Kiri Sayap
kanan Sayap Kategori
Dibawah Menu

UBB dan Pemkab Belitung Teken MoU Bidang Pendidikan

RAKYATPOS.COM, TANJUNGPANDAN --- Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Ibrahim, melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, dibidang pendidikan, penelitian, Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan, pada Jum’at (6/11/2020) malam, bertempat di Pandan House Restaurant, Tanjung Pandan, Belitung.

Ibrahim menyebutkan, UBB berkomitmen akan lebih mempererat silaturahmi dengan semua pemangku kepentingan di setiap daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan program Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan yakni kurikulum merdeka belajar kampus merdeka, UBB memulai dengan citra baru untuk berorientasi dan mengoptimalkan tri dharma perguruan tinggi tidak sebatas lokal atau pulau bangka saja, namun akan merambat semua kegiatannya di pulau Belitung juga.

Kerja sama ini, selaras dengan visi dan misi UBB untuk terus meningkatkan kerja sama dengan pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk mengembangkan dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam pembangunan yang berkelanjutan di masyarakat, khususnya peningkatan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia yang ada di Belitung.

Dalam sambutannya, Ibrahim menyadari di awal pendirian UBB dimungkinkan akan terwujud berdirinya Fakultas di Belitung, namun kendala regulasi terkait legalitas dari Pemerintah Pusat, Ia berkomitmen untuk bergerak cepat dan membicarakan hal tersebut kembali ketingkat pusat. Bahkan, menurut Ibrahim ada celah yang bisa dicari dengan melakukan improvisasi, dimana dengan program Kementerian dimasa pandemi ini membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mendirikan program studi di luar kampus.

“Pak dirjen maupun pak Menteri membuka peluang untuk kita melakukan improvisasi membuka program studi yang bahkan tidak ada di dalam nomentraturnya Dikti itu diperbolehkan, sejauh punya kerja sama, sejauh bisa meyakinkan,” terang Ibrahim.

Sambil proses ini berjalan, UBB telah mengoptimalkan serta mengalihkan kegiatan akademiknya ke pulau belitung dalam hal pengembangan keilmuan, praktikum dan kegiatan lainnya. Program studi yang relevan dikembangkan di pulau belitung diantaranya aquakultur, ilmu kelautan serta sumber daya perairan, dan tentu perlu adanya dukungan dari pemerintah daerah terkait sumber daya yang tersedia.

“Kami membayangkan kalau kami bisa mengeksplorasi kabupaten Belitung, tentu saja dengan sumber daya yang tersedia disini, kami punya kampus untuk tempat praktikum disini, kami punya tempat untuk penelitian dan pengabdian, dan kami dalam beberapa semester bisa memindahkan anak-anak kami yang semester 7, semester 8  untuk kuliah dan beraktifitas di belitung,” ujarnya.

Dengan konsep merdeka belajar kampus merdeka, ini menjadi peluang UBB dan Pemkab Belitung untuk memiliki dan mendirikan kampus baru di pulau belitung sebagai tempat praktikum bagi mahasiswa UBB.

“Ini kedepan Pak Bupati bisa tereksplorasi dengan baik, dan kami berkomitmen untuk mengeser banyak kegiatan ke pulau belitung tidak hanya akademik, tapi alhamdulillah sudah kami mulai dengan kegiatan-kegiatan konfrensi internasional, seminar internasional, kemudian bintek-bintek yang juga memang di kelola UBB,” imbuh Ibrahim.

Lanjutnya, walaupun kerja sama selama ini antara UBB dengan Pemkab Belitung sudah terjalin melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pengabdian kepada masyarakat, UBB juga terus berupaya meningkatkan kerja sama di bidang penunjang lainnya. Ibrahim juga berharap Bupati Belitung dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang diadakan ubb baik secara tatap muka maupun daring kedepannya.

Sementara itu Bupati Belitung, H. Sahani Saleh yang merupakan salah satu perintis dan penggagas pembentukan UBB menceritakan proses pembentukan UBB, bahkan menurutnya, Pemkab Belitun dari proses awalnya sudah mempersiapkan lahan 50 Ha di Kecamatan Sijuk untuk pendirian Fakultas Kelautan UBB di pulau belitung, dan sampai saat ini lahat tersebut masih tersedia.

“Sayang pak, 50 hektar lahan kami disana itu, bahkan disaat saya menjadi camat di selat nasik ‘itu eks pelabuhan disana mempersiapkan. Kalau mau bangun lab, mau bangun apa segala macam ada salah pelabuhan eks tambang untuk segala hal, setahu saya untuk hal yang terkait ilmu kelautan, dari segi koral, ikan, ombak, arus komplit disana,” terang Sanem.

Sanem sapaan akrab Sahani Saleh, berharap, potensi yang dimiliki Belitung dengan kekayaan lautnya ini bisa dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, dan tentunya akan memberikan peluang besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan daerah dari berbagai hal, serta peningkatan ilmu khususnya kelautan dengan laboraturium alam yang tersedia maupun penelitian menjanjikan bagi perguruan tinggi untuk mengembangkannya. (*)

Diatas Footer
Light Dark