Wabup Berharap KAHMI Lebih Kritis

  • Whatsapp

KOBA – Wakil Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh menegaskan kepada Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kabupaten Bangka Tengah berharap lebih kritis terhadap persoalan daerah dalam rangka mempercepat pembangunan di Bangka Tengah. Selain itu, Wabup juga mengajak peserta seminar maupun masyarakat secara luas untuk melakukan revolusi akhlakul karimah.
“Dalam konteks lokal tujuan untuk memperkokoh NKRI ini selain membangun kebersamaan, juga saya mengajak berbagai pihak untuk membangun mental spritual,” ujar Wakil Bupati Bangka Tengah, Ir Ibnu Saleh, MM saat membuka kegiatan seminar bertajuk “Memperkokoh NKRI Dalam Lintas Lokal” itu di Gedung Diklat Pemkab Bangka Tengah, Senin (27/03).

Dikatakannya, membangun mental spritual itu sangat penting karena dampaknya sangat besar terhadap keutuhan dan ketahanan NKRI.
“Kalau semua komponen masyarakat termasuk pemerintah sudah memiliki mental spritual, maka negara dan daerah ini lebih aman dan damai,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, dalam mental spritual itu terdapat prilaku yang berbudi pekerti atau bersikap baik sehingga mampu menciptakan rasa kebersamaan, persatuan dan komitmen bela negara dalam bingkai NKRI.
“Sebagai aparatur negara bisa mencerminkan sikap yang baik dalam bekerja, sebagai komponen masyarakat juga mampu menunjukkan perbuatan demikian, demikian juga dengan aparat hukum,” tuturnya.

Ia menyampaikan, satu yang harus diperhatikan bahwa negara ini dirikan dengan semangat perbedaan, semangat kebersamaan dan semangat kemajemukan.
“Memperkokoh NKRI harus kembali kepada UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Karena negara ini dibangun dari semua unsur masyarakay dari berbagai etnis, suku dan agama,” terangnya.

Sementara Ketua KAHMI Bangka Tengah, Muhammad Tamimi menyampaikan seminar ini digelar untuk sebuah pencerahan dan membangun komitmen bersama memperkokoh NKRI.
“Kami mengundang sejumlah organisasi masyarakat, termasuk tokoh lintas agama untuk berbicara dan mengeluarkan pemikiran konstruktif tentang NKRI,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Bangka Tengah terdiri dari masyarakat yang majemuk yaitu terdiri berbagai agama, ras dan suku, dan golongan.
“Masyarakat dari berbagai etnis sudah hidup berdampingan dengan damai sejak lama, tidak ada konflik antar etnis dan agama. Maka atas dasar itu kami menggelar seminar dengan tema “Memperkokoh NKRI Dalam Lintas Lokal”, tukasnya.

Seminar “Memperkokoh NKRI Dalam Lintas Lokal” mendatangkan narasumber Wakil Bupati Bangka Tengah Ir H Ibnu Saleh, MM, akademisi STAIN Babel Dr Iskandar, M.Hum, Kapolres Bangka Tengah AKBP Frengky Yusandhi, S.Sik, MA dan Ketua KAHMI Babel Sarbini. (ran/6).

Related posts