by

Viral, Video Pesan Moral Karet Murah

-NEWS-1,046 views
Inilah foto cuplikan video kocak “Gara-gara Karet Murah” yang diproduksi putra putri warga Desa Nibung, Puding Besar. Video ini viral karena lucu dan sarat akan pesan moral. (Foto: Nurul Kurniasih)

Berbahasa Bangka Besutan Anak Nibung
Dikemas Berbau Humoris

Pangkalpinang – Masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), sepekan terakhir dibuat tertawa atas video lucu yang dibuat oleh putra-putri Desa Nibung, Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka. Video pendek yang mengisahkan kehidupan pasangan suami istri ini dikemas berbahasa Bangka asli dan berlatar belakang perkebunan karet.
Aldi Syaputra Harahap, yang berlakon sebagai suami pada dua video bahasa Bangka ini
menyebutkan, bahwa awalnya mereka hanya ingin membuat masyarakat Babel terhibur dan tertawa dengan ulah mereka.
Ia tak menyangka, jika video pertama dengan durasi 5:42 menit ini viral dan terus dibagikan di media sosial, baik Facebook, pesan WhatsApp dan juga diunggah di You Tube. Pun demikian dengan video kedua berdurasi 11:20 menit.
“Pertama kepikiran buat video tu cuma nek (mau) buat orang bangka ni ketawa ngakak, dak nyangka kalau respon masyarakat luar biasa,” katanya, saat dihubungi Rakyatpos via WhatsApp, Selasa (12/3/2019).
Aldi Patenzz, nama beken Aldi menambahkan, tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat video singkat ini. Dia dan dua orang lawan mainnya, Wati (Hatijah Asnawati) sebagai istri, dan Meli (Meli Wahyuni) berperan menjadi emak mertua.
Awalnya, cerita Aldi, yang melihat video ini adalah ibunya. Setelah ibunya melihat video buatan anaknya, kontan langsung tertawa ngakak.
“Die ge lah keras perot e kek ketawa, barulah kami share di Facebook, YouTube dan Instagram,” ujarnya.
Putra kelahiran 17 Oktober 1993 yang menempuh pendidikan SMA ini menyebutkan, video ini tak sekedar dibuat sebagai lucu-lucuan. Namun memiliki makna dan pesan yangingin disampaikan. Salah satunya tentang murahnya harga karet di Pulau Bangka saat ini.
“Video pertama, yang berjudul gara-gara karet murah ini, kami ingin memberi pesan kepada pemerintah bahwa rakyat menderita karena harga karet yang murah, memicu pertengkaran keluarga dan sekaligus meminta harga karet petani di Bangka ni diperhatikan,” jelas Aldi yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik mobil.
Pesan kedua, tambah bapak satu anak ini, mengingatkan kepada anak lelaki bujangan agar tidak asal janji ketika akan menikahi anak orang. Untuk video kedua, masih tentang kebun karet, namun diselipkan bagian humor, ketika sang emak mertua terjatuh dari motor saat berboncengan tiga.
Pada video ini, saat pulang menyadap karet, Aldi juga bertemu dengan dua pelajar yang bolos sekolah.
“Disini kami ingin mengajak pelajar untuk belajar dengan sungguh- sungguh, adek-adek kita yang sekolah ni supaya jangan seketo (sering-red) bolos, kesian org tuanya, mana yang petani banting tulang di kebun dak tau ujan kilat petir,” tegasnya.
Pesan moral lainnya, tambah Aldi adalah jangan sampai pelajar baru menyesal dikemudian hari dan menyesali nasib yang kurang beruntung karena tidak sekolah setinggi-tingginya.
“Harus sekolah bener-bener dak kawan nasib e seperti amang aldi yang di video tu, supaya adek-adek kita tebuka pikiran e dak kwa nyesel dudi hari (kemudian hari),” ulasnya.
Uniknya, dalam video ini, Aldi dan dua rekannya, tanpa naskah skenario, semua kata-kata dalam video ini mengalir spontan.
“Isi kata-kata semua yang ada di video tu sepontan kami kelurkan di lokasi, tanpa naskah, jadi tergantung inspirasi pemikiran masing-masing pemain,” sebutnya.
Ia juga memuji emak mertua, Meli, yang memiliki ide cerdas di setiap kata-kata yang diucapkan sehingga mampu mengocok perut netizen.
“Tapi asli otak meli tu memang cerdas untuk buat ide cerita, kebanyakan bagian video yang buat orang ngakak, meli yang punya ide, termasuk ketika jatuh dari motor, saya meyakinkan bener nggak dia nggak apa-apa kalau terjatuh,” bebernya.
Meskipun emak mertua dan istrinya, dalam video ini galak atau emosional dan sering bawel atau ngomel-ngomel, namun watak aslinya kata Aldi, kedua gadis Nibung ini kalem-kalem.
Dari informasi yang dituturkan Aldi, Wati dan Meli, merupakan gadis kelahiran Nibung, yang kini bekerja di kantor Desa Nibung. Ia menyebutkan, Wati kelahiran 21 Oktober 1992, lulusan SMKN 2 Sungailiat, bekerja sebagai staff perencanaan di kantor desa. Sedangkan Meli Wahyuni kelahiran Nibung 16 Juni1990, lulusan SMAN1 Puding Besar yang juga bekerja di kantor desa.
Dibalik video ini, lanjut Aldi ada campur tangan adiknya Bayu, yang kuliah jurusan sistem informasi di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang.
“Nah, di belakang kami ni ade yang bertugas bagian kameramen, editing video dan meyebar vidio yaitu bayu adek saya. Semua di bagian tu dihandle oleh bayu, ku cuma tukang koreksi sebelum di posting,” jelasnya.
Baru hitungan bulan setelah video ini diunggah di akun YouTube Patenzz Group, subscriber sudah mencapai satu juta lebih.
“Batu satu bulan chanel YouTube kami buka, Alhamdulillah sudah banyak yang suka, dukungan masyarakat Babel luar biasa dan mereka juga menunggu video selanjutnya,” ujarnya seraya berjanji Patenzz Group, akan terus membuat video-video lucu lainnya, untuk membuat masyarakat Babel tambah awet muda dengan tertawa. (nov/1)

Comment

BERITA TERBARU