Virus Corona Mereda dengan Penanganan Islam

  • Whatsapp

Oleh : Ummu Zanki – Muslimah Bangka Belitung

Read More

Mantan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman Rizal Ramli baru-baru ini bertemu dengan tokoh senior Jawa Barat, Tje Tje Hidajat Padmawinata. Rizal lantas membagikan pandangan dari sang tokoh senior tersebut mengenai kondisi Indonesia saat ini. Dalam akun twitternya Rizal Ramli menuliskan pandangan tokoh senior tersebut bahwa  Indonesia hari ini ‘A Nation without a leader, krisis kenegarawan”.

Pandangan Tje Tje Hidajat Padmawinata memang tidak terbantahkan, apalagi melihat penanganan pemerintah terkait wabah penyakit oleh virus corona (Covid-19). Hingga Kamis 19 Maret 2020 total pasien covid-19 di Indonesia tercatat sebanyak 308 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 25 pasien yang meninggal dunia. Wabah ini pun sudah tersebar di 16 provinsi. Bahkan di Bangka Belitung sudah ada 52 kasus, dengan jumlah yang paling banyak ada di kota Pangkal Pinang (rakyatpos.com, Maret 2020).

Hal ini terjadi karena lambatnya penanganan dari pemerintah pusat dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Sejak awal masyarakat ragu terhadap keseriusan pemerintah menangani covid-19. Ini dapat dilihat dari bertambahnya korban yang terjangkit covid-19 dari hari ke hari. Selain itu lambatnya pemerintah pusat menentukan status bencana nasional. Masyarakat menjadi tidak tenang. Permasalahan lain terkait hal ini pun muncul dan pemerintah pusat terkesan sengaja menutupinya.

Pemerintah pusat juga menyerahkan langkah tindak pencegahan covid-19 kepada pemerintah masing-masing daerah. Maksudnya kewenangan pemerintah daerah masing-masing di wilayah kekuasaannya untuk mencegah dan menangani covid-19. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat lepas tanggungjawab dan “lalai” dalam mengurusi urusan genting rakyatnya. Bahkan ada beberapa pejabat publik melontarkan pernyataan yang meremehkan bahaya covid-19. Seperti Jubir Presiden untuk kasus covid-19 yang meremehkan masalah lockdown negara untuk mengantisipasi penularan, dengan pernyataan : “Yailah…. Cuma segitu aja kok lockdown !”

Sikap pemerintah yang bersifat anjuran dinilai tidaklah cukup. Harus ada langkah yang lebih tegas yaitu isolasi atau lockdown, agar penyebaran virus dapat diminimalisir. Penanganan covid-19 bukan hanya beban pemerintah, tetapi semua masyarakat harus andil menjadi bagian dari solusi. Dan solusi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah.

Pemerintah harus bersikap sebagai raa’in (pengurus) dan mas’ul ( penanggungjawab) untuk menyelesaikan masalah covid-19. Negara tidak boleh menjadi autopilot, dimana rakyat dibiarkan mencari solusi sendiri yang dikhawatirkan akan menghasilkan kekacauan. Dalam penanganan covid-19 harus adanya kerja sama semua pihak di bawah satu komando kepemimpinan, sehingga penanganan corona berjalan efektif. Harus ada penguasa yang bisa memimpin secara benar dan bermental negarawan. Penguasa yang dapat bertanggungjawab bagi seluruh masyarakat Indonesia. Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika terjadinya wabah di wilayah lain.

Islam telah memberikan solusi dalam mengatasi penyebaran penyakit menular. Dalam kitab sahih muslim hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda “jika kalian mendengar tentang wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu”. Selain memberikan solusi nyata, Islam juga memberikan tuntunan lain sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu jika datang sebuah wabah penyakit Rasulullah SAW berdoa untuk menghilangkan wabah tersebut. Maka diperlukan sosok pemimpin yang benar- benar dapat meria’yah (mengurusi) umat sesuai dengan hukum islam. Wallahu a’lam bish-shawabi. (***)

Related posts