Wabup: Perlunya Penguatan Gugus Tugas KLA

  • Whatsapp
Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza herdavid foto bersama diselas-seka kegiatan Penguatan Fungsi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019, yang dilaksanakan di Balai Daerah Pemkab Bangka Selatan, Senin (25/3/2019).(foto: dedi).

TOBOALI – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A dan PMD) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menggelar kegiatan Penguatan Fungsi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) tahun 2019.

Kegiatan yang dipusatkan di Balai Daerah Pemkab Basel, Senin (25/3/2019) dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bangka Selatan, Riza Herdavid.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Riza Herdavid berharap indikator-indikator KLA tidak berhenti menjadi sederet checklist evaluasi KLA. Tetapi dapat menjadi acuan bagi kabupaten/kota dalam memenuhi pengembangan KLA yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Saya ingin sekali lagi menggarisbawahi poin terpenting dari proses pengembangan kabupaten layak anak, yaitu koordinasi di antara para stakeholder pemenuhan hak-hak anak yang dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan,” pesan dia.

Oleh karena itu, Riza berharap penguatan koordinasi antara stakeholder dapat terus ditingkatkan dan terus melakukan koordinasi secara rutin. Karena anak adalah investasi di masa yang akan datang, maka menjadi kewajiban bersama untuk menjadikannya lebih berkualitas.

“Sehingga mereka (anak, red) akan menjadi modal pembangunan. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha harus bahu-membahu. Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini yang berkaitan dengan penguatan fungsi gugus tugas kabupaten layak anak,” terangnya.

Pada dasarnya, lanjut dia, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi anggota gugus tugas KLA, dan untuk meningkatkan koordinasi antara stakeholder yang masuk dalam keanggotaan gugus tugas KLA Basel.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin menekankan perlunya penguatan gugus tugas kabupaten layak anak, untuk meningkatkan beberapa indikator yang telah ditentukan oleh tim dari Kementerian PPPA,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Basel melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan menyelenggarakan kegiatan Forum Anak Tingkat Kabupaten Tahun 2019, di Hotel Grand Marina Toboali, Senin (07/03/2019) pagi.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 4 – 6 Maret 2019, dan diikuti sebanyak 100 orang peserta.

Mengusung tema “Bersama Menjadi Pelopor dan Pelapor Terhadap Identitas Anak, Meminimalisir Pelecehan Terhadap Anak, Pernikahan Usia Anak, Dan Asap Rokok Untuk Mewujudkan Kabupaten Bangka Selatan”, kegiatan tersebut, merupakan salah satu bentuk partisipasi pemerintah daerah dalam mendukung hak anak.

Bupati Basel Justiar Noer dalam kesempatan itu mengatakan, peranan anak sangatlah penting dalam pembangunan ini, karena anak adalah bagian dari masa kini dan pemilik masa depan.

“Kita tahu bahwa setiap anak memiliki potensi, talenta dan hak pengembangan diri. Begitu juga dengan kondisi anak yang berkebutuhan khusus koordinasi lintas sektoral sangatlah diharapkan dalam usaha pemenuhan hak anak, diantaranya hak anak di bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan haruslah diutamakan,” ungkapnya.

“Banyak isu yang sudah terjadi diantaranya pelecehan anak, pernikahan usia dini dan perdagangan anak dibawah umur untuk itu. Di setiap sekolah diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekstrakurikuler untuk pengembangan bakat anak, sehingga dapat mengurangi kenakalan remaja dan menguatkan kedisiplinan,” timpalnya.(raw/3)

Related posts