Upaya SMK Negeri 1 Tempilang Mendukung Pendidikan Melek Teknologi

  • Whatsapp

Oleh: Feri Adiasto, S.Kom
Guru Multimedia SMK Negeri 1 Tempilang

Berbicara tentang computer based test atau ujian berbasis komputer tentu tak terpisahkan dengan perkembangan teknologi di era ini. Seperti kita ketahui, perkembangan teknologi telah menyebar ke berbagai sektor tak terkecuali di sektor pendidikan. Tahun 2015 merupakan tonggak revolusi bersejarah bagi sistem evaluasi belajar di Indonesia. Kala itu, ujian nasional berbasis komputer (UNBK) perdana dilakukan. Sebanyak 556 sekolah dari total 79.000 SMP dan SMA sederajat yang menyelenggarakan ujian nasionl telah menggunakan perangkat komputer (UNBK), tepatnya pada tanggal 13 April 2015.

Jika dilihat dari puluhan ribu sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional, hanya sekitar ratusan sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer, tentu hal itu dirasa sangat lumrah. Selain karena gelaran perdana, syarat penting yang harus dipenuhi untuk melaksanakan UNBK di sekolah adalah infrastruktur sekolah berupa perangkat komputer dan akses internet. Dua hal tersebut merupakan benda wajib yang harus ada. Sebab itulah, dalam gelaran perdana ini, Kemendikbud melalui laman resmi web nya mengatakan bahwa UNBK hanya diselenggarakan oleh sekolah yang sudah siap baik dari infrastuktur, SDM, maupun peserta.

Namun, spirit computer based test berkobar setelah gelaran perdana ini. Dari sinilah cikal bakal ujian menggunakan komputer menjadi familiar dilakukan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa, bahkan CBT juga digunakan untuk seleksi penerimaan aparatur negara. Ide awal tentang CBT digagas oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan yang kala itu dipimpin oleh Bapak Anies Baswedan.

Selang tiga tahun pasca dimulainya UNBK, SMK Negeri 1 Tempilang juga telah melakukan penilaian akhir semester (PAS) Berbasis komputer atau yang lebih familiar dikenal dengan nama computer based test (CBT). Perubahan adalah suatu keniscayaan, telah zamannya juga penilaian akhir semester bertransformasi dari paper based test (PBT) menjadi computer based test (CBT), sehingga makin mendorong siswa untuk meningkatkan literasi terhadap penggunaan teknologi.

Teknis penyelenggaraan PAS Berbasis CBT yang dilakukan di SMK Negeri 1 Tempilang menggunakan sistem semi-online. Soal ujian disimpan terlebih dahulu di server lokal sekolah kemudian PAS dilayani melalui server lokal sekolah dengan melakukan sistem sesi persis seperti pembagian sesi pada UNBK. Mengenai perangkat teknologi yang digunakan, siswa dapat menggunakan komputer di lab, laptop dan smartphone android mereka untuk mengikuti PAS.

Selain membudayakan gerakan sadar literasi teknologi bagi siswa, PAS berbasis CBT yang dilakukan di SMK Negeri 1 Tempilang juga mempertimbangkan faktor efisiensi biaya. Terciptanya efisiensi anggaran sebagai konsekuensi logis dari CBT dalam pelaksaanaan PAS tak perlu diperdebatkan lagi.

Soal ujian tak memerlukan penggandaan yang memakan dana relatif mahal. Dengan CBT, perangkat teknologi yang digunakan dapat dipakai kembali tahun depan. Ditilik dari segi waktu pun lebih efisien dan fleksibel. Kualitas soal pun lebih baik daripada paper based test, karena soal dapat divariasikan, sehingga antara soal siswa satu berbeda dengan siswa yang lain. Mau tidak mau ini akan menjadi semacam pembiasaan bagi siswa untuk mandiri dalam menyelesaikan setiap soal.

Merefleksi pelaksanaan PAS berbasis CBT yang telah kami lakukan dua tahun terakhir ini, dan mengkaji apakah PAS Berbasis CBT cocok untuk diterapkan dilingkungan SMK Negeri 1 Tempilang, baru-baru ini tim pengembang sekolah SMK Negeri 1 Tempilang tertarik membuat jajak pendapat sederhana tentang pelaksanaan PAS berbasis CBT kepada siswa. Tim pengembang sekolah memberikan pertanyaan yang intinya “PAS berbasis CBT merepotkan atau tidak”.

Hasil jajak pendapat, 95 persen siswa menyukai PAS berbasis CBT. Hanya 5 persen siswa yang menyatakan pendapat berseberangan. Alasan kontra siswa terhadap PAS berbasis CBT di SMK Negeri 1 Tempilang karena siswa disarankan membawa laptop atau smartphone android sendiri, sehingga bagi siswa yang kurang mampu merasa minder manakala tidak memiliki piranti teknologi tersebut, walaupun PAS siswa tersebut dapat tetap dilaksanakan menggunakan komputer atau laptop inventaris sekolah. Alasan lainnya, karena ada siswa yang terbiasa mencoret-coret pada lembar soal untuk menghitung dan mencari jawaban yang benar, ia beranggapan tidak terbiasa menggunakan kertas coret-coret yang disediakan pengawas. Ia lebih nyaman menghitung dan mencari jawaban yang benar pada kertas soal ujian. Alamak!!!

Pro terhadap PAS Berbasis CBT yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Tempilang sebagian besar karena CBT memudahkan siswa dalam melaksanakan PAS. Salah satunya adalah Desi, siswi kelas XI ini mengatakan, PAS bisa dikerjakan lebih cepat daripada dengan cara menulis jawaban secara manual, sehingga ia memiliki waktu yang lebih banyak untuk memikirkan jawaban yang benar.

Siswa yang beraliran sama dengan desi salah satunya adalah Rizki. Menurut siswa kelas XII ini, justru teknologi itu hadir untuk mempermudah pekerjaan, tak pernah teknologi malah membuat pekerjaan terasa semakin berat. Ia pun menambahkan guyonan di akhir pendapatnya dengan mengatakan “masa’ dari tempilang ke Pangkalpinang mau jalan kaki?”

Kesimpulannya, PAS berbasis CBT memang diakui oleh tim pengembang sekolah SMK Negeri 1 Tempilang merupakan terobosan baru dalam lingkungan sekolah mereka, karena selama ini siswa lebih familiar melaksanakan PAS dengan sistem paper based test. Namun, apapun kontra dibalik PAS berbasis CBT yang dilakukan, pasti akan dicari solusinya, karena pada prinsipnya tim pengembang sekolah SMK Negeri 1 Tempilang bersama dengan rekan-rekan guru terus berupaya memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah agar memiliki daya saing dengan sekolah-sekolah lain yang ada di Bangka Belitung.

SMK Negeri 1 Tempilang boleh berada di desa, tapi tak boleh kalah saing dengan sekolah yang berada di kota. PAS Berbasis CBT merupakan salah satu upaya SMK Negeri 1 Tempilang untuk mendukung agar pendidikan di Indonesia melek teknologi. Mari kita mulai itu semua dari sekolah kita sendiri. (***)

Related posts