Tunggu Kepulangan 6 Warga yang Dibebaskan Hakim, Massa Berkumpul di Masjid   

  • Whatsapp

 

Warga yang menunggu kepulangan para terdakwa di Masjid Kenanga. (Foto: Zuesty Novianti)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT – Puluhan masyarakat Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan sejumlah aktivisi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Provinsi Babel, hingga sore ini Kamis (17/12/2020) masih bertahan di Masjid Kenanga.

Read More

Mereka berkumpul menunggu kepulangan 6 warganya yang disebut sebagai pejuang lingkungan, paskaputusan sela majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat dan membebaskan terdakwa dari dakwaan Jaksa Penuntutu Umum. Keenamnya dibebaskan setelah hampir satu bulan berada di sel tahanan Lapas Bukit Semut Sungailiat, lantaran laporan sesama warga tentang dugaan pelanggaran jabatan dan penggunaan jabatan palsu.

“Kami masih menunggu saudara kami tiba di rumah. Sudah kangen sekali,” ujar seorang ibu dengan ekspresi suka cita di teras masjid.

Sementara penasihat hukum yang mendampingi 6 warga Kenanga masih mengurus berkas-berkas kelengkapan agar para terdakwa bisa pulang hari ini.

“Sabar masih menunggu berkas berkasnya selesai. Setelah itu bisa pulang,” ujar Dede, Ketua Lesung Babel yang turut eksis mengawal kasus ini.

Diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Sungailiat memberikan putusan mengejutkan pada Perkara Nomor 454/Pid.B/2020/PN Sgl tentang pelanggaran jabatan yang didakwakan kepada 6 orang warga Kelurahan Kenanga.

Majelis hakim yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, Fatimah, SH, MH, dengan anggota Dewi S, SH dan Arief Kadarmo SH, MH memvonis keenam terdakwa yang mayoritas mantan Ketua RT di Kelurahan Kenanga itu, lepas dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hakim mengabulkan eksepsi yang disampaikan penasihat hukum para terdakwa dalam putusan sela, menolak dakwaan JPU terhadap Pasal 228 dan atau Pasal 263 KUHP pada dakwaan serta menyatakan dakwaan cacat hukum.

Ratusan massa dari BEM SI Bangka Belitung yang dikomandoi Wahyu Akmal dan masyarakat Kelurahan Kenanga pun, sontak berteriak syukur atas putusan ditolaknya dakwaan Penuntut Umum oleh majelis hakim. Meski sebelumnya sempat terjadi aksi tarik menarik massa yang tak diizinkan masuk ke halaman pengadilan oleh aparat kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Bangka. (2nd/1)

Related posts