Verifikasi Faktual Bakal Calon Perseorangan dan Ketatnya Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Sabpri Aryanto
Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Bangka Belitung

Tahapan verifikasi faktual dukungan pasangan bakal calon kepala/wakil kepala daerah dari jalur perseorangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Rabu 24 Juni 2020 dimulai. Pelaksanaan tahapan Pilkada dengan waktu yang mendesak, yakni verifikasi faktual bakal calon perseorangan dan pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) untuk melakukan pencocokan dan penelitian daftar pemilih.

Tahapan yang mendekati ini, menjadi tugas penyelenggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menutup ruang potensi penyebaran virus Coronovirus Disease 2019 (Covid-19), dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, mengukur suhu tubuh, menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan jaga jarak adalah protokol yang wajib dilakukan dalam setiap tahapan Pilkada serentak 09 Desember 2020 mendatang.

Tahapan verifikasi faktual syarat dukungan calon perseorangan sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan, program dan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai 12 Juli 2020. Sebagaimana dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota, Pasal 48 (5) Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak dokumen syarat dukungan pasangan calon perseorangan diserahkan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS). Ayat (6) Verifikasi faktual sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dilakukan dengan metode sensus dengan menemui langsung setiap pendukung calon.

KPU juga mengatur teknis dalam Peraturan KPU tentang Pencalonan, bahwa verifikasi faktual tetap mengatur protokol verifikasi sesuai dengan standart kesehatan. Karena syarat perseorangan dalam Pilkada salah satunya adalah dukungan dari masyarakat dengan batas persentase tertentu sesuai jumlah pemilih di daerahnya. Bentuk dukungan itu, berupa penyerahan KTP warga. Sistemnya door to door ke rumah warga, namun penyelenggara tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sesuai dengan aturan dari pemerintah seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan juga menjaga jarak.

Baca Lainnya

Related posts