Turis Kesulitan ‘Money Changer’

  • Whatsapp

Event internasional MXGP tinggal menghitung hari. Sebagai tuan rumah yang baik, sejauh ini dirasa sangat jauh dari kematangan persiapan. Sebagaimana dikatakan oleh anggota DPRD Bangka Belitung Dapil Kota Pangkalpinang Haryadi. Dia mengakui, beberapa hal seperti Translator dan Money Changer menjadi masalah lain dalam pelaksanaan MXGP di Bangka Belitung.
“Banyak kan turis yang datang, baik peserta atau mereka yang sengaja mau menonton. Yang pertama harusnya untuk komunikasi yang bagus kita siapkan translator. Karena tidak semua yang bisa menggunakan bahasa Inggris, beberapa peserta atau turis yang datang sebagian ada yang dari Rusia atau negara lain kesulitan bahasanya,”kata Haryadi kepada wartawan, Rabu (1/3/2017).
Selain Translator, politisi Hanura ini juga mengomentari ketersedian money changer. Paling tidak, dengan adanya money changer mereka tidak kesulitan untuk menukarkan uang ke rupiah kemudian di belanjakan di Bangka Belitung ini. Karena dia sangat paham bank-bank di Kota Pangkalpinang tidak sepenuhnya bisa menukarkan seluruh mata uang negara asing, paling tidak mata uang negara utama, seperti US Dollar, Dollar Singapore, atau ringgit Malaysia.
“Pas mereka cari makan atau mencari keperluan lain mana mau masyarakat kita menerima uang mereka karena mata uang asing. Harusnya panitia jeli, Jauh-jauh hari harus ada koordinasi dengan pihak terkait, harus menyediakan Money Changer, kita tahu bank di Pangkalpinang ini tidak semua menyediakan mata uang asing tertentu. Paling tidak yang utama mereka sediakan seperti dollar Amerika, dollar Singapura. Mata uang Rusia dan negara lain tidak disediakan,” tegasnya.
Dia sangat berharap, dalam waktu yang sudah mepet ini tidak membuat malu Negeri Serumpun Sebalai dimata masyarakat internasional. Event internasional, sekelas MXGP ini harusnya disiapkan secara matang dan pihak terkait di Bangka Belitung ini tidak salahnya menjemput bola membantu menyukseskan gelaran ini.
“Jangan sampai Babel dimata masyarakat internasional dinilai tidak siap. Disbudpar dan instansi terkait kita minta untuk sama-sama mencari jalan keluar. Harusnya, kita sama-sama dalam memajukan pariwisata dari event ini. Turis asing dan peserta dari luar negeri akan melihat Babel bagaimana, mereka nanti yang bisa ikut mempromosikan wisata ke negera asal mereka. Tapi persiapan ini tidak maksimal. Masa event internasional tidak ada koordinasi matang, ini konyolkan namanya,” tukasnya.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BI Babel Bayu Martanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengenai Money Changer mengatakan, untuk melakukan penukaran dapat dilakukan di bank umum devisa. Namun prakteknya, yang laku atau yang mudah ditukar itu untuk mata uang negara utama di dunia.
“Nanti kita coba bicarakan dengan teman-teman perbankan solusinya seperti apa. Yang jelas, untuk Sabtu dan Minggu salah satu bank akan hadir di venue gelaran MXGP,” jelasnya.
“Saran saya kalau untuk mata uang utama bisa ditukarkan di bank umum devisa yang ada di Pangkalpinang,” imbuhnya.
Kemudian dia juga menguraikan, bahwa persoalan Money |Changer ini pihaknya sudah menyampaikan ke salah satu bank. “Yang jelas sudah kita sudah sampaikan ke teman-teman perbankan, sekarang mereka akan membicarakan hal ini ke kantor wilayah mereka,” tutup Bayu. (ron/6)

Related posts