Tunjangan Anggota Dewan Melebihi Ketua

  • Whatsapp

Dapat Rp12 Juta Perbulan, Diluar Gaji
Pimpinan DPRD “Rengek” Ganti Mobil Baru

MANGGAR – Gocek anggota DPRD Belitung Timur akan bertambah Rp 12 juta setiap bulan diluar gaji pokok. Tambahan tunjangan pendapatan ini ekses dari Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Tambahan pendapatan anggota DPRD berasal itu dari Tunjangan Transportasi setiap bulannya. Jumlah itu sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 dan Bupati Belitung Timur (Beltim) Nomor 53 Tahun 2017, berlaku efektif per 4 September 2017.
“Jumlah itu belum dipotong pajak 15 persen. Rata-rata dapat sekitar Rp 9 juta perbulan,” ungkap Ketua DPRD, Tom Haryono Harun saat berbincang dengan wartawan.
Tom menekankan penetapan jumlah itu bukan dari DPRD atau Pemda, namun dilakukan oleh Konsultan Independen Succofindo. Jumlahnya berdasarkan kemampuan keuangan daerah dan survey di lapangan.
“Kalau pimpinan DPRD hanya dapat tambahan Rp 3,5 juta perbulan. Lebih besar anggota, karena kita tidak dapat tunjangan transportasi,” tambah Tom.
Perbedaan besaran tunjangan itu menurut Tom, lantaran Ketua DPRD, beserta Wakil Ketua DPRD tidak menerima tunjangan tranportasi.
Namun disisi lain, Ketua dan Wakil Ketua masih berhak memperoleh mobil dinas.
“Kalau disuruh milih kami mending gak usah dapat mobil dinas. Dengan tambahan tunjangan transportasi lumayan bisa digunakan untuk kredit mobil,” harap Tom.
Politisi asal Kecamatan Kelapa Kampit berharap agar pemerintah daerah dapat segera merevisi mobil dinas pimpinan DPRD dengan yang sesuai aturan. Menurutnya mobil dinas yang digunakannya saat ini belum sesuai dengan aturan.
“Kalau kita ngomong aturan ya mestinya mobil saya itu kapasitas mesinnya 2500 cc, wakil 2200 cc. Yang sekarang kita hanya 2000 cc. Tapi sekali lagi, ini kalau kita mau sesuai aturan,” ujarnya.
Selasa Siang (12/12), dari total 13 mobil yang diperuntukan bagi anggota DPRD semuanya tampak terparkir di parkiran Sekretariat DPRD. Mobil-mobil itu tidak boleh lagi dibawa ke rumah dan mayoritas anggota sudah menggunakan kendaraan pribadi.
Terpisah, Anggota DPRD Beltim, Oman Anggari menekankan jika dengan adanya pemberian tunjangan transportasi akan membuat keuangan daerah ataupun pusat lebih hemat. Mengingat, anggaran untuk supir, perawatan dan BBM sudah tidak lagi dianggarkan bagi mobil-mobil anggota DPRD.
“Ini kan sudah dikaji dari pemerintah pusat. Menurut saya memang lebih hemat kalau kita hanya dikasih tunjangan transportasi,” kata Oman, Selasa (12/12).
Ia mengungkapkan sudah lama mengembalikan kendaraan yang biasa dipakainya dan menggunakan mobil pribadi. Namun Ia menekankan mobil yang pernah dikembalikan bisa saja digunakan untuk keperluan dinas sepanjang tidak dibawa pulang.
“Kemarin kan mobilnya untuk jabatan saya, sekarang sudah menjadi aset Sekretariat Dewan. Cuman kalau kita ingin melakukan kunjungan ke lapangan atau peninjauan masih bisa pinjam ke Setwan, asal tidak dibawa pulang,” ungkapnya.
Dengan tambahan Tunjangan Transportasi yang didapat, Politisi Nasdem itu berencana untuk membeli mobil baru. Diharapkannya dengan sisa masa waktu jabatannya, ia dapat melunasi kredit mobilnya.
“Mau kredit mobil saja. Nanti pas selesai kan mudah-mudahan sudah lunas,” ujarnya. (yan/6)

Related posts