Unik, Murid MIN 1 Sarapan USBN

  • Whatsapp
SARAPAN USBN – Siswa MIN 1 disediakan sarapan bergizi yang dikemas dalam kotak sebelum jam ujian dimulai, Kamis (3/5/2018). (foto: Bambang Irawan)

Tetap Segar dan Konsentrasi
Di Beltim, Kelulusan SMA Corat-Coret dan Konvoi

PANGKALPINANG – Ada-ada saja ide cemerlang yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 yang beralamat di Kelurahan Sumberjo, Kecamatan Pangkalbalam Pangkalpinang ini.
Bagaimana tidak, pihak sekolah ini telah jauh-jauh hari menyiapkan segala keperluan untuk menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tersebut, baik dari fasilitas hingga kesiapan siswa itu sendiri.
Salah satu cara unik yang disiapkan sekolah ini agar siswa-siswinya meraih nilai tertinggi dan terbaik dari sekolah lain, yaitu dengan menyiapkan asupan gizi yang cukup berupa sarapan pagi bagi peserta didik saat berlangsungnya USBN.
Kepala Sekolah MIN 1 Pangkalpinang, Samsidar mengungkapkan, pemberian sarapan pagi berupa snack berisi makan berprotein tersebut kepada siswa sebelum jam ujian dimulai. Hal ini bertujuan untuk menyegarkan fisik dan pikiran para siswa, supaya mereka bisa berkonsentrasi saat mengerjakan soal ujian.
“Kami berikan sarapan ini karena dikhawatirkan anak-anak yang datang kesiangan, tapi belum sempat sarapan tidak bisa konsentrasi dalam mengerjakan soal ujian. Jadi, kita suruh mereka sarapan dulu,” tutur Samsidar kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/5/2018).
Hal ini, lanjutnya, sengaja dilakukan guna menghindari para siswa dari sakit karena belum sempat sarapan di rumah.
“Kita takut, nanti ada anak-anak kita yang masuk angin, muntah-muntah. Bisa jadi karena gugup mau menghadapi ujian, kurang tidur, pagi-pagi sudah kesiangan, kesekolah mau ujian tapi belum sempat sarapan, jadi kami mengkhawatir hal itu,” jelasnya.
Menurut Samsidar, tidak ada paksaan bagi siswa untuk mengambil sarapan yang cuma-cuma alias gratis disediakan oleh pihak sekolah itu.
“Kalau anak yang sudah sarapan di rumah, mereka biasanya mengambil snack ini saat ujian selesai,” katanya.
Ia menambahkan, sekolah yang dipimpinnya memang rutin menggelar hal serupa tiap tahun saat ujian sekolah dilaksanakan. Hal ini diharapkan dapat menular kesekolah lain, sehingga hasil ujian siswa nantinya sesuai apa yang diinginkan.
“Di sekolah kita ada 87 siswa yang ikut USBN tahun ini, mereka kita bagi dalam lima ruangan,” sambung Samsidar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Bangka Belitung, Muhammad Ridwan mengapresiasi trik ujian yang dilaksanakan MIN 1 Pangkalpinang ini. Kata dia, ini salah satu cara yang patut dicontoh sekolah lain, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Ini salah satu MIN teladan dan sekolah unggulan kita di Kota Pangkalpinang. Dengan memberikan sarapan ini, kita anggap suatu kebijakan yang sangat baik sekali mengantisipasi anak yang belum sarapan sehingga tidak terjadi sakit,” pungkas Ridwan.
USBN SD/MI ini digelar serentak se-Indonesia selama 3 hari sejak Kamis, 3 Mei hingga Sabtu, 5 Mei 2018 mendatang.
Adapun tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN ini, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.

Tinjau Ujian
Pjs Walikota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin meninjau langsung pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) Sekolah Dasar (SD) Kota Pangkalpinang, di beberapa sekolah yang ada di Kota Pangkalpinang, Kamis (3/5/2018). Dalam pelaksaaan USBN itu diikuti Sebanyak 3.317 siswa.
“Setidaknya ada sekitar 3.317 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kota Pangkalpinang yang melaksanakan USBN secara serentak mulai tanggal 3-5 Mei 2018,” ujar Asyraf
Agar pelaksanaan USBN ini dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun, dia meminta kepada para siswa untuk serius mengikuti ujian ini.
“Saya berharap dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, hasil nilai USBN tahun ini lebih baik daripada sebelumnya,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyediakan snack untuk para siswa dan ini merupakan hal pertama yang ia jumpai dan patut dicontoh oleh sekolah lainnya.
“Jadi, hari ini ada dua sekolah yang kita kunjungi, yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 dan 2 Kota Pangkalpinang, untuk sekolah lain Insyaallah besok atau lusa akan kita kunjungi juga,” tukasnya.
Sedangkan di Kabupaten Bangka, sebanyak 5.613 siswa dari sebanyak 188 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta yang telah terdata akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).
Untuk USBN di Kabupaten Bangka berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Mei 2018 mendatang. Sedangkan untuk USBN susulan akan dilaksanakan tanggal 7 hingga 9 Mei 2018.
Ada tiga mata pelajaran yang di USBN-kan yakni Bahasa Indonesia, matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Riky Ramdhani selaku Plt. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka mengatakan, untuk soal sebanyak 25 persen dari pusat dan 75 persen dari guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG).
“Lembar jawaban dikumpul dari masing-masing UPTD kemudian dibawa ke dinas untuk dipindai dan di scan untuk di skor di provinsi melalui Puspendik Kemedikbud,” kata Riky, Kamis (3/5/2018) di ruang kerjanya.
Menurutnya untuk tahun 2017 lalu ada 62 siswa-siswi tingkat SD yang mendapat nilai sempurna. Padli berharap tahun 2018 semakin banyak jumlah siswa sekolah dasar yang memperoleh nilai sempurna.
“Tahun ini dari dinas ada perhatian untuk peraih nilai sempurna tapi tidak janji berapa,” pungkasnya.

*Corat-coret
Sementara itu, hari pengumuman kelulusan pelajar SMA/SMK di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kamis (3/5/2018) diwarnai konvoi dan corat coret seragam sekolah oleh ratusan pelajar.
Aksi kurang terpuji para pelajar tingkat SMA tersebut
membuat perhatian masyarakat miris.
Dengan menggunakan cat semprot mereka saling corat-coret, mulai dari membuat tanda tangan hingga menulis hal yang aneh-aneh pada seragam sekolah tersebut.
Tak hanya itu, usai melakukan aksi corat coret merekabmelakukan konvoi keliling kota Manggar dengan bersepeda motor.
Pantauan Rakyat Pos di titik kumpul pelajar nampak merayakan kelulusan dengan penuh suka ria sembari mencorat coret seragam sekolah.
“Jelas bangga bang, mulai hari ini kami tidak pakai lagi kok baju ini. Jadi ya untuk kenang-kenangan kami coret baju ini.” Cetus sala satu pelajar yang takut menyebutkan namanya.
Sementara itu, salah satu warga yang melintas tampak menggerunum melihat aksi-aksi mereka.
“Sayang lup baju bagus-bagus dicorat coret, mending disedekahkan ke adik kelas,” saran Wid, warga Pancur Kecamatan Manggar, Kamis (3/5/2018).
Meski pada titik kumpul sempat didatangi oleh satuan Lalu lintas Polres Beltim dan mendapat arahan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka dalam merayakan kegembiraan kelulusan dengan corat coret dan konvoi. (tim/6)

Related posts