by

Wagub Ajak Honorer Jual Kacang Rebus

-Berita Kota-921 views

Ratusan Honorer Dilatih Kewirausahaan

PANGKALPINANG – Ratusan pegawai harian lepas (PHL) atau tenaga honorer mendapatkan pembekalan dan pelatihan mengenai kewirausahaan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bangka Belitung (Babel) di Kantor Gubernur Babel, Senin (11/2/2019).

Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah menyebutkan pelatihan yang digelar merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi untuk memberdayakan tenaga honorer menjadi lebih produktif sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan.

“Kepada tenaga honorer dapat memanfaatkan peluang dan kesempatan diantaranya memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan sistem berjualan online,” harap dia.

Fatah mengingatkan, agar tenaga honorer tidak usah malu, meskipun yang dijual hanya kacang rebus atau kue, tetapi apabila digeluti dengan serius maka lama-kelamaan akan membuahkan hasil.

“Sekecil apapun peluang dan potensi kalau jiwanya sudah tergugah maka ini bisa menjadi peluang. Jangan malas mencoba, kalau belum berhasil coba lagi, misalnya diawali dengan jual kue, jual kacang rebus memang jelek kedengarannya. Tapi ini lama-lama akan bagus,” pesannya.

Selain itu, selain diminta memanfaatkan peluang, ia juga mengajak honorer berpikir kreatif. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar honorer bekerja lebih giat dan rajin di lingkungan kerjanya.

Fatah melihat, ada honorer yang bekerja hanya mengisi waktu luang daripada menganggur, sehingga kerjanya tidak produktif dan terkesan datang duduk diam dan pulang. Inilah menurut wagub yang harus dirubah cara berpikir.

“Mari berinovasi. Kalian ini generasi muda, berpikirlah maju dan manfaatkan teknologi, ikuti kegiatan ini memiliki nilai tambah dan juga bisa menambah nilai pendapatan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena mengatakan pelatihan tersebut sebagai pengungkit agar tenaga honorer bisa berpikir kreatif dan memanfaatkan peluang untuk menjadi wirausaha.

“Pak gubernur mengarahkan kami untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi tenaga honorer, sehingga mereka tidak hanya bekerja sebagai PHL tapi juga punya usaha,” ujar Elfiyena.

Sebelumnya, lanjut dia, pihaknya sudah pernah melakukan roadshow dengan mendatangi OPD untuk memberikan pembekalan kepada honorer namun dinilai kurang efektif.

“Setelah acara ini diharapkan segera menyampaikan kepada teman-teman yang tidak hadir sehingga bisa saling memberikan inspirasi,” pintanya.

Dia juga menegaskan, bahwa tenaga honorer jika ada yang menjadi wirausaha harus tetap melaksanakan pekerjaannya dengan baik sebagai honorer.

“Kita tetap bekerja selaku PHL, tapi punya kemampuan lebih dari PHL, jiwa wirausaha ini juga harus tumbuh. Dinas Koperasi dan UMKM melalui PLUT siap membantu jika ada kendala dalam perjalanan menuju wirausaha,”ujarnya.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU