by

Ustadz Wijayanto: Isra’ Mi’raj Ingatkan Kita Pada Kematian

Ustadz Wijayanto mengisi tausiyah dalam kegiatan Tabligh Akbar Memperingati Isra Mi’raj di Gedung Serbaguna Pemkab Bateng, Senin (09/04/2019) lalu.(foto: tamimi).

 

KOBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng) menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj perjalanan Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Ustadz Wijayanto.

Ustadz Wijayanto dalam tausiyahnya mengatakan, peringatan isra mi’raj tersebut merupakan salah satu pengingat kehidupan akan kematian.

“Isra mi’raj ini mengingatkan kita pada kematian karena sampai hari kiamat pun, manusia itu tidak akan pernah tahu kapan kematian itu tiba. Begitu pun tempat kematian itu dan penyebab kematian itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengajak agar umat muslim untuk selalu memakmurkan masjid, karena memakmurkan masjid adalah jalan menuju Allah.

“Kalau laki-laki muslim tidak melaksanakan sholatnya di masjid dan melaksanakan sholatnya di rumah, beri laki-laki saja dia mukenah karena yang sholat di rumah itu adalah perempuan,” ucapnya.

Ustadz juga mengingatkan kepada masyarakat agar dalam pemilu yang tinggal beberapa hari kedepan tetap menjaga ukhuwahnya.

“Jangan sampai hanya karena gara-gara kita beda pilihan, kita sampai memutuskan silahturahmi diantara kita. Ketika bapak- bapak sakit ataupun terkena musibah, baik itu pak Jokowi maupun pak Prabowo tidak akan tau sama bapak-bapak maupun ibu-ibu. Ini gara-gara beda pilihan sama tetangga rumah sampai gak saling tegur sapa lagi. Kalau sampai begitu akhirnya kita juga yang rugi, tetapi saya yakin masyarakat Bangka Tengah tidak begitu,” ujarnya sembari menutup tausiyah di Gedung Serbaguna Pemkab Bateng baru-baru ini.

Sementara itu, Bupati Bateng Ibnu Saleh dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Bateng agar masyarakat selalu menempatkan pentingnya peran agama sebagai alat kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Bila kita perhatikan mengenai ajaran agama tentang etos kerja yakni ajaran tertib dan disiplin kerja, serta perintah untuk bekerja keras terbukti bahwa nilai-nilai agama relevan dengan usaha pembangunan dan sangat menunjang upaya menumbuhkan mental pembangunan yang dibutuhkan saat ini,” terangnya.

Ia mengingatkan pada pemilu 17 April 2019 negeri kita akan melaksanakan pesta demokrasi. Untuk itu, ia mengajak masyarakat Bateng dapat menjaga kedamaian, persatuan dan persaudaraan di Bumi Selawang Segantang.

“Mari kita tunjukkan Bateng memiliki nilai-nilai adat yang luhur mengajarkan tentang cinta kasih dan akhlakul karimah,” seru Ibnu.

Perbedaan itu, menurut Bupati, hal biasa dan sunatullah yang merupakan aset untuk memperkaya pikiran-pikiran yang baik demi kemajuan bersama.

“Dalam pemilu kita harapkan masyarakat mampu menjaga situasi keamanan mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Dengan demikian masyarakat juga turut membantu pihak keamanan di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pemilu 17 April 2019 sesuai pilihan hati nurani.

“Jatuhkanlah pilihan kita kepada orang yang dapat mewakili dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk pembangunan Kabupaten Bateng yang kita cintai ini,” tambahnya. (ran/3).

Comment

BERITA TERBARU