by

Wabup Tinjau Embung Gunung Mentas

-NEWS-297 views
TINJAU EMBUNG – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobi tampak menerima penjelasan dari Kabid SDA Dinas PUPR, Rizaldi ketika meninjau pembangunan Embung Air Baku Gunung Mentas di Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor, Kamis (21/02/2019) sore. Embung senilai Rp123 miliar lebih dengan system multiyears itu telah selesai dikerjakan rekanan, meski perlu perbaikan dan pemeliharaan di beberapa titik. (Foto: Bastiar Riyanto)

Kontraktor Janji Segera Perbaiki Dinding Ambruk
Manajemen Profesional PDAM akan Kelola Embung

Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobi, Kamis (21/02/2019) sore meninjau Embung Air Baku Gunung Mentas di Dusun Kepayang, Desa Kacang Butor Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung yang baru selesai dibangun. Saat peninjauan, wakil bupati didampingi Kepala Bappeda Belitung Hendra Caya, Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Rizaldi, Kabag Umum KA. Azhami, Inspektorat, dan Dinas Pariwisata.
Kepada Rakyat Pos, Isyak Meirobi mengatakan Pemkab Belitung menunggu penyerahan hasil pekerjaan proyek itu dari pemerintah pusat, karena pembangunan embung ini adalah proyek pusat menggunakan dana APBN.
“Selanjutnya, kita serahkan pengelolaannya kepada managemen profesional. Kita akan melakukan perombakan jajaran direksi di PDAM yang akan ditunjuk sebagai operator. Kita akan bahas bisnis plan, proyeksi bisnis kedepan,” kata Isyak.
Terlebih, Embung Air Baku Gunung Mentas ini memiliki deposit air yang banyak, kadar air bagus dan akan dialirkan ke potensi-potensi pasar, seperti hotel, restoran dengan kontrak jangka panjang.
“Kita butuh jajaran direksi dan managemen yang profesional,” tandas Isyak.
Terkait ambruknya dinding embung air baku yang sempat ramai diperbincangkan, kini sudah ada tanda-tanda akan mulai diperbaiki.
Kontraktor pelaksana pembangunan embung, PT. Fatimah Indah Utama dan PT. Bangka Cakra Karya selaku KSO, sudah mulai menyiapkan material untuk segera melakukan perbaikan dinding embung yang ambruk atau longsor sepanjang 18 meter.
“Itukan masih dalam tahap pemeliharaan, masih menjadi tanggungjawab perusahaan,” kata pengawas proyek, Sastra Sasmita perwakilan Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera VIII Provinsi Babel, Kamis (21/02/2019).
Dia membenarkan ada sekitar 18 meter dinding embung yang ambruk sejak 22 Januari 2019 lalu. Pihak kontraktor, kata Sastra Sasmita sudah mengetahui ambruknya dinding embung, dan Satker PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung pun telah melayangkan surat kepada kontraktor agar segera memperbaiki dinding embung yang ambruk.
“Minggu depan, perbaikan sudah dikerjakan,” tandas Sastra Sasmita.
Mega proyek yang menghabiskan APBN tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018 dengan dana lebih dari Rp123 miliar itu, sempat ramai diperbincangan setelah dinding embungnya ambruk beberapa kali. Tak diketahui pasti penyebab ambruknya dinding embung. Namun kemungkinan kondisi tanah yang masih labil dan belum padat.
“Kemungkinan itu (kondisi tanah),” jelas Sastra sembari menyangkal jika ambruknya dinding embung disebabkan kualitas pekerjaan yang kurang baik.
Diketahui Embung Air Baku Gunung Mentas di Dusun Kepayang seluas 11 hektar ini sejatinya mampu mengalirkan air 240 liter per detik. Di sekeliling kolam embung tertata tanaman palm putri dan dilengkapi dengan lampu penerangan berkapasitas 345.000 VA, serta jaringan pipa transmisi sepanjang 8,3 Km.
Terkait batu bata penahan pinggir jalan di sekeliling embung yang terlihat masih berantakan, Sastra menjelaskan, jika bata itu semula sudah terpasang. Tapi, karena tanah timbunan masih lembek dan jalan dilewati kendaraan sehingga pasangan bata penahan jalan ikut bergeser.
“Kontraktor sudah menyatakan akan segera melakukan perbaikan,” pungkas Sastra.
Sebelumnya, Kepala Satker PJPA Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Joni Rahaisyah telah mengirimkan surat kepada kontraktor PT Fatimah Indah Utama dan PT Bangka Cakra Karya (KSO) tertanggal 7 Februari 2019 dengan perihal menginstruksikan perbaikan selama masa pemeliharaan dan pembuatan pintu air dengan dana CSR perusahaan itu.
Instruksi itu yakni agar rekanan melakukan perbaikan longsoran talud pada sisi selatan (dinding embung) sepanjang kurang lebih 18 meter, kemudian mengganti tanaman yang mati di sekitar area tanggul jalan inspeksi. Lalu penggantian kabel dari trafo ke panel ATS dan segera melakukan pekerjaan pembuatan pintu air.
Dari empat instruksi itu, sudah diindahkan kontraktor yakni penggantian kabel dari trafo ke panel ATS. Sedangkan perbaikan longsoran talud dijanjikan segera dilakukan. Kontraktor diketahui memiliki waktu satu tahun untuk melakukan perbaikan dalam masa pemeliharaan. Jika tidak diperbaiki, maka jaminan penawarannya akan dicairkan pihak Satker PJPA dan uangnya digunakan untuk memperbaiki kerusakan tersebut. (yan/1)

Comment

BERITA TERBARU