Viral! tak Mampu Bayar Persalinan, Bayi Ditawarkan via Medsos

  • Whatsapp
Siti Hajar, ibu sang bayi viral saat masih dirawat di ruang rawat inap kebidanan RSUD Depati Bahrin Sungailiat ketika dihampiri wartawan, kemarin pagi. Tapi tadi malam dikabarkan orang tua dan bayinya tak diketahui. (Foto: Zuesty Novinati)

Warga Berduyun-duyun Datangi RSUD
Ingat! Menelantarkan Anak Bisa Dipidana

SUNGAILIAT – Kabar viral mengenai sosok bayi mungil yang ditawarkan di sosial media Facebook dengan alasan terkendala biaya persalinan, menjadi sorotan publik.
Bayi laki-laki yang lahir di RSUD Depati Bahrin Sungailiat ini, belum diberikan nama oleh ibunya Siti Hajar (19) saat masih dirawat di ruang rawat inap kebidanan.
Bayi berbobot 2,9 Kg tersebut mendadak viral lantaran postingan akun bernama Muhammad Rozani Saied. Kabar menyebutkan, bayi itu kini sudah diadopsi orang lain.
Rakyat Pos menelusuri keberadaan bayi ini Senin pagi (24/6/2019), dan ternyata kabar tersebut benar adanya. Saat didatangi, bayi masih dirawat di Ruang Nicu 1 Kebidanan RSUD Depati Bahrin Sungailiat.
Wartawan pun berhasil bertemu dengan sosok Siti Hajar, ibu dari bayi yang sedang menjalani perawatan tim medis RSUD Depati Bahrin Sungailiat.
“Aku dak tau la. Aku masih bingung nek kayak mano. Pusing mikirnyo,” ujar ibu muda asal Jalur, Provinsi Sumatera Selatan ini.
Dia mengakui, teman suaminya yang memposting kabar anaknya akan diserahkan kepada orang lain dengan syarat melunasi biaya persalinan. Semua keputusan itu dilakukan suaminya tanpa sepengatahuannya.
“Aku dak tau apo-apolah. Dak tau kagek nek cak mano. Disini kami dak do keluarga satu pun. Jadi dak tau cak mano,” keluhnya.
Saat ditanya mengenai anaknya akan ia asuh apabila masalah biaya selesai? Siti Hajar hanya mengangguk dengan tatapan kosong. Sesekali ia menatap keluar ruangan melihat bahasa tubuh dari suaminya yang seakan kurang berkenan dengan keberadaan para awak media.
Selang berapa lama, suaminya pun memanggil Siti Hajar dengan bahasa tubuh, melambaikan tangan memanggil ia ke luar ruangan.
“Aku permisi dulu nek ngasih anak aku ASI,” ujarnya seraya bergegas ke ruang Nicu 2.
Sementara itu, Staf Humas RSUD Depati Bahrin Sungailiat, Dita mengatakan pihak RSUD sudah menawarkan fasilitas Jampersal bagi pasien atasnama Siti Fajar (19) ibu bayi yang viral karena ditawarkan untuk diadopsi di Facebook.
Tawaran tersebut, berdasarkan pengakuan Dita, berkali-kali ditolak oleh ayah bayi dengan alasan aneh.
Selain itu, dia menegaskan, apabila warga pendatang yang terkendala berkas administratif maka pihak RSUD bersama warga Lingkungan Nelayan Sungailiat sudah merampungkan berkas untuk keperluan Jampersal.
“Ini miss komunikasi saja. Biasanya kalau ada pasien seperti ini apabila tidak memiliki BPJS kami akan menawarkan untuk menggunakan Jampersal. Setelah tiga hari BPJS akan diurus dan masuk tanggungan BPJS sehingga pasien tidak dikenakan biaya apapun,” kata Dita kepada wartawan, Senin (24/6/2019).
“Apalagi kalau bayi dirawat di Ruang Nicu itu sehari bisa Rp3 juta. Tapi ketika pasien menggunakan BPJS dan Jampersal maka tidak ada biaya apapun dikenakan kepada pasien. Tapi ini aneh, ayah bayinya yang menolak ketika pihak RSUD menawarkan Jampersal,” beber Dita.
Dia menyayangkan tindakan oknum yang mengunggah kabar viral tersebut ke sosmed seakan-akan pihak RSUD menyulitkan kondisi pasien kurang mampu. Sedangkan dalam kasus ini, Dita menegaskan pihak orangtua bayi lah yang kerap menolak ketika ditawarkan bantuan fasilitas yang meringankan beban pasien.
“Kenapa mereka tidak bercerita ke pihak medis? Malah bercerita kepada orang luar dan malah disebarkan ke sosmed. Itu sangat disayangkan. Padahal kasus seperti ini sering terjadi dan kami selalu menawarkan kemudahan kepada pasien yang tidak memiliki BPJS untuk menggunakan BPJS,” jelasnya.
Tak hanya itu, dari informasi yang dihimpun, bidan desa yang tinggal di dekat kontrakan Siti Hajar pun berkali kali menjelaskan Jampersal kepada pasien sebelum melahirkan namun pasangan suami istri tersebut tetap menolak untuk paham dan menerima tawaran.
Bahkan, warga disekitar lingkungan tempat Siti tinggal pun berduyun-duyun datang ke RSUD untuk melihat kondisi bayi dan membantu mengurus berkas Jampersal dan BPJS agar memudahkan urusan biaya rumah sakit.
Warga sangat menyayangkan apabila bayi mungil tersebut akan diserahkan kepada orang lain seperti yang digembar-gemborkan netizen.
Hingga kabar itu viral, banyak pihak menghubungi nomor telepon yang tertera di akun Muhammad Rozani Saied. Bahkan ada pula warga yang langsung datang ke RSUD untuk melihat bayi mungil tersebut.
Diketahui juga, ada seorang dermawan yang hendak membantu melunaskan biaya persalinan tanpa meminta bayi itu.
“Bukan saudara, tapi karena mereka tinggal di dekat kami maka kita gak mungkin diam lah. Kami sangat kecewa kalau bayi tersebut harus diberikan kepasa orang lain. Saya sudah kesini kesitu ngurus berkasnya. Tadi malam saya kaget dengar katanya bayinya sudah ada yang mau ambil,” sesal salah seorang warga di RSUD Depati Bahrin.

*Sorotan Pemerintah
Kasus bayi viral yang ditawarkan di sosial media untuk diadopsi dengan modus terkendala biaya persalinan ini pun menjadi sorotan pemerintah.
Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Boy Yandra mengatakan kasus yang terjadi seperti menawarkan anak diadopsi di medsos, bisa dijerat pidana. Menurutnya, masalah ekonomi bukan menjadi penghalang orangtua melepas anaknya kepada orang lain begitu saja.
“Ada pidananya itu. Jadi gak main-main. Orangtua tidak boleh melepaskan anaknya begitu saja. Terlepas dia bukan warga Kabupaten Bangka, tidak ada alasan karena semuanya bisa diurus. Apalagi Jampersal itu berlaku nasional,” kata Boy kepada wartawan, kemarin.
Boy mengatakan biaya persalinan dapat dibantu pihak pemerintah jika mendapatkan Jampersal. Setelah tiga hari maka akan dilanjutkan untuk mendapatkan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah.
“Kalau pun dia warga pendatang. Kan bisa diurus melalui surat keterangan domisilinya. Jadi gak ada yang susah untuk masalah berkas,” jelasnya lagi.
Setelah itu, lanjut dia, apabila orang tuanya terkendala masalah ekonomi maka Pemkab Bangka memiliki program keluarga pra sejahtera dan pasien akan mendapat bantuan dari pemerintah.
“Apabila anak sudah masuk masa sekolah maka ada bantuan lagi agar anak digratiskan untuk masuk sekolah. Gak ada ceritanya masalah ekonomi. Dari lahir hingga sekolah pun ada program dari pemerintah untuk keluarga pra sejahtera,” tegasnya.
Boy menambahkan, pihaknya saat ini sedang menelusuri masalah yang sebenarnya terjadi pada orang tua bayi itu. Mulai dari domisili yang berpindah pindah dan penyebab orangtua bayi yang ingin melepaskan anaknya.
“Kami masih menelusuri. Yang mosting sudah tau orangnya. Dan kita mau cek dulu. Apa masalah pasutri ini. Nanti hasilnya kita kabari,” tandas Boy. (2nd/6)

Related posts