Usulan Nama Dirut Jamkrida Cacat Hukum

  • Whatsapp

Erzaldi Serahkan Kepada OJK

PANGKALPINANG – Rekomendasi dan pengajuan Gubernur Babel untuk jabatan Direktur Utama BUMD PT Jamkrida (Jaminan Kredit Rakyat) dinilai cacat hukum. Anggota Komisi II Haryadi, menanggapi usulan nama Diah Vitaloka sebagai Dirut Jamkrida dinilai tidak transparan dan juga menyalahi aturan yang ada.

Menurutnya, persoalan yang dilanggar adalah usia minimal direksi hingga transparansi pengangkatannya.
Mengacu PP 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah Pasal 57 huruf h disebutkan, direksi berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun pada saat mendaftar pertama kali dan huruf l, tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah, dan/atau calon anggota legislatif.

Selain itu, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 37 Tahun 2018 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian anggota dewan pengawas atau anggota komisaris dan anggota direksi BUMD serta Peraturan Gubernur Babel nomor 2 tahun 2015.

Diketahui, Diah Vitaloka perempuan kelahiran Muntok 13 Februari 1987, baru berusia 32 tahun. Semula Diah direkomendasikan menjabat Direktur Penjaminan, namun dalam RUPS justru Diah diusulkan menjadi Dirut PT Jamkrida.

“Dan dari biro ekonomi dan biro hukum sudah mengatakan, bahwa ini cacat hukum. Jadi, perekrutan Dirut Jamkrida ini harus dikaji ulang,” kata Haryadi.

Ketua DPD Partai Hanura Babel itu menambahkan, Komisi II dalam menjalankan fungsi pengawasannya akan merekomendasikan kepada Gubernur Babel, untuk melakukan seleksi ulang pimpinan PT Jamkrida.

“Karena ini sudah diusulkan ke OJK dan kami akan ke OJK. Selain itu, status Diah masih di kepengurusan partai politik. Dan ketika kita tanyakan ke Biro Ekonomi, tidak ada surat pengunduran diri dari partai. Sampai sekarang masih aktif. Jadi, boleh menunjuk siapapun, tapi tidak boleh melanggar aturan,” tandasnya.

Dikonfirmasi Rakyat Pos, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, menyebutkan bahwa Dirut yang direkomendasikan telah mengundurkan diri dari partai politik, dan terkait usia yang belum memenuhi syarat diserahkan kepada OJK.

“Sudah mundur (kepengurusan partai politik) sejak Maret. Terkait usia nanti OJK saja yg berkompetenn ok,” ujar Erzaldi melalui pesan Whatsapp. (ron/6)

Related posts