan solusi, karena bisa menjadi suatu pemborosan. Namun, untuk OPD yang melakukan pelayanan dasar secara langsung, maka tetap akan berdiri sendiri,” ujar Fatah.

Asisten Administrasi Umum Setda Pemprov Babel, Darlan menambahkan dengan kondisi yang ada saat ini akan dilakukan merger untuk beberapa OPD yang bisa disatukan.

“Ada 12 kasi yang akan hilang dan tentunya ini termasuk di dinas. Kita akan melakukan konsep cabdin. Di BKPSDMD, kita juga akan melakukan perombakan. Kita akan pecah dengan badan diklat dan BKD akan kembali otonom,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setda Babel, Harrie Patriadie mengemukakan saat ini, sedang dikaji sejauhmana efektivitas OPD yang ada di Pemprov Babel.”Adanya kajian ini, diharapkan kinerja aparatur menjadi lebih meningkat,” tutur Harrie.

Untuk diketahui, beberapa OPD yang akan disatukan, diantaranya adalah biro perekonomian dengan biro pembangunan, kemudian biro humas dan protokol. Dengan demikian akan ada pengurangan dua jabatan eselon II, begitupun dengan beberapa OPD lainnya kemungkinan juga akan ada penyesuaian.(nov/rls/10)

Related posts