Ungkap Penyelundupan Miras, Personel Ditpolairud Dapat Penghargaan

  • Whatsapp
Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat menyerahkan penghargaan kepada personel Ditpolairud di halaman apel Mapolda Babel, Senin (10/2/2020).(foto: Bambang Irawan)

PANGKALPINANG – Kepala Satuan Patroli (Kasatrol) Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), AKBP Joko Isnawan dan Kasubdit Gakkum, Kompol Ade Zamrah mendapatkan penghargaan dari Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat.

Selain Kasatrol dan Kasubdit Gakkum, 12 personel Ditpolairud Polda Babel juga mendapatkan penghargaan telah menggagalkan upaya penyelundupan miras ilegal serta melaksanakan tugas kepolisian melebihi tugas pokoknya yang telah diberikan Polda Babel.

Read More

Mereka adalah Kompol Ari Ernawan, AKP Edi Widodo, Bripka Husaimi, Bripka Danan Pompi, Iptu Asmadi, Ipda Sugiyanto, Bripka Septariyandi, Bripka Afri Syehmanto, Bripka Raki Satria Utama, Brigpol Indra Praja, Brigpol Sigit Mujiono, dan Brigpol Akhirudin.

Pemberian penghargaan kepada 14 personel Polairud yang terdiri dari Ditpolairud Polda Babel dan Pilot Helli Poludara Baharkam Polri BKO Polda Babel ini berlangsung di halaman apel Mapolda Babel, Senin (10/2/2020).

“Pemberian penghargaan ini kepada personel yang telah berhasil mengungkap, menangkap upaya penyelundupan miras. Ini suatu penghargaan kepada mereka yang telah berbuat melebihi dari tugasnya,” ujar kapolda kepada awak media, usai pemberian penghargaan.

Dalam tugas itu, diakuinya, 14 personel Polairud dengan penuh keberanian telah menunjukkan dedikasi dan loyalitas kepada Polri, bangsa dan negara serta demi menyelamatkan anak bangsa dari ancaman miras. “Miras tersebut tidak sesuai dengan kehidupan Bangsa Indonesia,” tekannya.

Namun demikian, jenderal bintang satu ini menegaskan, pemberian penghargaan ini bukan berarti sudah selesai dalam pengungkapan miras dan tindak pidana lainnya. Oleh sebab itu, pihaknya harus merubah pola operasi dalam mengamankan wilayah Bangka Belitung.

“Namun, kita masih punya tugas lain, yaitu menyikapi lebih jauh lagi latar belakang, tujuan akhir, dan faktor-faktor lain yang terkait dengan upaya-upaya ini. Kejadian ini juga mengajarkan kepada kita bahwa di Bangka Belitung ini bukan hanya daerah lintasan saja, tetapi bisa jadi sebagai daerah tujuan maupun transit yang harus kita waspadai,” tegasnya. (bis)

Related posts