UBB Gelar Workshop re-Akreditasi A

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Program Studi Biologi (Prodi Biologi) Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi (FPPB) Universitas Bangka Belitung (UBB), gelar workshop Pengembangan Kurikulum dalam rangka persiapan mendukung re-Akreditasi A tahun 2019 mendatang, di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, Rabu (25/7/2018).

Bagi sebuah perguruan tinggi akreditasi prodi dan institusi menjadi salah satu target untuk pencapaian sebagai bukti dari kualitas yang berhasil dicapai. Begitu pula halnya dengan UBB sebagai kampus yang berkembang tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas institusinya. Salah satunya melakukan perbaikan akreditasi disetiap prodi untuk memperoleh akreditasi terbaik.

Melalui kegiatan ini, dalam rangka evaluasi secara berkala yang terus dilakukan Prodi Biologi FPPB UBB untuk meningkatkan mutu akreditasi yang sebelumnya sudah berstatus B, kini mulai mempersiapkan diri sedini mungkin untuk meningkatkan status prodinya menuju re-akreditasi A di tahun 2019 mendatang.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yakni, Sony Heru Sumarsono dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Rina Sri Kasiamdari dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara yang digelar selama dua hari itu, sejak 25-26 Juli 2018 yang diikuti oleh dosen, staf dan alumni Prodi Biologi, serta stakeholder terkait yang terlibat sebagai satuan tugas persiapan re-akreditasi.

Wakil Rektor I UBB Ismed Inonu menjelaskan, workshop pengembangan kurikulum dalam penyusunannya harus benar-benar mempertimbangkan berbagai hal, sehingga capaian tersebut sangat penting dalam meningkatkan mutu program studi untuk dijadikan Output atau lulusan yang lebih berkualitas nantinya. Ia juga menyambut gembira dan mengapresiasi prodi biologi yang telah mobilisasi sejak dini dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat nantinya mendukung status prodi menuju akreditasi A.

“Penyusunannya harus benar-benar mempertimbangkan berbagai hal, bahwa di dalam kurikulum paling tidak ada tiga hal capaian yang ingin dicapai atau dimiliki seorang lulusan itu. Pertama intelektualnya. Intelektual itu terkait individunya, tetapi di kita UBB tidak hanya intelektual saja, tetapi juga kepada keterampilan dan akhlak mulia,” kata Ismed.

Selain evaluasi pencapaian akreditasi Prodi sebelumnya, modal berharga lain untuk menyambut re-akreditasi dengan menggenjot SDM (mahasiswa, dosen dan tendik) agar berkualitas dan berprestasi baik ditingkat nasional maupun internasional. Lalu, penelitian dan alumni yang tersebar telah memberikan kontribusi yang besar atas ilmu yang diterapnya untuk kemaslahatan dan kemajuan bangsa.

Persiapan lain untuk mendukung mewujudkan akreditasi terbaik adalah sistem manajemen, produktivitas, serta fasilitas yang memadai yang telah memenuhi standar SOP sebagai bahan dan data dalam menyusunan akreditasi.

Senada dengan Ismed, pemateri dari ITB Sony Heru Sumarsono mengatakan, langkah yang ditempuh Prodi Biologi sudah tepat, tinggal mempersiapkan manajemen terkait kelengkapan serta data-data terbaik yang disajikan oleh prodi pada saat re-akreditasi nantinya.

“Langkahnya sudah betul, dimulai dengan workshop kurikulum, jadi kurikulum dibenahi dulu. Kemudian nanti kelengkapan kurikulum dan kurikulum sendirikan hanya sebuah struktur sebenarnya, tetapi kelengkapannya diantaranya taat aturan. Ada SOP dan lainnya itu tidak bisa diselesaikan hari ini dan itu tidak mungkin, tentu membutuhkan waktu relatif panjang,” tutur Sony.

Selain itu lanjut Sony, kesiapan manajemen yang baik dan peran penjaminan mutu internal Perguruan Tinggi sangat berpengaruh terhadap kesiapan data untuk mendukung borang akreditasi.

Sehingga diharapkan bisa mengevaluasi kembali sistem yang ada terhadap data-data yang mengarah kepada SOP yang sudah standar di setiap prodi.

“Jadi bagaimana melaksanakan perkulihan misalnya, perkuliahan itu satu! butuh sop, jadi bagaimana kuliahan harus dilakukan, bagaimana fasilitas harus disiapkan. Jadi SOP akan mengarahkan itu. Yang kedua bagaimana kemudian sistem itu dipantau, jadi ada sistem penjaminan mutunya, jadi apa betul. Kuliahnya sudah jalan sesuai dengan yang direncanakan, kemudian setiap langkah perjalanan kurikulum itu harus dipantau, bahwa semuanya berjalan sesuai dengan rencana,” terang Sony.

Dalam workshop tersebut, para peserta melakukan pengembangan silabus dan kurikulum dengan bimbingan para pemateri. Diharapkan setelah selesai mengikuti acara, para peserta mampu menerapkan rancangannya di dalam prodinya. Acara ini juga menjadi ajang tukar menukar informasi dan menjalin jaringan kerja di antara institusi, alumni dan stakeholder terkait. (ron/10)

Related posts