Wadah Pembinaan Generasi Millenial

  • Whatsapp
Rizaldy Al Ghifari
Mahsiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Gerakan kepanduan adalah sebuah gerakan Pendidikan non formal yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif guna membangun masyarakat. Di Indonesia sendiri Gerakan Kepanduan lebih dikenal dengan Istilah Gerakan Pramuka, merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti jiwa muda yang suka berkarya. Gerakan Pramuka sendiri mulai berdiri sejak diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tentang Gerakan Pramuka, menjadikannya sebagai ruh awal berdirinya Gerakan Kepanduan yang dikoordinir oleh Pemerintah dengan tujuan membentuk generasi muda Indonesia menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berjiwa Pancasila agar kedepan dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Dalam pola Pendidikan Gerakan Pramuka terbagi atas beberapa golongan yang didasari dengan penggolongan usia antara lain anggota pramuka yang berusia antara 7 – 10 tahun disebut Pramuka Siaga yang menyelenggarakan Pendidikan Bermain dan bersahabat dengan alam untuk membangun standar moral Pramuka sejak dini yang sesuai dengan Pancasila. Secara filosofis Pramuka Siaga melambangkan masa perjuangan bangsa Indonesia saat masih harus mensiagakan dirinya untuk kemerdekaan dengan membina persatuan antar pemuda yang ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Anggota Pramuka yang berusia antara 11 – 15 tahun dikenal dengan Pramuka Penggalang diambil berdasarkan kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber dari romantika perjuangan bangsa dalam melawan penjajah Belanda saat masih melakukan “Penggalangan Persatuan Pemuda Bangsa Indonesia” melalui Ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Pramuka Penggalang menyenggarakan pola Pendidikan Kepanduan kepada remaja di usia pubertas untuk memperkenalkan jati dirinya dengan kegiatan yang menantang dan penuh semangat sebagai sebuah simbol anak remaja yang enerjik dan rasa keingintahuan yang tinggi. Pramuka Penegak adalah anggota Pramuka yang berusia antara 16 – 20 tahun dengan menerapkan pola Pendidikan kemandirian dan kebebasan berpikir untuk menarik kesimpulan melakukan sesuatu patut atau tidaknya dilakukan. Pola pembinaan pramuka penegak lebih pada orientasi kepemimpinan dan pemecahan masalah yang terjadi, karena di usia remaja yang akan berajak dewasa ini pengkaderan pemimpin Indonesia di masa akan datang perlu dibuahi dengan pola pikir yang dinamis dan berkembang sehingga melahirkan pemimpin yang cerdas baik secara Mental, Intelektual dan Spiritual.

Kiasan Dasar yang melambangkan Pramuka Penegak adalah proses dalam merebut kemerdekaan yang berujung pada kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang menggunakan segala cara baik dengan peperangan maupun cara diplomasi. Pramuka Pandega tahap akhir bagi anggota Pramuka sebelum memasuki usia Pembina, dimana menerapkan pola Pendidikan Kepramukaan yang bersifat kualitatif, kreatif, dan syarat akan karya yang dapat langsung diterapkan dalam masyarakat. Hal ini dicerminkan dengan kaidah Kiasan Dasar Pramuka Pandega yaitu pembangunan Negara Indonesia pasca kemerdekaan agar menjadi bangsa yang besar dan selalu berpegang teguh pada dasar falsafah negara yaitu Pancasila.

Baca Lainnya

Dalam perjalannya Gerakan Pramuka mulai berakusisi untuk melaksanakan kegiatan – kegiatan yang tidak hanya bersifat menyenangkan dan menantang bagi generasi muda, namun juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar, seperti halnya baru – baru ini Satgas Pramuka Peduli yang juga turut serta dalam melakukan aksi penanggulangan wabah COVID-19 di berbagai daerah di Indonesia termasuk Bangka Belitung dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan Covid-19 di berbagai titik di wilayah Bangka Belitung, juga di tahun 2020 ini akan dilaksanakannya Perkemahan Wira Karya Tingkat Nasional dengan tuan rumah Kwartir Daerah Jambi. Perkemahan Wira Karya Nasional ini adalah ajang bagi anggota pramuka penegak dan pandega dari sabang sampai merauke untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di daerah setempat dengan cara membangun rumah ibadah, merekondisi daerah pariwisata, dan memperkenalkan budaya Indonesia ke generasi muda saat ini, agar terciptanya rasa cinta terhadap kebudayaan dan rasa bangga terhadap negara. Selain melakukan kegiatan bagi anggota pramuka biasa saja, Gerakan Pramuka juga menyelenggarakan Kegiatan Pertemuan Pramuka Berkebutuhan Khusus Tingkat Nasional yang direncanakan akan direalisasikan pada bulan September tahun ini. Kegiatan ini menunjukkan tingkat kepedulian Gerakan Pramuka kepada segenap bangsa Indonesia siapa dan bagaimana kondisi anggotanya pasti akan dapat berkarya dan berkontribusi bagi bangsa negara.

Namun seiring perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang kian merebak, Generasi-generasi muda saat ini atau dikenal dengan Generasi Millenial menunjukkan kurangnya minat terhadap Gerakan Pramuka yang dianggap telah ketinggalan zaman dan usang, karena mempelajari hal – hal yang dianggap tidak begitu relevan dimasa sekarang, seperti Kompas, Morse, Semapore, dan sandi menyandi, dimana dapat dengan mudah digantikan dengan alat – alat digital yang tersebar luas saat ini. Namum perlu dipahami hal – hal tersebut adalah ilmu – ilmu dasar yang dimiliki Anggota Pramuka umumnya sebagai metode pembelajar Gerakan Kepanduan secara universal.

Perlu diketahui bahwa Gerakan Pramuka saat ini telah bertransformasi menjadi lebih modern dan melek teknologi kerena berisikan Generasi Muda yang selalu berpikiran kreatif dan maju dengan melakukan beberapa gagasan seperti melakukan pemetaan wilayah bumi perkemahan menggunakan Google Maps, melakukan pendaftaran di beberapa kegiaatan dengan menggunakan Google Form serta memanfaatkan media – media sosial sebagai wadah promosi kegiatan seperti Facebook, Yotube, dan Instagram. Hal ini menunjukkan bahwa para anggota Pramuka juga merupakan orang yang melek teknologi dan tidak seusang yang dibayangkan.

Para Generasi Millenial saat ini harus juga melihat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter yang menjunjung tinggi akhlak mulia dan memiliki karakter Pancasila guna menghadapi tantangan di era yang akan datang. Karena Indonesia Emas di tahun 2045 akan isi oleh Generasi Millenial saat ini sebagai corong penerus bangsa yang memiliki mental, moral, dan spiritual yang baik, dapat mengisi kemerdekaan, kemajuan bangsa dan negara serta kejayaan Pancasila. Dalam hal ini Gerakan Pramuka adalah wadah tepat untuk menciptakan hal tersebut. (***).

Related posts