Wabup Berharap Sosialisasi BPJS Terus Dilakukan



Wakil Bupati Belitung membuka Sosialisasi Pemaparan Sistem Jaminan Sosial Nasional Ketenagakerjaan untuk pelaku usaha, koperasi, kecil, menengah dan besar di Kabupaten Belitung Timur.(foto: yan).

Manggar – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Timur bersama BPJS Ketenagakerjaan melaksanakan kegiatan sosialisasi pemaparan sistem jaminan sosial nasional ketenagakerjaan. Kegiatan tersebut ditujukan kepada pelaku usaha, koperasi, kecil, menengah dan besar di Kabupaten Belitung Timur.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin, dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Timur, Erna Kunondo, Kepala Kantor Cabang Perintis Belitung BPJS Ketenagakerjaan, Irsan Sigma Octavian, serta instansi terkait lainnya, yang dilaksanakan di ruang rapat Bupati Kabupaten Belitung Timur, Rabu (9/8/2017).

Wakil Bupati Belitung Timur, Burhanudin mengatakan kepedulian masyarakat di wilayah Beltim tergolong sangat rendah terhadap BPJS Ketenaga karjaan. Ia berharap agar terus dilakukan sosialisasi oleh instansi terkait, agar masyarakat sangat mengerti tentang BPJS.

“Sosialisasi, informasi dan intruksi agar masyarakat untuk mengurus jaminan kesehatan untuk hari tua melalui BPJS Ketenaga kerjaan kesehatan. Itukan sudah lama disampaikan. Kita minta ke kepala desa untuk menginstruksikan, mereka kan ada TKSD Tenaga Kerja Sosial, mereka kan selalu melakukan pendataan-pendataan. Kalau jumlah penduduk belitung timur, dengan kondisi yang ada, itu dak cukup, kita dari pemerintah sudah pernah, kan 50.000 kita menanggung BPJS, Cuma untuk saat ini kesadaran masyarakat, karena mereka meras sudah sehat. Padahal aturan baru itu 14 hari kita mendaftar baru berpungsi BPJS itu,” ungkap Burhanudin kepada RAKYAT POS, Rabu (9/8/2017).

Ia berharap instansi lebih serius dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi BPJS. “Nah, ini yang harus kita benarkan, kita minta para pekerja, para pegawai, yang mengurusi masalah itu dinas tenaga kerja, dinas kesehatan, dinas sosial, kecamatan dan desa harus turun kelapangan menyampaikan verifikasi pengecekan kepada masyarakat penerima dan pemegang kartu BPJS Kesehatan. Untuk tenaga kerja, bagi perusahaan hukumnya wajib mengikutsertakan pekerjanya pada jaminan sosial ketenagakerjaan. Itu wajib, karena itulah perlindungan terhadap pekerja,” tegas Burhanudin.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Timu, Erna Kunondo menambahkan, tentang kaitan bidang hubungan industrial dan jaminan sosial tenaga kerja, dalam hal ini memaparkan tentang pelaksanaan kerjasama Bipartit.

Menurutnya, lembaga kerjasama Bipartit yaitu Forum Komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di suatu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan Serikat Pekerja atau serikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab dibidang Ketenagakerjaan atau unsur pekerja.

Ia juga menekankan tentang penciptaan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di perusahaan.

Ditambahkannya, khusus bulan Agustus, setiap pelaku usaha kecil menengah yang ikut BPJS ketenagakerjaan akan mendapatkan subsidi untuk 1 bulan pertama bagi 700 or.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Perintis Belitung BPJS Ketenagakerjaan, Irsan Sigma Octavian, menyebutkan tentang beberapa program BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pensiun serta jaminan hari tua. Yang mengacu pada PP nomor 44 tahun 2015.

Irsan bersama tim rencananya akan melaksanakan sosialisasi lebih lanjut agar masyarakat lebih jelas tentang perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenaga kerjaan.

“Direncanakan selanjutnya kami nanti turun untuk sosialisasi, di kecamatan atau di suatu desa biar nanti penyampaian informasi ini tetap nyampai ke masyarakat. Karena masyarakat taunya BPJS itu hanya BPJS kesehatan. Pada saat terjadi, setelah diobati meninggal, mereka minta uang kematiannya ke BPJS Kesehatan, padahal untuk mereka kan tidak diatur membayarkan uang kematian. Adanya itu dikami. Nah, perbedaan itulah kami harus tetap beri penjelasan ke masyarakat. Bahwa untuk berobat sakit itu ke BPJS kesehatan, kalau berobat karena kecelakaan tunggal apalagi sampai meninggala dunia, itu ada hak ahli waris, itu bisa diurus ke kami. Masyarakat taunya hanya perusahaan, ternyata boleh, seperti toko kelontong, usaha kecil. Kalau meninggal itu, dalam 1x24jam ahli waris akan mendapakan santunan. Kita lihat, apakah meninggal karena pekerjaan ataupun meninggalnya bukan karena pekerjaan,” ujar Irsan.

Kata Irsan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kepedulian akan keikut sertaan BPJS Ketenaga kerjaan masih dibawah standar. “Tingkat kesadaran masih diluar harapan, makanya kami harus turun gunung menyampaikan sosialisasi kemasyarakat. Yang penting informasi ini harus sampai ke masyarakat pelaku usaha,” tutur Irsan.(yan/3).

No Response

Leave a reply "Wabup Berharap Sosialisasi BPJS Terus Dilakukan"