Valentine’s Kembali Mengancam Kawula Muda

  • Whatsapp

Oleh: Mahbub Zarkasyi
Pengamat Politik Islam

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Surat An-Nisaa: 115 yang artinya: ”Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruknya tempat kembali.” (TQS. An-Nisaa’ [4]: 115).

Hirup pikuk atribut untuk menyambut Hari Valentine’s sudah meramaikan pusat-pusat perbelanjaan. Penglihatan dan pendengaran kaula muda muslim pun dijejali dengan tampil di televisi dan media-media lainnya untuk turut dalam hiruk pikuk Valentine’s Day.

Sejarah Valentine Day

Mahbub Zarkasyi

Valentine Day yang sebelum populer di Indonesia sudah menjadi ritual para remaja di Amerika dan Eropa. Hari tersebut merupakan tradisi yang berawal dari sejarah kelam Kristen untuk memperingati kematian Saint Valentino pada tahun 496 Masehi yang diperingati setiap tanggal 14 Pebruari. Peristiwa memperingati tragedi 200 tahun sebelumnya dimana Valentine seorang pemimpin agama Katolik bersama rekannya Santo Marius yang secara diam-diam menentang kebijakan pemerintahan Kaisar Claudius II (268-270 M) kala itu. Kebijakan sang kaisar untuk mendapatkan prajurit perang yang potensial kemudian melarang para pemuda untuk menikah. Kebijakan ini dikeluarkan karena sang kaisar menganggap seorang pemuda yang belum menikah performanya lebih baik dalam menghadapi musuh.
Valentine sebagai seorang pemimpin agamanya, tetap menikahkan setiap pasangan muda-mudi yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan secara rahasia. Namun, pelanggaran terhadap kebijakan kaisar akhirnya tercium juga oleh Kaisar Claudius II. Valentine pun dijebloskan ke penjara. Tidak hanya sampai disitu, seorang sipir perempuan yang masih gadis kemudian menjalin hati dengan Valentine. Sipir perempuan itu pun selalu setia untuk menjenguk Valentine di penjara. Valentine yang divonis hukuman mati, sebelum di eksekusi sempat meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuk pujaan hatinya. Valentine menulis tiga kata di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini- “From Your Valentine.”
Kemudian, perayaan hari Valentine dipopulerkan di Eropa dan Amerika oleh kaum remaja dengan hura-hura. Mereka mengadakan pesta dimana-mana, dengan saling memberi hadiah berupa coklat, kemudian dilanjutkan dengan dansa semalam suntuk dan dilanjutkan pergi bersama pasangannya masing-masing ke tempat-tempat yang dianggap romantis. Disitulah kemudian dilakukan pengorbanan mahkota kehormatan wanita kepada pasangan tanpa ikatan pernikahan. Ritual ini dianggap sebagai bentuk pengorbanan wujud cinta kasih kedua pasangan.

Virus terhadap Kaum Muslim
Indonesia sudah terlanjur menganggap apa yang dari barat itu baik, maka virus Valentine’s Day pun menjangkit kaula muda muslim di Indonesia. Tak mau kalah dengan tempat lahirnya, hari valentine di Indonesia dibuat lebih unik dan seolah lebih hebat. Hari Valentine diperingati dengan mengirimkan kata-kata romatis dalam sebuah surat, atau puisi yang berisi ungkapan cinta. Tak jarang ungkapan romantis dan dengan kata-kata yang mengundang syahwat tersebut pun dilengkapi dengan coklat dan bunga mawar. Muda-mudi muslim ikutan keluar malam dengan mengadakan pesta hingga larut malam bersama teman-temannya dengan membawa pasangan masing-masing. Pengorbanan kegadisan para wanita pun dilakukan.
Orang-orang kafir begitu jeli untuk menggoda kaum muslim hingga terus masuk ke milah-milah mereka. Godaan yang terus menambah pundi-pundi rupiah mereka di tanah air dengan dijadikan bisnis. Para pelaku bisnis yang juga diikuti oleh bisnismen muslim ikut menyemarakkan hari Valentine. Pernak-pernik dan kartu valentine serba pink berbentuk hati, dengan berbagai desain lengkap dengan kata-kata puitis penuh ungkapan cinta dijual dimana-mana. Setiap pusat perbelanjaan, hotel, restoran, kafe dan outlet mengambil kesempatan untuk meraup rupiah menghiasinya dengan nuansa valentine dan berbagai produk yang ditawarkan. Tak jarang perkantoran swasta pun membuat spanduk berisi slogan-slogan cinta, yang dihiasi pita-pita dan balon serta pernak-pernik serba pink.
Televisi dan media massa lainnya memberikan kontribusi besar dalam ‘mempromosikan’ perayaan hari valentine. Film dan sinetron ditayangkan untuk melengkapi seolah begitu indahnya hari kasih sayang, media massa dengan berbagai iklan sponsornya terus memberikan kesan menarik hati kaula muda muslim. Begitu gencarnya iklan dan pemberitaan yang menunjang peringatan hari Valentine semakin membangun opini mereka. Dengan ini kaum remaja merasa malu, kuno, kuper dan hawatir dengan sematan istilah kepada mereka bila tidak terlibat di dalamnya. Sebaliknya, dengan turut merayakan Valentine’s day kaum remaja muslim malah bangga seolah menjadi remaja gaul dan modern dan tidak ketinggalan zaman.

Akibat Sekulerisasi
Upaya sekulerisasi yang dilakukan barat menyebabkan lemahnya aqidah kaum muslim. Umat yang ikut merayakan Valentine’s Day pastinya bukanlah remaja yang biasa ikut majelis ilmu dan jauh dari pengajian-pengajian. Sehingga pemahaman remaja muslim tentang syariat Islam minim dan banyak yang tak faham bahwa peringatan hari valentine bertentangan dengan aqidah Islam. Sekulerisme telah menghilangkan peran agama dalam kehidupan. Tidak cukup sampai disitu, terikat dengan Syariah Islam dianggap terbelakang dan banyak kaula muda yang menjauhinya. Sekulerisme juga menanamkan apa yang dari barat semuanya baik dan modern jadi pantas untuk diikuti. Faham ini sungguh sangat menyesatkan.
Kaum remaja Islam banyak yang tidak faham latar belakang dan sejarah munculnya Valentie’s Day yang jelas bertentangan dari Islam. Lemahnya pemahamam terhadap syariah Islam membuat remaja muslim tidak peduli dengan kewajiban keterikatan terhadap Syariah Islam. Sekulerisasi telah mengakibatkan aqidah umat tidak menancap kuat di dalam dada mereka, dan ketidaktahuan mereka akan syariat Islam terkait dengan hukum perbuatan manusia, membuat mereka remaja muslim bodoh akan Islam dan mudah tertipu dengan gemerlap dunia. Mereka tidak memiliki kemampuan menyaring, memilah atau membandingkan, apakah ini halal atau haram, boleh atau tidak ketika dimunculkan peradaban barat atau aktivitas-aktivitas baru yang sebetulnya bertentangan dengan Islam. Akhirnya, apa yang ada dari barat dianggap suatu yang modern dan dianggap baik tanpa mereka pernah memfilter dengan syariat Islam. Begitu dengan bangga mereka mengikuti saja arus yang terus mengalir di tengah-tengah masyarakat walaupun hasil propaganda.
Dengan dibangun opini melalui media televisi dan media massa lainnya, kemudian dikampanyekan lagi oleh perusahaan-perusahaan swasta, pusat perbelanjaan dan pasar lainnya yang dikuasai oleh orang kafir telah membentuk lingkungan pergaulan yang jauh melampaui dari batasan yang diterapkan syariat. Ketika memasuki bulan Pebruari tiap tahunnya kaum Remaja yang sudah kadung terbiasa dengan pergaulan bebas (ikhtilath) dan pacaran (khalwat) masuk perangkap berbagai propaganda yang dibangun akan sangat terpesona dengan jargon hari kasih sayang.
Banyak di antara para orang tua pun yang juga terpengaruh propaganda sekulerisme turut bangga ketika anaknya pacaran. Kontrol dan pengawasan orang tua menjadi longgar ketika anak-anaknya dijemput dan diajak keluar malam hingga larut malam. Pelanggaran berlapis-lapis yang telah diberikan orang tuanya. Mereka seolah menutup mata akan ancaman kehormatan anak gadisnya yang akan dikoyak pasangan-pasangan haramnya. Atau malah memfasilitasi memberikan ruangan rumahnya untuk anaknya melakukan pesta malam valentine bersama teman-temannya.

Pandangan Islam
Hari Valentine yang sungguh berasal dari ritual barat nampak jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan ajaran Islam. Perbuatan-perbuatan yang berkembang remaja muslim meritualkan hari Valentine juga penuh dengan pelanggaran syariat Islam. Mengumbar perasaan hati hingga ke kata-kata syahwat dalam syair-syair yang dibuat kepada pasangan tanpa ikatan pernikahan, khalwat (berduaan) setiap pasangannya, Ikhtilath (bercampur baur laki-laki dan wanita tanpa keperluan syar’i) menghiasi hari tersebut. Sungguh perayaan valentine sangat dekat dengan kemaksiatan dan zina. Padahal Allah telah memberikan ancaman terkait zina sebagaimana firman-Nya,
“Janganlah kalian mendekati zina karena zina itu tindakan keji dan jalan yang amat buruk.” (TQS al-Isra’ [17: 32).
Perayaan Valentine bisa jadi telah memberikan kontribusi besar mengundang bencana yang silih berganti datang menerpa bumi Nusantara. Rasulullah SAW bersabda, “Jika zina dan riba tampak menonjol (tersebar luas) di suatu kampung, maka sungguh mereka telah menghalalkan atas diri mereka sendiri azab Allah (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
Allah telah memberikan ancaman azab-Nya di dunia akan menimpa siapa saja baik pelaku zina dan diakhirat pelaku zina akan ditimpakan dengan azab yang pedih. Namun bagi kita yang sadar dan telah menjauhi perbuatan zina, kita tak harusnya diam. Kita pun harus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk turut menjauhi zina dan perayaan hari Valentine yang sangat dekat dengan zina dan kekufuran. Karena, ketika Allah menimpakan azab di dunia kepada pelaku kemaksiatan, maka masyarakat lainnya yang bukan pelaku kemunkaran pun akan merasakan musibah tersebut sebagaimana kita saksikan azab terhadap bangsa Indonesia.
Jangan pernah melibatkan diri dalam perayaan agama lain termasuk valentine’s day yang berasal dari agama nashrani. Begitu juga ritual disana telah jauh melanggara syariat Islam seperti aktivitas yang mendekatkan pada perzinaan (misal: pacaran), atau perzinaan itu sendiri misal seks bebas, pesta seks dan perbuatan zina lainnya. Tugas ini pun yang menyangkut masyarakat banyak harus melibatkan penguasa, sang pemegang kebijakan. Maka para penguasa harus menghilangkan setiap potensi berupa kampanye dan propaganda menuju kesana. Bagi kaum muslim yang tau dan sadar akan hal tersebut, maka suarakan dengan lantang untuk mencegah perbuatan haram tersebut dan menghilangkan potensi-potensinya.
Khatimah
Sungguh syariat Islam akan mendapatkan rahmat-Nya bila dilaksanakan. Hilangnya kemulian kaum muslimin karena kaum muslimin meninggalkan syariah Islam. Kekacauan yang terjadi saat ini, di tengah-tengah masyarakat karena tidak diterapkannya syariah Islam. Negara kita telah jauh meninggalkan Islam sebagai jalan hidup. Maka mari kita terus perjuangkan agar negara yang pernah dinaungi kesultanan Islam ini, kembali menerapkan syariah Islam sebagai jalan hidup kita.(****).
Wallahu a’lam. []MZiS

Related posts