UMKM Didorong Kantongi Sertifikat Halal

  • Whatsapp

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mendorong pelaku UMKM mendapatkan sertifikat halal dari MUI dalam upaya menuju wisata halal di daerah itu.

“Produk halal sudah ada rangkaiannya, produk ini termasuk sehat dan bersih, maka kalau halal produk itu insyaaAllah akan menyehatkan, tantangan besar, karena perilaku tidak sehat ya tidak halal,” kata Erzaldi saat membuka pelatihan auditor halal internal dan halal award MUI Babel, di Gedung BI Babel, Senin (14/10/2019).

Dengan banyaknya auditor halal internal ini, dia berharap, semakin masif produk halal yang ada di Babel. “Tentunya kedepan akan lebih banyak lagi, harapan kita dengan banyaknya produk halal ikut berimbas majunya dunia pariwisata kita,” ujarnya.

Dia juga menginstruksikan agar dinas koperasi dan UMKM lebih mendorong produk UMKM di Babel untuk disertifikatkan dan juga dibina baik dari segi kemasan dan lainnya.

“Tahun depan InsyaaAllah kita aktifkan UPT rumah kemasan, kalau sekarang klinik kemasan, kita mau bangun UMKM yang hebat buat kemasan baik dan bagus,” tandasnya.

Namun, lanjut dia, pelaku UMKM juga harus berhati-hati dalam memilih kemasan, karena ada juga kemasan yang dibuat dari bahan nonhalal, demikian juga dengan tinta dan lainnya. “Kami akan beri diskon di rumah kemasan, apabila produknya sudah ada label halal,” tegasnya.

MUI Sertifikasi 700 UMKM

Ketua MUI Babel, Zayadi menambahkan tahun ini pihaknya mensertifikasi 700 UMKM yang bersumber dari dana hibah Pemprov Babel.

“Sebanyak 700 UKM yang akan disertifikasi oleh semuanya dibiayai oleh Pemprov Babel tahun anggaran 2019, UKM tidak keluarkan biaya sedikitpun untuk sertifikasi produk mereka,” katanya.

Dalam kesempatan ini, MUI dan LP-POM MUI melatih auditor halal internal dan melaunching koperasi syariah, dan meresmikan lembaga wakaf produktif MUI.

Kepala Perwakilan BI Babel, Tantan Heroika menyebutkan konsep ekonomi syariah sudah digunakan di banyak negara, bahkan mayoritas nonmuslim, sudah berkembang di berbagai bidang, keuangan, fashion, pariwisata dan hal ini menjadi bukti ekonomi Islam menjadi solusinya ekonomi inklusif.

“Posisi perbankan syariah masih perlu didorong, pangsa aset dan industri syariah masih terbatas, ekonomi syariah menjamin keterkaitan yang kuat antara sektor keuangan dan sektor ril, penguatan ekonomi syariah menjadi konsen Bank Indonesia,” tandasnya.

Wakil Direktur LP-POM, Osmena Gunawan menilai produk Bangka banyak yang unik dan bisa dipromosi secara internasional, namun ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu soal standar dan kemasan.

“Bangka tak kalah dari negara manapun, fakta unik Babel merupakan kepulauan, timah bahan baku smartphone ini sangat berharga, terasi Bangka, bebatuan granit, wisata indah dan asri, masyarakat dikenal damai dan bersatu, akomodasi transportasi aman dan nyaman,” tuturnya.

Produk halal, tandasnya merupakan sesuatu yang menguntungkan, secara fisik apakah betul-betul halal, disitulah peran LPPOM melakukan penilaian dan pengujian. (nov/10)

Related posts